Warga mengibarkan bendera Palestina saat Idul Fitri di Masjid Kubah Batu di kawasan kompleks Masjid al-Aqsha di Kota Tua Yerusalem, Palestina, Senin (2/5/2022). | AP/Mahmoud Illean

Laporan Utama

26 May 2022, 07:46 WIB

Rekatkan Dukungan untuk Palestina

Dukungan nyata diharapkan membantu perjuangan rakyat Palestina.

OLEH IMAS DAMAYANTI

 

Penjajahan terhadap Palestina oleh Israel masih berlangsung. Meski dunia seolah dipertontonkan dengan telanjang mata oleh ketidakadilan tersebut, umat Islam utamanya masyarakat Muslim Indonesia diharapkan tidak boleh sedikit pun merenggangkan dukungan untuk Palestina.

Banyak lembaga kemanusiaan yang fokus terhadap isu Palestina mengusung berbagai program untuk setidaknya membantu meringankan penderitaan rakyat setempat. Sekretaris Jenderal Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Suhartono mengatakan, pihaknya memiliki program penyaluran bantuan yang berkesinambungan kepada Palestina. Di antaranya, yakni program Ramadhan, kurban, hingga program musim dingin.

“Selama pandemi saja, KNRP tetap mengirim relawannya langsung ke kamp pengungsian Palestina seperti di Lebanon dan Turki Selatan,” kata dia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (republikaonline)

Di samping menyalurkan bantuan, pihaknya juga  mengedukasi masyarakat Indonesia melalui media sosial KNRP tentang Palestina. Pembiaran terhadap isu Palestina  menjadi bukti lemahnya dunia dalam membela hak bangsa Palestina.

Penyikapan berbeda dinilai justru ditampakkan terhadap konflik Ukrania-Rusia. Harusnya, kata Suhartono, simpati terhadap Ukrania juga berlaku terhadap Palestina. Di sinilah dia melihat ada ketidakadilan dunia dalam bersikap.

“Maka di sini pentingnya media untuk menyuarakan kebenaran karena propaganda yang dimulai dari media menjadi penentu apakah suatu permasalahan itu akan diperhatikan atau dilupakan,” kata Suhartono.

Untuk itu, dia berupaya mengajak masyarakat untuk terus mendukung Palestina. Caranya adalah dengan berkomitmen melakukan sosialisai Al-Qodhiyyah Al-Filistiniyyah (permasalahan Palestina dengan berbagai sarana, metode, dan kegiatan) serta mobilisasi dukungan baik itu yang bersifat moril maupun materil.

 
Simpati terhadap Ukrania semestinya juga berlaku terhadap Palestina. Di sinilah ada ketidakadilan dunia dalam bersikap.
 
 

Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Sarbini Abdul Murad menjelaskan, pihaknya menempatkan tiga relawan di Gaza, Palestina. Selain itu, dukungan terhadap Palestina dilakukan dengan membangun rumah sakit yang sudah rampung di wilayah Gaza dengan kapasitas 200 bed dengan struktur bangunan lima lantai.

Dia menekankan bahwa rumah sakit yang disediakan MER-C itu dilengkapi dengan kualitas yang cukup baik untuk warga Palestina. Di tahap selanjutnya, Sarbini mengatakan bahwa MER-C berencana membangun poli spesialis sebagai layananan medis yang diperuntukkan bagi warga Palestina. “MER-C senantiasa, dengan konsisten dan konstan mengirim bantuan medis ke Gaza,” kata dia.

Dia pun meminta kepada Pemerintah RI untuk melakukan berbagai pendekatan diplomatik dan personal kepada para pejabat Mesir untuk mendapatkan kemudahan akses bagi relawan medis yang hendak masuk ke Palestina. Sebagaimana diketahui, salah satu akses masuk ke Palestina dari dunia luar dapat ditempuh melalui Mesir.

photo
Pria Palestina menggiling gandum pada musim panen di pertanian di Khan Younis. Jalur Gaza, Sabtu (21/6/2022). - (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)

Ketua DPN Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Muhammad Jazuli Ambari mengatakan, BSMI berupaya menyuarakan setiap persoalan kemanusiaan yang terjadi di Palestina. Pihaknya juga senantiasa mendukung Palestina hingga mencapai hak asasi kemerdekaan dan terbebas dari penjajahan Israel.“Kami akan terus dukung Palestina,” kata Jazuli.

Dia pun menjabarkan sejumlah bantuan yang diberikan kepada Palestina secara konsisten. Bantuan tersebut berupa bantuan medis dan aspek lainnya. Antara lain bantuan alat-alat kesehatan dan obat-obatan, tenaga medis untuk pelayanan di Rumah Sakit Syifa, Rumah Sakit Mata, hingga Rumah Sakit Jiwa.

Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan perbaikan sarana prasarana rumah sakit yang rusak, memberikan bantuan kursi roda, pemberian kaki palsu, diklat isolasi sel punca, bantuan ambulans, pemberian bantuan pangan dan sandang, hingga capacity building SDM dengan beasiswa tinggi PPDS dan doktoral juga dokter umum.

Dia berharap, dukungan nyata tersebut senantiasa dapat meringankan perjuangan Palestina dalam memperoleh kemerdekaannya. Dia pun mengajak kepada segenap masyarakat dunia untuk senantiasa memberikan dukungan kepada Palestina.

Butuh Dukungan Dunia untuk Kemerdekaan Palestina

photo
Dosen Luar Biasa Universitas Airlangga asal Gaza Palestina, Dr Ahmed Mohammed Omar Al-Madani, - (Syalaby Ichsan/Republika)

Penjajahan Israel terhadap Palestina merupakan tanggung jawab dunia. Butuh tanggung jawab masyarakat internasional untuk menghadirkan sebuah negara berdaulat bagi rakyat Palestina.

Ketidakadilan yang diperlihatkan Israel di Palestina hari demi hari harus segera dihentikan. Masyarakat internasional tak boleh tinggal diam.

Lantas, bagaimana sebetulnya dukungan Indonesia dan juga masyarakat internasional terhadap Palestina? Wartawati Republika Imas Damayanti mewawancarai Dosen Luar Biasa Universitas Airlangga asal Gaza Palestina, Dr Ahmed Mohammed Omar Al-Madani, melalui sambungan telepon, Rabu (18/5). Berikut kutipannya. 

Bagaimana anda melihat sejauh ini dukungan Indonesia untuk Palestina?

Saya melihat dukungan Indonesia kepada Palestina sangatlah baik. Sejauh ini kita lihat bantuan-bantuan dari Indonesia terus berdatangan membantu Palestina. Mulai dari obat-obatan, kebutuhan medis, pendidikan, dari hari ke hari semakin bagus. Indonesia merupakan salah satu negara yang senantiasa mendukung dan membantu Palestina.

Tapi dalam kasus penembakan jurnalis Aljazirah tempo lalu, saya belum melihat dukungan atau langkah-langkah yang digerakkan Pemerintah Indonesia. Namun tentu saja, Kedutaan Palestina di Jakarta sangat mengapresiasi dukungan-dukungan yang diberikan Indonesia kepada kami.

Tapi memang yang perlu ditekankan, dukungan-dukungan dari Indonesia terhadap Palestina saya harapkan bisa diperluas. Misalnya saja saat Presiden Jokowi bertemu dengan Presiden Amerika Joe Bidden, beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu, saya tidak melihat bahwa isu Palestina menjadi salah satu pembahasan yang dibicarakan di sana oleh Presiden Jokowi.

Bagaimana dukungan dunia internasional untuk Palestina?

Kita tahu bahwa Israel memiliki kekuatan yang besar sehingga mereka sangat ‘di atas angin’ dalam menganeksasi Palestina. Dunia melihat ini. Namun demikian kita juga mengakui bahwa dunia internasional sesunguhnya tidak tinggal diam melihat hal itu, ini terbukti dengan datangnya bantuan dari dunia internasional.

Ya, kita memang dibantu. Ada obat-obatan yang dikirimkan, makanan, mungkin juga kebutuhan-kebutuhan harian, tapi apakah ini semua cukup untuk mendukung Palestina? Jika hanya bantuan-bantuan seperti makanan dan obat-obatan yang diberikan, ini seperti mereka tidak melihat masalah sesungguhnya yang dialami rakyat Palestina.

Apa yang sebetulnya diinginkan Palestina? Kemerdekaan. Bayangkan, kami sudah 15 tahun tidak ada election. Untuk itu dukungan dunia internasional dalam menyuarakan dan menggagas solusi-solusi konkret untuk kemerdekaan Palestina sangatlah penting.

Bagaimana strategi dalam merekatkan kembali masyarakat dunia untuk memberikan dukungan terhadap Palestina?

Banyak hal yang harus dilakukan untuk mendukung kemerdekaan Palestina. Negara-negara Islam, misalnya, perlu untuk bersatu menyuarakan dan memberikan solusi atas hal ini dan membicarakannya di panggung global.

Amerika Serikat harus memberikan keadilan, harus memainkan politik yang mengutamakan keadilan dan juga kemanusiaan. Karena politik yang selama ini diperlihatkan tidak mencerminkan itu, inilah masalahnya.

Kita lihat sekarang, seolah-olah no one can help us. There is no solution from international community for us.

Maka saya rasa, jika dunia internasional ingin secara serius membantu dan mendukung Palestina, maka lakukanlah solusi-solusi yang mengarah kepada kemerdekaan dan kedaulatan Palestina.


Saat Kemanusiaan Abaikan Palestina

Ada perbedaan Barat dan Eropa dalam menyikapi konflik Palestina-Israel dengan Ukraina-Rusia.

SELENGKAPNYA

Jangan Berhenti Mencintai Palestina

Palestina tak juga menjadi isu prioritas bagi warga dunia yang lebih tegas saat Perang Ukraina.

SELENGKAPNYA

Mati dalam Keadaan Fitrah

Dari Allah fitrah dan hendaknya kembali kepada Allah dalam keadaan fitrah. Bersih semua.

SELENGKAPNYA
×