Dokter Puskesmas Kecamatan Sawah Besar memberikan sosialisasi tentang penyakit hepatitis akut di Mangga Dua Selatan, Jumat (13/5/2022). | ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Nusantara

17 May 2022, 03:45 WIB

Kemenkes: Daerah Tingkatkan Surveilans Hepatitis Akut

Total ada 18 kasus diduga hepatitis akut misterius di Indonesia.

JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan, belum semua daerah di Indonesia menemukan kasus hepatitis akut dengan gejala berat. Namun, beberapa daerah telah meningkatkan surveilans hepatitis akut. 

Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan, dengan adanya peningkatan surveilans, semua pihak lebih waspada apabila ada anggota keluarga yang terkena sakit kuning yang menjadi penyebab penyakit hepatitis.

"Segera lapor ke fasilitas pelayanan kesehatan, kemudian kita perlu lihat juga di beberapa daerah itu apakah terjadi peningkatan pelaporan terkait dengan sindrom kuning atau demam kuning tadi,” kata Nadia dalam keterangannya, Senin (16/5).

Total ada 18 kasus diduga hepatitis akut misterius di Indonesia. Tujuh di antaranya meninggal dunia, termasuk satu kasus probable hepatitis akut di Jakarta Barat.

photo
Petugas kesehatan menyusun peralatan yang ada di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang, Sumatera Barat, Kamis (12/5/2022). Pihak RSUP M Djamil menyiapkan ruang isolasi khusus untuk penanganan penyakit hepatitis akut sebagai antisipasi lonjakan penyakit tersebut. - (ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi)

Hingga kini, Kemenkes belum dapat memastikan apakah hepatitis misterius ini juga bisa menyerang orang dewasa. "Kalau sampai sekarang ya kita lihat bahwa yang tersiar saat ini adalah pada usia kurang dari 16 tahun. Itu 90 persen pada usia satu bulan sampai 16 tahun,” kata dia.

Daerah yang meningkatkan kewaspadaan antisipasi hepatitis akut di antaranya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Madiun Anies Djaka mengatakan kewaspadaan penyebaran kasus hepatitis akut tersebut diwujudkan dengan gencar melakukan surveilans atau pengawasan sebagai upaya deteksi dini.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung juga terus meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi adanya persebaran hepatitis akut di daerahnya. Dinkes  terus melakukan pemantauan kepada anak yang baru lahir, serta anak dengan rentang usia 1 bulan hingga 16 tahun guna mengetahui perkembangan kesehatan anak di Provinsi Lampung.

"Dipantau juga untuk anak yang baru lahir biasa sampai sepekan kuning, ini normal tapi kalau sampai lebih dari seminggu ini yang perlu diantisipasi," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana.

Sekretaris Dinkes Erna Nuraena mengimbau masyarakat mewaspadai empat gejala awal hepatitis akut. Erna menyebut empat gejala hepatitis akut pada anak-anak itu yakni mual, muntah, diare berat dan demam ringan.

Selanjutnya, ada gejala lanjutan seperti air kencing berwarna pekat seperti teh, buang air besar berwarna putih pucat, warna mata dan kulit menguning, gangguan pembekuan darah, kejang dan kesadaran menurun. "Itu mengapa protokol kesehatan masih perlu ditaati masyarakat," katanya.

Sementara itu, sejumlah daerah melaporkan dugaan kasus hepatitis akut pada akhir pekan lalu. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Kaltim) Masitah mengatakan, satu kasus dugaan hepatitis akut yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Wahab Sjahranie. “Ini masih dugaan karena ada kasus demam dengue juga," kata dia.

Satu pasien anak diduga hepatitis dirawat ke RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar, Sulawesi Selatan. “Perkembangan pasien sangat bagus. Dan lima hari perawatan sudah semakin bagus," ujar Pelaksana Teknis, Direktur Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP Wahidin Sudirohusodo, Dr dr Nu'man AS Daud. 

Sumber : antara


Masjid Al Rawdah, Pesona New Gothic Nan Unik

Bicara tentang toleransi, lokasi Masjid Al Rawdah menyimbolkan hal itu.

SELENGKAPNYA

Panggilan Hati Claudia Theresia untuk Berislam

Air mata saya berlinang. Apakah ini petunjuk dari Allah untuk menguatkan tekad saya berhijrah?

SELENGKAPNYA

Sesudah Ramadhan Berlalu

Syawal yang datang sesudah Ramadhan hendaknya tetap menjadi momen perbaikan ketakwaan.

SELENGKAPNYA
×