Ilustrasi kopi. Bogor merupakan daerah penghasil kopi. | ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/wsj.

Bodetabek

03 Jun 2022, 07:58 WIB

Kopi Robusta Kabupaten Bogor Diakui Dunia

Kabupaten Bogor memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas kopi.

BOGOR — Kabupaten Bogor memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas kopi robusta. Kopi robusta dari Kabupaten Bogor memiliki rasa unik, mutu fisik yang relatif bagus, dan cita rasa fine

Selain itu, juga meraih banyak prestasi nasional hingga internasional, yaitu Bronze Medal Avpa Gourmet Product pada Pameran Sial Paris di Prancis.

Hal ini disampaikan oleh Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan pada acara panen, pameran kopi, dan penyerahan bantuan alat mesin pertanian kepada Kelompok Tani Gunung Batu, di Desa Sukamulya, Kecamatan Sukamakmur. Iwan menjelaskan, Kabupaten Bogor memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas kopi.

Terdapat 6.089 hektare perkebunan kopi robusta rakyat, dengan jumlah petani kopi mencapai 28.935 orang. Adapun capaian produksi tahun 2021 sebesar 4.150 ton.

“Ke depan, kami akan menjadikan Kecamatan Sukamakmur sebagai sentra kopi, selain jadi destinasi wisata alam, bisa jadi destinasi wisata kopi dan pasar kopi di Kabupaten Bogor. Mari bersama kita sosialisasikan secara luas, agar Sukamakmur ini dikenal sebagai sentra kopi,” ujar Iwan, Selasa (31/5).

Ia berharap semakin banyak anak muda yang masuk di bidang pertanian agar dapat lebih banyak memanfaatkan teknologi digital untuk produksi atau smart farming dan pemasaran.

“Dan semoga dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan produksi dan kualitas mutu kopi agar semakin berdaya saing dan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan para petani,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor Siti Nurianty mengatakan, ada salah satu Program Pancakarsa yang dijalankan, yakni produksi kopi robusta terbesar se-Jawa Barat. Berdasarkan data statistik Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bogor menyumbang 40 persen dari total produksi kopi robusta di Jawa Barat.

Adapun sentra produksi kopi robusta di Kabupaten Bogor meliputi Kecamatan Sukamakmur, Tanjungsari, Cariu, Babakan Madang, Pamijahan, dan Megamendung. "Kini telah dilakukan panen perdana kopi robusta yang berasal dari bibit bantuan Pemerintah Kabupaten Bogor pada 2019,” kata Siti.

Ia menerangkan, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Distanhorbun kembali menyalurkan sejumlah bantuan. Di antaranya berupa benih kopi, bantuan bangunan UPH, bantuan bangunan pengering, pulper kopi, mesin grading, huller kopi, dan sarana lainnya kepada lima kelompok tani.

Pasar kopi Australia

Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, berencana melakukan penjajakan pasar kopi di Australia dan sebagai langkah awal Wakil Bupati Temanggung Heri Ibnu Wibowo telah melakukan "zoom meeting" dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne Australia.

"Ini baru langkah penjajakan saja, masih ada langkah-langkah selanjutnya," kata Wakil Bupati Temanggung Heri Ibnu Wibowo usai melakukan zoom meeting dengan KJRI Melbourne di Temanggung.

Peluang kopi Temanggung untuk dipasarkan di negeri Kangguru tersebut cukup besar, mengingat selama ini kopi Temanggung juga sudah menjuarai beberapa festival kopi tingkat dunia. "Festival kopi di Atlanta Amerika Serikat, kopi Temanggung bisa mendapatkan juara. Hal ini menjadi salah satu peluang besar untuk kopi Temanggung," katanya.

Menurut dia tanggapan Komjen Melbourne Kuncoro Waseso sangat bagus. Oleh karena itu diharapkan ada zoom meeting lanjutan secara teknis. Apalagi di Melbourne itu menjadi pusat perdagangan kopi di Australia.

Ia menyampaikan kemungkinan kopi Temanggung sudah masuk ke negara tersebut, hanya saja dengan menggunakan nama lain, karena tidak dikirim dari Temanggung. "Ke depan jangan sampai kopi Temanggung tidak terlindungi dan tidak ada namanya di situ," katanya.

Wabup mencontohkan salah satu kopi Temanggung yakni dari daerah Larangan Luwok yang merupakan kopi robusta organik, namun kopi tersebut sudah dipasarkan di daerah lain bukan dengan nama Temanggung. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan kajian-kajian lebih lanjut seperti apa permintaan kopi dari negara tersebut dan kajian-kajian lainnya.

"Ada tawaran bagus, Temanggung diminta ikut dalam festival kopi di negara tersebut pada bulan September-Oktober mendatang, dari Temanggung akan kirimkan barang saja untuk dipamerkan di festival tersebut," katanya.

Sampai saat ini belum meminta contoh atau sampel kopi dari Temanggung, namun demikian peluang kopi Temanggung untuk dipasarkan di negara itu cukup besar. "Kemungkinan tidak hanya kopi saja, ada gula semut, ceriping talas dan produk UMKM lainnya," katanya.

Selama ini kopi dari Vietnam, Brasil, dan sejumlah negara lain sudah dipasarkan di Australia, ke depan kopi Temanggung harus mampu berkompetisi di Australia.


Saudi Siap Terima Jamaah Haji

Suhu panas di Saudi menjadi tantangan besar pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

SELENGKAPNYA

Harga Pangan Pemicu Utama Inflasi pada Mei

Harga komoditas pangan dan energi global juga terus mengalami lonjakan sepanjang April 2022.

SELENGKAPNYA

AS ‘Diberondong’ Penembakan Massal

Kepolisian Tulsa belum mengungkap identitas pelaku penyerangan bersenjata ke Natalie Medical Building.

SELENGKAPNYA
×