Petugas menunjukkan sejumlah barang bukti hasil penggledahan anggota kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) saat konferensi pers di Polsek Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Kamis (28/4/2022). | ANTARA FOTO/Nur Saleha

Nusantara

17 May 2022, 03:45 WIB

Puluhan Warga Poso dan Ampana Diduga Terlibat Teroris

Anggota kelompok MIT Poso yang masih buron atau masuk daftar pencarian orang (DPO) berjumlah dua orang.

PALU – Puluhan warga Kabupaten Poso dan Ampana, Sulawesi Tengah, diduga terlibat dengan kelompok teroris. Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap 24 orang diduga pendukung dari kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso dan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyebutkan, penangkapan ke 24 tersangka itu berlangsung pada Sabtu (14/5) di tiga provinsi, yakni Sulawesi Tengah, Bekasi (Jawa Barat), dan Kalimantan Timur. Ia mengungkapkan, sebanyak 22 orang ditangkap di wilayah Sulawesi Tengah yang menjadi basis MIT Poso.

Ramadhan tidak menjelaskan lebih detail terkait dengan identitas para tersangka serta keterlibatan mereka dalam kelompok teroris tersebut. "Sebanyak 22 (ditangkap) di Sulteng, satu di Bekasi, dan satu di Kaltim," kata Ramadhan kepada wartawan di Jakarta, Senin (16/5).

Sementara itu, anggota kelompok MIT Poso yang masih buron atau masuk daftar pencarian orang (DPO) berjumlah dua orang. Kedua DPO kelompok MIT Poso tersebut, yakni Askar Alias Jaid alias Pak Guru dan Muhklas alias Galuh Alias Nae. 

photo
Petugas melakukan identifikasi terhadap sejumlah barang bukti hasil penggledahan anggota kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) saat konferensi pers di Polsek Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Kamis (28/4/2022). - (ANTARA FOTO/Nur Saleha)

Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Rudy Sufahriadi meminta kepada dua DPO MIT Poso yang tersisa segera menyerahkan diri. Menurut Rudy, Satuan Tugas (Satgas) Madago Raya memberikan kesempatan kepada dua DPO MIT Poso untuk menyerahkan diri secara baik ke Polri maupun TNI.

Kepala Bidang Humas Polda Sulteng Kombes Didik Supranoto menambahkan, pengejaran terus dilakukan dan tidak pernah berhenti. Selain itu, Satgas juga rutin menggelar razia di tiga wilayah operasi perburuan, yakni Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, dan Poso untuk mengantisipasi bantuan dan pergerakan simpatisan.

Hingga saat ini, kekuatan Satgas Madago Raya berjumlah 1.376 personel gabungan TNI dan Polri. "Kami harap dukungan warga dan kami tetap imbau kepada para DPO menyerahkan diri," jelasnya.

Ia menambahkan, Polda Sulteng juga bekerja sama dengan Densus 88 Korwil Sulteng terus mencegah aksi terorisme, khususnya di wilayah operasi. "Termasuk mencegah peran para simpatisan yang membantu kelompok MIT Poso," tuturnya.

Sebelumnya, Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal TNI Andika Perkasa menyampaikan, terdapat dua kemiripan yang cukup menonjol antara operasi khusus penumpasan MIT di Poso dengan operasi khusus di Papua, yakni medan yang terbilang sulit.

"Variabelnya cukup banyak dan tantangannya itu berbeda-beda, di Papua dan Poso hanya medan operasinya saja yang sulit," kata Andika usai meninjau pos skotis Satgas Madago Raya di Poso, Jumat (13/5). 

Sumber : antara


Jenderal Kompeni Mandi di Kali

Para budak juga berfungsi untuk menjaga gengsi. Makin banyak memiliki budak, makin tinggi status sosial seseorang.

SELENGKAPNYA

Abu Ubaidah Sang Penolak Jabatan Khalifah

Rasulullah memberi Abu Ubaidah bin Jarrah gelar “orang kuat yang terpercaya”.

SELENGKAPNYA

Pilih Kartu Kredit atau Pay Later?

Sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keuangan.

SELENGKAPNYA
×