Pembukaan Rakernas 1 BKMT. Anggota Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) mengikuti Pembukaan Rapat Kerja Nasional 1 Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) di Gedung Serba Guna Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (4/5). Rakernas yang dilaksanakan dari tanggal | Yasin Habibi/ Republika

Khazanah

27 May 2022, 14:44 WIB

BKMT: Aktivitas Dakwah Kembali Menggeliat  

BKMT DKI Jakarta membuka kembali majelis-majelis taklim yang sebelumnya tutup.

JAKARTA — Seiring membaiknya kondisi pandemi yang dibarengi pelonggaran protokol Covid-19, aktivitas dakwah pun kembali menggeliat. Meski demikian, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau para dai untuk selalu menyampaikan pesan pentingnya menjaga kesehatan kepada umat.

Ketua Komisi Dakwah MUI KH Ahmad Zubaidi mengatakan, setelah ada pelonggaran protokol pencegahan Covid-19, kegiatan dakwah sudah mulai berjalan dengan baik. Terutama yang sudah sangat tampak adalah pelaksanaan shalat Jumat yang sudah normal.

"Sehingga dai-dai kita pun sudah kembali bertugas menjadi khatib di berbagai tempat, kegiatan kajian-kajian di masjid sudah mulai berlangsung secara normal," kata Kiai Zubaidi kepada Republika, Kamis (26/5).

Pengajian-pengajian terbuka di berbagai tempat pun sudah mulai digelar, walau belum seramai ketika sebelum pandemi Covid-19. Hal ini karena PPKM belum berakhir sepenuhnya.

Kendati aktivitas dakwah sudah hampir normal kembali, Kiai Zubaidi mengatakan, para dai sebaiknya tetap memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa menjaga kesehatan itu penting. Meskipun wabah Covid-19 sudah mereda, tentu kewaspadaan harus tetap dijaga karena Covid-19 belum betul-betul hilang dari bumi Indonesia dan dunia.

"Di samping Covid-19, banyak juga penyakit lain yang perlu diwaspadai di tengah-tengah kerumunan. Karena itu, penggunaan masker kalau masih menjadi tradisi masih bagus, terutama bagi mereka yang sakit seperti terkena flu dan batuk,” kata Kiai Zubaidi. 

Hal serupa disampaikan Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (Ikadi), KH Ahmad Kusyairi Suhail. "Alhamdulillah, aktivitas dakwah menggeliat lagi," ujar dosen Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, itu kepada Republika, Kamis (26/5).

Kajian-kajian di masjid dan perkantoran, Kusyairi melanjutkan, saat ini kembali berlangsung secara offline. Tabligh-tabligh akbar di berbagai daerah pun kembali digelar menyesuaikan level PPKM wilayah dan daerah. Kegiatan-kegiatan dakwah seperti itu tentu sangat besar manfaatnya bagi penguatan jiwa dan spiritual umat.

"Sehingga dapat terus tabah di tengah wabah dan senantiasa istiqamah menghadapi berbagai situasi dan kondisi serta beragam ujian hidup," ujarnya.

Secara umum, Kiai Kusyairi melanjutkan, dakwah termasuk majelis taklim, pada masa pandemi agak meredup, tapi tidak mati. Sebab, aktivitas dakwah secara daring sangat marak selama pandemi sehingga penguatan spiritual keagamaan umat masih tetap berlangsung.

Pada masa pandemi, kata Kiai Kusyairi, Ikadi tetap menggerakkan program-program dakwahnya, seperti kajian Islam, webinar, peringatan hari-hari besar Islam, kajian Ramadhan, lomba-lomba dakwah digital, dan lainnya. Semua kegiatan dakwah tersebut disiarkan langsung dan dipublikasikan melalui media-media daring resmi Ikadi, seperti channel Youtube IKADI TV dan lainnya.

Kiai Kusyairi menerangkan, media yang digunakan Ikadi dalam berdakwah cukup variatif. Di antaranya melalui website resmi, radio, channel Youtube IKADI TV, Facebook, dan Instagram.

"Sebagian dai Ikadi juga menjadi narasumber di berbagai televisi, baik di daerah maupun pusat. Selain tentu saja, memanfaatkan mimbar-mimbar Jumat dan kajian-kajian rutin memberi pencerahan umat dan masyarakat dengan materi-materi Islam rahmatan lil ‘alamin," kata pengurus Pondok Pesantren YAPIDH Bekasi ini.

Kembali aktifnya kegiatan majelis taklim juga diakui Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), Nurfitria Farhana. Menurut dia, di berbagai tempat, kegiatan majelis taklim telah kembali diselenggarakan dan menarik minat banyak jamaah untuk datang. Salah satunya, kata dia, yakni kegiatan taklim BKMT DKI Jakarta yang telah mulai normal dan digelar secara offline.

"Alhamdulillah, kegiatan taklim di Jakarta perlahan sudah berangsur normal. Saya bisa rasakan pada saat Lebaran, silaturahim dan kunjungan ibu-ibu majelis taklim kembali normal," kata Nurfitria kepada Republika, Kamis.

Berbeda dari dua tahun terakhir ketika majelis-majelis taklim digelar secara daring, saat ini majelis taklim di DKI Jakarta secara bertahap diselenggarakan secara langsung atau tatap muka dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. BKMT DKI Jakarta pun telah membuka kembali majelis-majelis yang sebelumnya harus tutup karena pandemi.

"Saya bersyukur dengan pelonggaran yang dikeluarkan pemerintah sebab kini kegiatan berdakwah bisa syiar kembali. Kerinduan belajar dalam suasana taklim sangat dirindukan oleh jamaah," katanya.


Penjabat Gubernur DKI Dinilai Harus Paham Konstelasi  

Calon Pj Gubernur Jakarta harus memenuhi persyaratan untuk karakteristik wilayah DKI Jakarta.

SELENGKAPNYA

Rafael Nadal Berharap Tuah Rolland Garros

Performa Rafael Nadal menanjak ketika mencatatkan rekor juara Grand Slam ke-21 saat menjadi yang terbaik di Australia Terbuka.

SELENGKAPNYA

Amplop Pernikahan Milik Siapa?

Amplop yang diterima dari para tamu undangan pernikahan menjadi milik siapa?

SELENGKAPNYA
×