Sejumlah petugas pemadam kebakaran dari Pertamina berusaha menangani kebakaran yang terjadi di area RU V Pertamina, Karanganyar, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (4/3/2022). PT Kilang Pertamina Internasional menurunkan empat unit truk pemadam dan siste | ANTARA FOTO/Humas Pertamina/Handout/Novi Abdi

Ekonomi

17 May 2022, 06:00 WIB

Pertamina: Stok BBM Aman Usai Kebakaran Kilang

Kilang Pertamina Internasional akan mempergunakan komponen Pertamina Patra Niaga yang diambil dari dari Terminal BBM Tanjung Uban.

JAKARTA — PT Pertamina (Persero) menyatakan peristiwa kebakaran di Plant 5 pada Ahad (15/5) yang merupakan salah satu unit di area Kilang Balikpapan tidak mengganggu suplai bahan bakar minyak (BBM) ke masyarakat. Pertamina menjamin stok BBM di Kilang Balikpapan masih mencukupi untuk pemenuhan kebutuhan suplai ke Terminal BBM di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Area Manager Communication, Relation, and CSR Kilang Balikpapan Ely Chandra mengatakan, saat ini stok BBM dari Kilang Balikpapan masih mencukupi untuk pemenuhan kebutuhan suplai ke Terminal BBM di Balikpapan. Selanjutnya, PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) bersinergi dengan PT Pertamina Patra Niaga (PT PPN) memastikan produksi dan suplai BBM ke masyarakat tetap dapat berjalan normal tanpa ada kendala.

Bahkan, Pertamina juga telah mempersiapkan skenario alih suplai, berkoordinasi dengan Pertamina Group sebagai antisipasi, dan untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan BBM masyarakat. “Kami akan mengoptimalkan stok yang terdapat dalam tangki. Namun, kami juga tengah mempersiapkan rencana tambahan bahan baku produk untuk menggantikan kebutuhan komponen High Octane Mogas Component (HOMC) dari Plant 5 yang diperlukan untuk memproduksi BBM,” kata Ely dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Senin (16/5).

Kilang Pertamina Internasional akan mempergunakan komponen Pertamina Patra Niaga yang diambil dari dari Terminal BBM Tanjung Uban. HOMC merupakan komponen yang diperlukan untuk memproduksi BBM beroktan tinggi, seperti Pertamax.

Ely menyampaikan, produksi dan suplai BBM ke masyarakat tetap dapat berjalan normal tanpa ada kendala. Bahkan, Pertamina juga telah mempersiapkan skenario alih suplai, berkoordinasi dengan Grup Pertamina sebagai antisipasi dan untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan BBM masyarakat. “Perbaikan Plant 5 dijadwalkan selesai dalam tujuh hari ke depan. Kami memastikan produksi BBM tetap dapat berjalan dengan aman,” ujar Ely.

Imbas kejadian terbakarnya tangki penyimpanan BBM di Plant 5 mengakibatkan tiga orang luka bakar yang merupakan pekerja Pertamina, dua orang korban yang terpapar panas yang merupakan pekerja dari kontraktor telah selesai perawatan di klinik dan telah kembali ke rumah masing-masing. “Sedangkan, satu orang lagi tidak berhasil diselamatkan merupakan pekerja kontraktor,” kata Ely.

Dari lima korban luka terdiri atas tiga karyawan Pertamina dan dua karyawan kontraktor. Ketiga karyawan Pertamina menderita luka bakar dan dirawat intensif di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB). Kilang Balikpapan dan perusahaan tempat korban bekerja akan memastikan almarhum mendapatkan penanganan terbaik terkait dengan hak-haknya seraya menyiapkan kebutuhan lain yang diperlukan.

Plant 5 Unit Hydro Skimming Complex merupakan unit yang membuat atau menyiapkan bahan baku untuk produk gasoline (Pertalite dan Pertamax). Dua kali kasus tangka penyimpanan BBM terbakar di area Kilang Balikpapan. 

Kilang minyak Pertamina di Balikpapan tepatnya di area Refinery Unit (RU) juga terbakar pada 4 Maret lalu. Kilang minyak tersebut sempat terbakar selama kurang lebih satu jam sebelum berhasil dipadamkan.

RU V telah beroperasi sejak 1922 dan saat ini memasok hingga 26 persen total kebutuhan BBM di seluruh Indonesia. Lokasi RU V sangat strategis untuk memasok kebutuhan BBM di kawasan Indonesia Timur dan didukung oleh jaringan distribusi yang baik, mencakup pipa distribusi, kapal tanker, serta moda transportasi darat.

Kilang milik Pertamina lainnya tepatnya di tangki 36 T-102 yang berlokasi di Cilacap juga pernah terbakar pada 13 November 2021. Satu tangki berisi pertalite ludes terbakar di Kilang Cilacap. Kejadian kebakaran ini merupakan yang ketiga kalinya dalam satu tahun ini bagi perusahaan pelat merah terkaya di Indonesia itu.

Kebakaran juga terjadi di area 39 Pertamina RU IV Cilacap pada medio Juni 2021. Api melalap habis satu tangki berisi Benzene tersebut. Kilang Cilacap merupakan satu dari enam kilang milik Pertamina dan kapasitas pengolahan 270 ribu barel per hari. Kilang ini memiliki sekitar 200 tangki untuk menampung //crude// yang akan diolah, gas, serta BBM hasil pengolahan minyak mentah.  


Calhaj Diminta Segera Lengkapi Vaksin

Sebanyak 44.919 calhaj berisiko tinggi pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

SELENGKAPNYA

Teknologi Kanker Antar Pandu Masuk Forbes 30

Panakeia mengembangkan pendekatan pertama yang bisa mendeteksi profil biomarker kanker tanpa harus melakukan tes dengan bantuan teknologi AI.

SELENGKAPNYA

Regulasi Hak Penerbit Masuk Setneg

Aturan ini nantinya akan mengatur konvergensi industri media dan lapangan usaha.

SELENGKAPNYA
×