Pameran NFT Jukiverse di Sarinah, Jakarta yang berlangsung 3-12 Juni 2022. | Noer Qomariah Kusumawardhani/Republika

Inovasi

09 Jun 2022, 08:50 WIB

Spirit NFT di Bayang-Bayang Bear Market

Pameran NFT Jukiverse hadir di Sarinah dan juga Decentraland. 

Dunia seni sampai saat ini, masih diwarnai oleh geliat euphoria non fungible token alias NFT. Pada Februari 2022. Faza Meonk, kreator Si Juki sukses merilis 3.456 koleksi NFT yang bertajuk “Lost in Jukiverse” yang habis terjual dalam hitungan menit. 

Kini, Faza kembali menghadirkan Jukiverse NFT Exhibition di Sarinah, Jakarta Pusat pada 3-12 Juni 2022. Kegiatan ini diselenggarakan secara kolaboratif oleh kreator Intellectual Property (IP) Si Juki, Faza Meonk bersama Pionicon, Rekata Studio, dan Gaspack yang didukung Sarinah dan BRImo.

Jukiverse NFT Exhibition ini menjadi pameran NFT pertama di Indonesia yang hadir secara hybrid dalam waktu bersamaan, yakni di Sarinah dan metaverse. Untuk pameran yang digelar secara daring, Si Juki hadir di sebidang tanah metaverse di Decentraland.

Faza mengungkapkan, pameran ini digelar dengan konsep hybrid (daring dan luring-Red) karena ketika meluncurkan Jukiverse NFT ini, audiensnya tidak hanya dari Indonesia. Tetapi banyak juga dari luar negeri. “Bahkan mungkin Indonesia pembelinya mungkin 20 atau 30 persennya saya tidak punya data pastinya. Banyak fans-fans dari Amerika Serikat (AS), Cina, Prancis, New Zealand dan segala macamnya,” ujar Faza dalam pembukaan sekaligus temu media Jukiverse NFT Exhibition” di Jakarta, Kamis (2/6).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Faza Meonk (@fazameonk)

Oleh karena itu, ia melanjutkan, pameran ini dibuat juga di metaverse agar para pemegang NFT Jukiverse ini juga dapat merasakan kemeriahannya. “Kita mau mencoba gitu ya menjembatani antara metaverse sama dunia nyata,” tambah Faza.

Selain itu, Faza percaya para kreator lokal saat ini sudah semakin melek terhadap keveradaan dan mengembangkan NFT. “Diharapkan ke depannya, literasi masyarakat soal NFT juga bisa ditingkatkan,” ujarnya. 

Seiring perkembangan dunia NFT saat ini, Faza melihat, dunia seni dan teknologi ternyata semakin erat berkolaborasi. Bukan tak mungkin pula, sinergi kedua industri ini, akan semakin erat atau menghasika inovasi baru lagi di masa yang akan datang. 

Semangat Lokal

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Si Juki (@jukihoki)

Suksesnya NFT Jukiverse menarik para pembeli dari berbagai belahan dunia, menjadi angin segar bagi dunia seni di Tanah Air. Direktur Utama PT Sarinah Fetty Kwartati menyamaikan, pihaknya mendukung karya-karya anak bangsa. 

Hal ini, juga sebagai komitmen Sarinah untuk menjadi rumah bagi kreator lokal. “Kami juga memberi peluang dan mengajak para kreator Indonesia untuk berkolaborasi memamerkan karya-karyanya. Keterlibatan kreator NFT Indonesia di Jukiverse NFT Exhibition ini juga selaras dengan spirit Sarinah sebagai community mall di Indonesia,” ujar Fetty.

Si Juki merupakan karakter komik yang diciptakan Faza sejak 2010 dan kini menjadi karakter komik yang populer di Indonesia. Sebagai sebuah IP, Si Juki memiliki semesta IP yang cukup lengkap.

Berawal dari komik daring e yang diposting di media sosial, Si Juki kemudian diterbitkan dalam berbagai bentuk media. Terutama komik cetak, webtoon, mobile game, serial animasi hingag film animasi. Saat ini, lebih dari 50 komik Si Juki yang sudah terbit dan menjadi buku best seller yang tersebar di toko-toko buku di Indonesia.

Saat ini, basis komunitas Jukiverse NFT berkembang dengan pesat dan sudah memiliki 90 ribu lebih pengikut di Twitter dan lebih dari 9 ribu anggota di channel Discord. Komunitas ini pun darang dari berbagai negara seperti AS, Italia, Filipina, Cina, dan India. 

Masihkah Optimistis? 

Pasar kripto saat ini berada di bear market atau situasi di mana harga mengalami tren penurunan yang berlangsung dalam kurun waktu lama. Tak bisa dipungkiri, tahun ini pasar kripto mengalami tahun yang sulit. 

Dilansir dari Coindesk, Selasa (7/6), Bitcoin turun lebih dari setengah nilai tertingginya yang dicapai pada November tahun lalu. Begitu pula dengan Ethereum yang turun sekitar 43 persen pada 2022. 

Bulan lalu, dilansir dari Coin Telegraph, volume penjualan NFT juga menurun tajam setelah jatuhnya harga Terra dan UST, hingga menyebabkan penurunan harga Bitcoin di bawah 30 ribu dolar AS. Pasar pun dibayangi ketakutan akan bear market yang sepertinya akan berkepanjangan.

Penurunan harga yang terjadi juga di industri NFT, tak bisa dilepaskan dari faktor United States Federal Reserve yang menaikkan suku bunganya. Belum lagi, kondisi perang brkepanjangan yang membuat inflasi dan ketidakpastian situasi ekonomi global di masa depan. 

Ketika ditanya kripto yang sedang bear market, Faza mengatakan sempat khawatir apakah dia bisa menjual 3 ribu NFT. Ternyata, NFT-nya terjual habis cepat sekali.

Jadi, kata Faza, ini membuktikan bahwa walaupun pasar tengah berada dalam kondisi bear market, ternyata antusiasme orang yang mengoleksi NFT itu tetap berjalan. “Ke depannya sih kita melihat ini sebuah siklus ya. Memang ini bulan-bulannya lagi bear tapi nanti akan bounce back. Ini kalau kita lihat dari siklus beberapa tahun sebelumnya,” ungkapnya. 

Faza pun meyakini prospek di industri NFT masih akan cerah, Berbagai rencana lanjutan pascapameran kali ini juga telah dipersiapkan. Salah satunya, adalah membuat galeri NFT sendiri. 

 
Antusiasme orang yang mengoleksi NFT itu tetap berjalan.
FAZA MEONK, Kreator Intellectual Property (IP) Si Juki.
 
 

  ';

Gerai Cantik, Pembeli pun Tertarik

Pelanggan dapat melihat dan berinteraksi ketika berbelanja. 

SELENGKAPNYA

Energi Bersih Kepentingan Bersama Australia dan Indonesia

Wawancara khusus dengan Menteri Industri dan Sains Australia Ed Husic

SELENGKAPNYA

Memuluskan Transisi ke Dunia Hibrid

Pandemi telah mendefinisikan ulang apa arti bekerja dan kantor bagi banyak orang.

SELENGKAPNYA
×