Asma Nadia | Daan Yahya | Republika

Resonansi

28 May 2022, 03:45 WIB

Menemukan Kilau

Sekalipun terpendam dalam lumpur kotor, berlian tak pernah kehilangan kilau.

OLEH ASMA NADIA

Sekalipun terpendam dalam lumpur kotor, berlian tak pernah kehilangan kilau. Walau dalam gelap atau tertutup debu, akhirnya benda-benda yang memancarkan cahaya dari dirinya sendiri tak mungkin dibungkam.

Filosofi ini berkali-kali ditunjukkan Jose Mourinho, yang baru saja membawa AS Roma meraih juara perdana UEFA Conference League. Piala ini dianggap penghargaan kasta ketiga di Eropa tetapi tetap punya nilai tersendiri bagi sang pelatih dan klub asal ibu kota Italia.

Bagi AS Roma, ini  piala tingkat Eropa pertama setelah menunggu enam dekade. Sedangkan bagi pelatih asal Portugal ini, prestasi tersebut mencatatkan dirinya sebagai pelatih fenomenal yang sudah pernah mencicipi juara dari semua kompetisi klub Eropa.

 
Filosofi ini berkali-kali ditunjukkan Jose Mourinho, yang baru saja membawa AS Roma meraih juara perdana UEFA Conference League.
 
 

Mulai dari kemenangan dua kali Liga Champions, UEFA Cup, Liga Europa, dan terakhir UEFA Conference League. Namun, bukan hanya momen kemenangan yang bisa disorot dari Mourinho, juga termasuk deret kegagalan yang lebih dulu --bahkan masih-- harus ia lalui.

Pernah bercita-cita menjadi pemain bola profesional, impiannya kandas karena dianggap tak cukup berpotensi. Walau berat, Mourinho mengubur impian menjadi atlet sepak bola dan mengambil kuliah bidang olahraga.

Ia memulai karier dengan mengajar di beberapa sekolah dan selama lima tahun melatih tim junior. Kesempatan emas  muncul saat ia menjadi penerjemah untuk Bobby Robson di klub Sporting Lisbon, Porto, dan Barcelona.

Pengalaman sebagai penerjemah dan bekal ilmu keolahragaan membuat Mourinho mendapat posisi asisten pelatih sebelum meraih kepercayaan penuh sebagai  pelatih. Singkat cerita, ia mulai melatih klub kecil, klub lokal, klub nasional, hingga mencatat juara.

 
Kesempatan emas  muncul saat ia menjadi penerjemah untuk Bobby Robson di klub Sporting Lisbon, Porto, dan Barcelona.
 
 

Kariernya melesat bahkan lalu dinobatkan sebagai salah satu pelatih sepak bola terbaik dunia. Perjalanannya bak roller coaster. Meski memiliki segudang  pencapaian, ia bukan hanya sekali dipecat karena dianggap tak mampu mengantarkan klub mencapai puncak prestasi.

Pemecatan pertama terjadi saat ia melatih Chelsea. Meski sudah memberikan enam trofi termasuk juara Liga Inggris setelah penantian 50 tahun, Mourinho dianggap gagal membawa klub London tersebut sukses di tingkat Eropa.

Setelah sembilan bulan tidak melatih klub mana pun, Inter Milan menggunakan jasanya. Kesempatan ini tidak disia-siakan. Mourinho membuktikan diri masih memilikin  kilau.

Hanya dalam dua bulan, ia menghadiahkan trofi untuk klub barunya dan dua tahun kemudian menpersembahkan juara Liga Champions, sesuatu yang gagal diperolehnya saat melatih Chelsea. Inter Milan menunggu selama 38 tahun untuk pencapaian ini.

 
Hanya dalam dua bulan, ia menghadiahkan trofi untuk klub barunya dan dua tahun kemudian menpersembahkan juara Liga Champions.
 
 

Keberhasilan  itu mendorong Madrid menyuntingnya sebagai pelatih. Lagi, Mourinho sukses mempersembahkan tiga trofi, sebelum klub ibu kota Spanyol itu memecatnya bahkan tak menunggu berakhirnya kontrak.

Mereka menyalahkan Mourinho sebab belum juga mengantarkan klub menjadi yang terbaik di Eropa. Sementara, Chelsea yang pernah melepas sang pelatih, justru menyesal dan mengundang Mourinho kembali.

Lelaki berambut perak itu sukses membuktikan diri. Ia mengantar Chelsea menyabet tiga piala tingkat nasional. Sayang, kenyataan klub mereka belum juga unjuk gigi di kancah Eropa dianggap kegagalan, hingga ia kembali dipecat.

Lebih kurang lima bulan, Mourinho menganggur sampai akhirnya Manchaster mengontraknya. Di awal kepelatihan, ia lagi-lagi dengan cemerlang membawa klub meraih tiga piala tetapi prestasi klub kaya asal Inggris itu tidak konsisten hingga sang pelatih diberhentikan.

 
Lelaki berambut perak itu  sukses membuktikan diri. Ia mengantar Chelsea menyabet tiga piala tingkat nasional.
 
 

Hampir setahun tanpa pekerjaan, Tottenham Hotspur memberikan kesempatan tetapi memupusnya kembali setelah 17 bulan nihil prestasi. Ini kali pertama  dalam 19 tahun kepelatihan, Mourinho dipecat tanpa sempat mempersembahkan satu trofi pun.

Tragisnya, pemecatan dirinya hanya beberapa hari sebelum final perebutan piala. Lalu apakah ini akhir kegemilangan pelatih legendaris tersebut? Ternyata tidak, sebab masih ada klub yang bisa melihat kilau Mourinho.

AS Roma mengontraknya sekalipun selama setahun lebih ia tak mencatatkan prestasi. Kepercayaan AS Roma terbayar. Hanya butuh sekitar setahun, Mourinho mempersembahkan trofi yang tak pernah didapatkan klub tersebut selama 60 tahun lebih.

Pasang surut yang dialami pelatih legendaris ini, dalam kadar berbeda, mungkin pernah kita alami. Setiap individu harus mengasah dan menempa potensi dan melalui banyak tantangan untuk bisa bercahaya.

 
Pasang surut yang dialami pelatih legendaris ini, dalam kadar berbeda, mungkin pernah kita alami. 
 
 

Selama pandemi ini, misalnya, ada manajer perusahaan besar yang dipecat dan harus memulai usaha kecil-kecilan. Profesional yang mengalami PHK hingga banting setir dan terpaksa memulai usaha mandiri atau karyawan yang harus mencari pekerjaan baru.

Jangan menyerah, teruslah berproses. Bisa jadi kita hanya perlu sedikit waktu lagi untuk bercahaya. Tidak masalah jika harus memulai kembali dari skala lebih kecil. Bukan berarti pintu-pintu keberhasilan tertutup, seperti Mourinho --selama ada waktu-- situasi bisa selalu kita balik.

Sebab berlian tetap berlian. Bintang tetap bintang dan matahari tetap matahari. Sesuatu yang berkilau, insya Allah tetap bercahaya di lintasan mana pun dia berada.


Implementasi Wakafnomics (Bagian 1)

Perlu sejumlah inovasi program wakaf memperkuat keterlibatan aset wakaf dalam pembangunan nasional.

SELENGKAPNYA

Tarik Setoran Dana Haji akan Hapus Nomor Antrean

Ada laporan dari berbagai daerah tentang jamaah yang melakukan penarikan dana haji.

SELENGKAPNYA

Israel Bangun Cagar Alam Terbesar di Tepi Barat

Peace Now mencatat, Israel telah mendeklarasikan sekitar 48 cagar alam di willayah pendudukan Tepi Barat.

SELENGKAPNYA
×