Ilustrasi Bank BNI | ANTARA FOTO/Siswowidodo

Ekonomi

17 May 2022, 06:54 WIB

BNI-JRB Fasilitasi Pinjaman ke Ichii Industries

Pemberian pinjaman kepada perusahaan Jepang merupakan bentuk komitmen BNI memberikan layanan perbankan secara menyeluruh.

JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk bekerja sama dengan Japan Regional Bank (JRB), yakni The Iyo Bank, Ltd dan The Shoko Chukin Bank Ltd memfasilitasi pinjaman modal kerja dalam mata uang yen kepada PT Ichii Industries Indonesia.

Bank pelat merah itu berupaya proaktif dalam menjalankan peran sebagai agen pembangunan yang memfasilitasi masuknya investasi ke Tanah Air. Direktur Treasury dan Internasional BNI Henry Panjaitan mengatakan, Jepang merupakan salah satu negara mitra dengan arus investasi langsung ke Indonesia yang semakin kuat pada masa pemulihan ekonomi tahun ini.

Menurut dia, kerja sama dengan JRB akan memfasilitasi lebih banyak investasi masuk ke Indonesia. “Tentunya, kerja sama seperti ini akan terus kami dorong untuk mengakselerasi kinerja international banking sekaligus memfasilitasi lebih banyak investasi masuk ke Indonesia. BNI cukup yakin untuk eksplorasi pasar Jepang lebih lanjut, terlebih partner kami, JRB, banyak memberi referral nasabah yang akan berbisnis di Indonesia untuk menggunakan layanan BNI melalui skema Japan Desk,” kata Henry di Jakarta, Senin (16/5).

Henry menyampaikan, pemberian pinjaman kepada perusahaan Jepang itu merupakan bentuk komitmen dari BNI memberikan layanan perbankan secara menyeluruh kepada nasabah-nasabah Jepang, terutama nasabah JRB yang telah lama bermitra dengan BNI.

Ichii Industries Indonesia dikenal sebagai salah satu perusahaan lokal asal Jepang berorientasi ekspor yang bergerak dalam bidang suku cadang otomotif serta bermitra dengan banyak perusahaan otomotif terkemuka di Jepang. Skim kredit tersebut menggunakan pola penjaminan dari JRB sebagai partner BNI di Jepang.

Pinjaman dalam bentuk yen itu dimungkinkan dengan adanya dukungan dari BNI Cabang Tokyo, Jepang, sehingga BNI dapat memberikan fasilitas pembiayaan yen dengan bunga kompetitif.

Kerja sama BNI dengan JRB meliputi penyediaan jasa layanan perbankan bagi investor Jepang yang akan menanamkan modalnya di Indonesia, dan juga mendukung ekspor bagi perusahaan-perusahaan lokal di Indonesia yang mempunyai hubungan kerja sama dengan investor-investor dari luar negeri, termasuk Jepang.

BNI pun telah mempunyai unit Japan Desk sebagai unit khusus yang menangani banyak  perusahaan Jepang yang akan berinvestasi di Indonesia maupun yang telah beroperasi di Indonesia. Perusahaan yang telah bekerja sama dengan BNI tersebut tersebar di kawasan industri di Indonesia, antara lain, Kawasan Industri KIIC, MM2100, Jababeka, EJIP, dan Suryacipta.

“Sebagian besar perusahaan Jepang tersebut memang banyak beroperasi di Pulau Jawa sehingga kami harapkan akan lebih menyebar ke kawasan industri lainnya di luar Pulau Jawa, seperti di Batam, Makassar untuk mendukung pemerataan ekonomi di Indonesia,” kata Henry.

BNI dapat memberikan berbagai fasilitas perbankan kepada calon nasabah dari Jepang, seperti untuk kebutuhan relokasi usahanya ke Indonesia melalui pemberian kredit, cash management, forex, letter of credit (L/C), dan informasi tentang kondisi perekonomian  Indonesia, iklim investasi di Indonesia, dan penyelesaian perizinan usaha di Indonesia.

photo
Direktur Manajemen Risiko BNI David Pirzada (kiri), Direktur Treasury dan International BNI Henry Panjaitan (kedua kiri), Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati (kedua kanan), dan Direktur Bisnis UMKM BNIMuhammad Iqbal (kanan) berbincang dalam Public Expose Penawarkan Obligasi Korporasi Berwawasan Lingkungan (green bond) I BNI Tahun 2022, Di Jakarta, Rabu (11/5/2022). Sebagai pioneer green banking, BNI menjadi bank nasional pertama yang menerbitkan green bond dalam denominasi rupiah. Dana terhimpun akan digunakan untuk pembiayaan maupun pembiayaan kembali proyek-proyek dalam kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL). - (ANTARA FOTO/Reno Esnirx)

Sebelumnya, BNI juga menangkap peluang pengembangan bisnis ke area sektor downstream atau sektor turunan komoditas untuk menumbuhkan kredit pada tahun ini. Corporate Secretary BNI Mucharom menyampaikan, potensi pertumbuhan kredit tahun ini tergolong cukup tinggi karena banyak sektor yang kembali membukukan peningkatan kinerja cukup baik, khususnya dari sektor turunan komoditas.

“Sektor downstream komoditas ini menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Kami melihat banyak pembangunan smelter akan sangat marak dan besar,” ujar Mucharom.

Mucharom menilai, hal ini pun sejalan dengan arahan dari pemerintah agar komoditas andalan Tanah Air dapat dijual ke luar negeri dengan nilai tambah lebih tinggi. Pemerintah mulai banyak melarang barang yang belum jadi sehingga semua proses pengolahan terjadi di dalam negeri. Dengan demikian, kebijakan tersebut diharapkan menjadi mesin pertumbuhan segmen korporasi swasta.

Mucharom mennyatakan, pertumbuhan kredit BNI tahun ini masih sesuai target awal tahun karena beberapa nasabah top tier sudah mulai menunjukkan perbaikan kinerja, seperti infrastruktur, listrik dan gas, pergudangan, serta digital.


Pesan Membaca di Harbuknas

Secara teoretis membaca akan memacu kecerdasan dan kinerja otak.

SELENGKAPNYA

Penembak di Buffalo Unggah Manifesto

Manifesto yang diyakini ditulis Grandon itu menguraikan tentang teori konspirasi rasis.

SELENGKAPNYA

Tren Penurunan Kasus Covid-19 Berlanjut

Situasi akan terkendali bila kasus Covid-19 sudah melandai, kematian sudah ditekan.

SELENGKAPNYA
×