Iroh Siti Zahroh menyadari betul penguatan akidah dalam setiap pergerakan program yang dilakukan merupakan hal utama | Facebook/Iroh siti zahroh

Uswah

22 May 2022, 04:30 WIB

Kuatkan Ketahanan Keluarga dengan Akidah

Dalam ketahanan keluarga peran laki-laki sangat dibutuhkan

OLEH IMAS DAMAYANTI

Keluarga menjadi elemen inti dalam membentuk fondasi peradaban bangsa. Kuatnya ketahanan keluarga akan menopang bagaimana nasib bangsa ini ke depan. Karena itu, tidak heran jika Iroh Siti Zahroh memilih untuk bergerak di bidang keluarga khususnya untuk kaum Muslimah di Indonesia. 

Ketua Umum Wanita Persatuan Ummat Islam (PUI) selama dua periode berturut-turut ini memotori gerakan ketahanan keluarga. Dari pengalamannya itu, Iroh menjadi saksi mata sekaligus pelaku dalam perjuangan nilai-nilai akidah, dakwah, pendidikan, ekonomi, kesehatan, hingga keluarga.

“Keluarga itu sebetulnya organisasi terkecil, namun memiliki kekuatan dan memberikan pengaruh yang besar bagi para anggotanya. Makanya, kita harus memproteksi ini secara bersama-sama,” kata Iroh saat dihubungi Republika, Rabu (11/5).

Dunia organisasi boleh dikatakan cukup dekat dengan Muslimah kelahiran Majelangka, Jawa Barat ini.  Iroh yang juga merupakan cucu dari pendiri PP PUI ini mengaku bahwa apa yang dilakukannya dalam bidang organisasi kemasyarakatan merupakan perjalanan dakwah yang  dapat memberikan manfaat seluas-luasnya.

Di Wanita PUI, Iroh mendorong penguatan ketahanan keluarga dengan menggandeng sejumlah pihak. Misalnya, baru-baru ini Wanita PUI melakukan kerja sama dengan Pemerintah Kota Cilegon untuk menggagas sebuah kota berkonsep Ketahanan Keluarga.

“Jadi kotanya itu nanti bukan hanya ramah terhadap anak saja, tapi juga berupaya untuk ramah terhadap kalangan lainnya. Di mana tentunya kita sesuaikan dengan kaidah-kaidah ketahanan keluarga,” kata dia.

 
Konsep pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi dinilai akan semakin kuat apabila paradigma mengenai akidah Islam telah baik.
 
 

Sebagai salah satu pimpinan sebuah organisasi yang bernafaskan Islam, Iroh menyadari betul penguatan akidah dalam setiap pergerakan program yang dilakukan merupakan hal utama. Konsep pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi dinilai akan semakin kuat apabila paradigma mengenai akidah Islam telah baik.

Di tengah beragam tantangan zaman, Iroh menyadari pergerakan organisasi Islam—terlebih yang difokuskan kepada Muslimah—harus benar-benar memperhatikan kaderisasi. Untuk itu, Wanita PUI senantiasa terjun dari daerah ke daerah untuk melakukan sosialisasi, menghidupkan majelis taklim dan lembaga pendidikan, hingga melakukan advokasi hukum.

Meski Wanita PUI belum sebesar ormas Islam perempuan lainnya, Iroh tetap bersemangat dalam amar makruf nahi munkar. Semangat ini terus digelorakan agar menyentuh ke berbagai lapisan masyarakat.

Dia pun menekankan proses mendakwahkan nahi munkar dilakukan dengan pendekatan yang lembut setelah adanya penguatan akidah terlebih dahulu. “Jadi yang nahi munkar ini, kita tidak lakukan dengan frontal begitu ya. Kita lakukan ke penguatan akidahnya dulu,” kata dia.

Dalam program ketahanan keluarga, Iroh menambahkan, peran laki-laki sangat dibutuhkan. Dia menilai, kolaborasi dan kepedulian laki-laki terhadap keluarga menjadi titik krusial yang harus dikuatkan bersama. Dia pun berharap, tidak ada lagi laki-laki yang beranggapan bahwa urusan keluarga hanyalah domain perempuan saja.

photo
Iroh Siti Zahroh menyadari betul penguatan akidah dalam setiap pergerakan program yang dilakukan merupakan hal utama - (Facebook/Iroh siti zahroh)

PROFIL

Nama lengkap: Iroh Siti Zahroh

Tempat, tanggal, lahir: Majalengka

Riwayat pendidikan: SMAN Majalengka (1979), S1 Universitas Indonesia, S2 Universitas Indonesia

Riwayat aktivitas: sejumlah aktivitas pernah dilakukan, salah satunya melakukan kegiatan di Pusbindiklat Peneliti LIPI, peneliti di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BBPT), dan Ketum Wanita PUI dua periode (2015-2020 dan 2020-sekarang).


Iklan Kuota Kurban Terbatas

Setiap informasi dan konten iklan harus jujur dan tidak boleh ada manipulasi atau kebohongan.

SELENGKAPNYA

Meneguhkan Kebebasan Selepas Ramadhan

Bulan suci Ramadhan adalah bulan ta’dib, yaitu bulan dididiknya kaum Muslimin.

SELENGKAPNYA

Kesucian Jiwa

Setelah jiwa kita bersih dari kotoran, kita harus mengisinya dengan kebaikan.

SELENGKAPNYA
×