Ekspor Nonmigas Bisa Dorong Surplus Dagang Aktivitas bongkar muat Peti kemas di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Senin (31/3). Bank Indonesia memprediksi neraca perdagangan Februari surplus US$760 juta, berbalik arah dari kinerja Januari yang defisit US$4 | Republika/Adhi Wicaksono

Ekonomi

18 May 2022, 10:31 WIB

Surplus Dagang Cetak Rekor

Surplus dagang tersebut diperoleh dari nilai ekspor sepanjang April 2022 sebesar 27,32 miliar dolar AS

JAKARTA -- Neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang April 2022 kembali mencatat surplus sebesar 7,56 miliar dolar AS. Capaian tersebut menjadi surplus dagang yang ke 24 kali secara beruntun sejak 2020 sekaligus terbesar sepanjang sejarah.  

"Surplus kita cukup tinggi," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (17/5).

Surplus dagang tersebut diperoleh dari nilai ekspor sepanjang April 2022 sebesar 27,32 miliar dolar AS, sedangkan impor hanya 19,76 miliar dolar AS. Margo menjelaskan, nilai ekspor sebesar 27,32 miliar dolar AS mengalami kenaikan 3,11 persen secara bulanan atau month to month (mtm). Secara tahunan (year on year/yoy) mengalami kenaikan 47,76 persen.

Berdasarkan sektornya, ekspor migas mencapai 1,43 miliar dolar AS, naik 2,01 persen (mtm) dan meningkat 48,93 persen (yoy). Sementara itu, di sektor nonmigas, ekspor pertanian kehutanan mencapai 390 juta dolar AS atau turun 8,42 persen (mtm), tapi masih tumbuh 15,89 persen secara tahun ke tahun.

Ekspor sektor lainnya, yakni industri pengolahan, mencapai 19,09 miliar dolar AS. Meski turun 0,89 persen secara bulan ke bulan, tercatat masih meningkat 27,92 persen apabila dibandingkan dengan ekspor pada April 2021. Untuk ekspor pertambangan dan lainnya sebesar 6,41 miliar dolar AS, naik 18,58 persen (mtm) dan melonjak 182,48 persen (yoy). Margo mengatakan, ekspor nonmigas menyumbang 94,75 persen persen dari total nilai ekspor selama April lalu.

Dari sisi impor, tercatat sebesar 19,76 miliar dolar AS. Angka itu mengalami penurunan 10,01 persen (mtm), tapi masih naik 21,97 persen (yoy).

Berdasarkan penggunaan barang, seluruhnya kompak mengalami penurunan secara bulanan. Impor konsumsi senilai 1,7 miliar dolar AS turun 6,4 persen (mtm), tapi meningkat 4,2 persen (yoy). Impor bahan baku sebesar 15,54 miliar dolar AS, menurun 8,68 persen (mtm), tapi tumbuh 25,51 persen (yoy). Sedangkan, impor barang modal sebesar 2,52 miliar dolar AS, anjlok 19,34 persen (mtm), tetapi masih meningkat 15,16 persen (yoy).

"Peran dari golongan bahan baku sebesar 78,62 persen dari total nilai impor selama April," kata dia.

Sementara itu, neraca dagang selama periode Januari-April 2022 juga mencatatkan surplus sebesar 16,89 miliar dolar AS. "Tren surplus periode ini adalah kinerja terbaik surplus kita sejak 2017," ujarnya.

Bank Indonesia (BI) menilai surplus neraca perdagangan telah berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia. Kinerja positif tersebut melanjutkan surplus neraca perdagangan Indonesia sejak Mei 2020.

"Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas kebijakan terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal serta mendukung pemulihan ekonomi nasional," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan pers.

Perkembangan positif tersebut didukung oleh meningkatnya ekspor nonmigas dari 25,09 miliar dolar AS pada Maret 2022 menjadi 25,89 miliar dolar AS pada April 2022. Peningkatan ekspor nonmigas terutama bersumber dari ekspor komoditas berbasis sumber daya alam yang membaik.

Beberapa di antaranya yakni bahan bakar mineral, termasuk batu bara, bijih logam, serta besi dan baja didukung oleh harga global yang masih tinggi. Ditinjau dari negara tujuan, ekspor nonmigas ke Cina, Amerika Serikat, dan Jepang tetap tinggi seiring dengan permintaan yang tetap kuat.

"Impor nonmigas masih kuat pada seluruh komponen, sejalan dengan perbaikan ekonomi domestik yang berlanjut," katanya.


Adopsi Teknologi, Kunci Sukses Bisnis FnB

Dengan teknologi yang membantu efisiensi, pelaku usaha dapat berfokus kepada strategi pengembangan.

SELENGKAPNYA

Jalan Terjal Transformasi Energi Jerman

Ketergantungan pasokan gas dari Rusia menjadi kendala rencana transformasi produksi energi listrik di Jerman.

SELENGKAPNYA

Wajib Masker Dilonggarkan

Pelonggaran wajib masker menjadi bagian program transisi dari pandemi menuju endemi Covid-19.

SELENGKAPNYA
×