Pegawai menata emas Antam di Gerai Hartadinata Abadi Store, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (25/4/2022). | ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

Perencanaan

05 Jun 2022, 08:00 WIB

Pertimbangkan Detail Investasi

Di saat memasuki masa endemi, risiko kesehatan tetap perlu diperhatikan. 

OLEH RAHMA SULISTYA

Hidup bukan hanya soal uang, karena ada berbagai hal berharga yang bisa bermanfaat. Begitu pula soal investasi, tidak melulu berasal dari uang. Investasi bisa dilakukan dengan ide besar yang berpotensi mendatangkan investor dan bentuk-bentuk lainnya.

Loka atau alam pun bisa menjadi investasi menarik, asal ide dan pengelolaannya benar. Investasi alam ini termasuk dalam investasi riil, artinya berupa bisnis yang pelakunya pun harus memiliki tempat yang nilainya belum terangkat. Misalnya, ada satu pojokan halaman di rumah di lokasi dengan pemandangan indah dan strategis yang bisa dijadikan tempat usaha untuk menarik minat pengunjung. 

“Yang tadinya aset tidak produktif berupa rumah atau kebun, saung ini adalah aset yang mati. Maka, kemudian kita kelola jadi aset produktif,” ucap pemilik Taman Saung Bambu Riung Cibinong, Reni K Ashuri, saat dihubungi Republika, Senin (30/5). Reni menceritakan, tempat usahanya untuk berbagai aktivitas, seperti menjadi ruang untuk makan, spot foto Instagrammable, juga kegiatan panahan dan mancing. 

Dia bercerita, saat ingin membuka bisnis, pasti perlu modal. Keperluan modalnya, seperti materiel berupa uang dan tempat, juga imateriel berupa ilmu pengetahuan, jaringan, atau basis data. Pada saat mengaktifkan sebuah aset, ucap dia, upayakan tidak berutang, tapi mulai dari aset yang ada. “List dulu tempat, human resources, atau aset-aset yang bisa digunakan dulu untuk bisa memproduktifkan aset tanah ini. Itu yang kami lakukan di Taman Saung,” kata dia lagi.

photo
Pegawai menunjukan emas Antam di Gerai Hartadinata Abadi Store, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (25/4/2022). - (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Untuk pebisnis yang ingin berinvestasi pada alam, Reni menambahkan, perlu memikirkan semua detailnya, mulai dari ide dan segmennya. Ini penting agar meminimalisasi risiko dalam bisnis. Dia mencontohkan, jika hendak menggunakan modal, risiko keuangannya dipelajari dengan memantau pasar guna menekan risiko, seperti barang tidak laku. Jadi, penting untuk melakukan riset dan pengembangan. 

Reni juga bercerita bagaimana Taman Saung Bambu Riung Cibinong ini bertahan melalui pandemi. Dia sudah mempersiapkan segala risikonya. Hanya, pandemi ternyata berjalan dua tahun lebih dan ini di luar perhitungan dan kendali. Akhirnya, dilakukanlah negosiasi dan beradaptasi.

“Perlu perhitungan mengatur risiko mikro atau makro dalam sebuah bisnis agar bisnis bisa bertahan di setiap kondisi,” papar Reni.

Sementara itu, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira memaparkan, cara untuk menarik investor, yaitu dengan menyuguhkan ide berinvestasi dengan pengelolaan alam. Dananya bisa dari investor besar ataupun dari urunan. Setiap penghimpunan dana, termasuk tokoh masyarakat sekali pun, harus dilaporkan dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

photo
Nasabah menunjukkan fitur investasi pada Aplikasi Livin by Mandiri saat diluncurkan di Jakarta, Senin (23/5/2022). - (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Setelah dananya pasti, baru melangkah ke tahap berikutnya. “Selain pengumpulan dana, ada juga perjanjian terkait dengan bagi hasil ataupun nominal keuntungan. Itu harus ada hitam di atas putihnya yang memang dikeluarkan pihak-pihak yang punya legalitas,” ujar Bhima saat dihubungi Republika, Ahad (29/5).

Usai pandemi, dunia memasuki endemi. Risiko kesehatan tetap perlu diperhatikan dengan salah satunya lewat asuransi. Soalnya, tidak ada seorang pun yang kebal risiko, apalagi biaya kesehatan besar dan belum menjamin kesembuhan. Meski masyarakat tertolong dengan layanan BPJS Kesehatan, perlindungan tambahan tetap dibutuhkan.

“Biaya transportasi, biaya kehilangan penghasilan karena harus berobat, biaya penunggu pasien, biaya untuk menambah imun dengan makanan bergizi, dan lainnya, menjadi komponen biaya yang perlu disiapkan,” ujar Perencana Keuangan Tata Dana Consultant Diana Sandjaja, saat dihubungi, Jumat (27/5).

Untuk masalah proteksi ini, Diana menyarankan fokus untuk melihat kontrak polis pada klausul yang dipertanggungkan, juga kondisi yang dijamin dan dibayarkan polis. Perhatikan juga sistem pertanggungannya, karena berdampak pada persiapan berbagai dokumen untuk pencairan. Lalu, dianjurkan pula untuk memilih perusahaan asuransi yang terkenal baik dalam pelayanan, agar terhindar dari penipuan. 

“Pada dasarnya, hubungan nasabah dan perusahaan asuransi diatur dalam kontrak polis. Maka, disarankan membaca dengan saksama kontrak polis tersebut. Bila ada yang menyimpang, hal tersebut bisa dijadikan dasar,” papar Diana.


Saudi Siap Terima Jamaah Haji

Suhu panas di Saudi menjadi tantangan besar pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

SELENGKAPNYA

AS ‘Diberondong’ Penembakan Massal

Kepolisian Tulsa belum mengungkap identitas pelaku penyerangan bersenjata ke Natalie Medical Building.

SELENGKAPNYA

Ril, Mamah Pulang Dulu ke Indonesia Ya

Meski Eril belum ditemukan, Ridwan Kamil dan keluarga pulang ke Indonesia.

SELENGKAPNYA
×