Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Bilqis Prasista gagal mengembalikan kok ke arah lawannya pebulu tangkis tunggal putri Cina He Bing Jiao dalam pertandingan babak perempat final Piala Uber 2022 di Impact Arena, Bangkok, Thailand, Kamis (12/5/2022). T | ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Olahraga

14 May 2022, 18:50 WIB

Harapan Baru Selepas Piala Uber 2022

Yuni Kartika, mantan pemain tunggal putri, menyampaikan apresiasinya terhadap hasil dan permainan yang ditunjukkan pemain muda tim Uber Indonesia.

JAKARTA— Adanya dua perhelatan bulu tangkis yang berdekatan, yakni Piala Thomas-Uber 2022 dan SEA Games Vietnam, membuat PBSI harus menentukan pilihan, khususnya untuk pemain putri.

Akhirnya, demi meraih medali emas di SEA Games Vietnam, PBSI menurunkan pemain putri yang lebih senior. Sedangkan menghadapi Piala Uber, kesempatan diberikan kepada pemain muda yang masih miskin pengalaman.

Sejumlah pemerhati dan legenda bulu tangkis awalnya pesimistis dengan kekuatan tim Uber. Selain masih pemain muda, pertandingan beregu sekelas Piala Uber tentunya memiliki tekananan lebih besar dibanding perorangan.

Namun, Komang Ayu Cahya Dewi dkk mampu menunjukkan permainan terbaiknya. Jerman dan Prancis, yang pemainnya memiliki peringkat lebih baik, ternyata mampu dikalahkan masing-masing dengan skor 5-0. Alhasil, Indonesia pun memastikan lolos ke perempat final sekaligus melampui target yang dicanangkan PBSI.

Meski laju Indonesia terhenti di perempat final oleh Cina dengan skor 0-3, kekalahan itu tidak membuat Bilqis dkk layak untuk dikucilkan, apalagi dicemooh.

Yuni Kartika, mantan pemain tunggal putri, menyampaikan apresiasinya terhadap hasil dan permainan yang ditunjukkan pemain muda tim Uber Indonesia. Ia juga menyatakan kalau Piala Uber 2022 akan jadi titik awal bagi kekuatan tunggal putri untuk bersaing di kancah internasional berikutnya.

"Penampilan sangat baik, dicoba di Piala Uber kualitas oke walau kalah. Tapi, mereka mampu memberi perlawanan yang maksimal. Untuk itu, mereka perlu dikasih turnamen lain agar mematangkan jam terbang yang lebih baik,” katanya ketika dihubungi Republika dari Jakarta, Jumat (13/5).

Yuni juga menyarankan agar PBSI  seimbang dalam mengirim pemain ke turnamen internasional berikutnya. Setelah melihat penampilan pemain muda di Piala Uber ini, kata dia, mereka harus lebih banyak diberikan kesempatan dan kepercayaan.

"Secara teknik oke, main di turnamen beregu memang laga paling berat, mereka bisa tampil normal. Yang harus diperbaiki adalah strategi bermain, kenali lawan, pengalaman bertanding masih kurang. Stamina sudah lumayan,” ujarnya.

Untuk jenis turnamen yang disarankan Yuni, bisa saja bervariasi. "Turnamen pasti di bawah 500, variasi jenis turnamen bagus, ada level medioker, jangan turnamen semua berat agar mereka bisa juara juga,” ujarnya.

"Selain dapat pengalaman lawan pemain hebat di turnamen level atas, mereka juga dapat gelar juara untuk mengangkat mental mereka. Saat ini, percaya dirinya pasti meningkat, sebelumnya tunggal putri kan sulit bersaing,” katanya menambahkan.

Yuni juga mengapresiasi kesuksesan tim Piala Uber yang mampu menembus babak delapan besar plus dengan permainan bagus. Menurut dia, penampilan ini bisa menjadi titik awal kebangkitan tunggal putri.

“Waktu yang nantinya menjadikan mereka, pemainnya konsisten atau tidak, semua itu memang butuh waktu lebih lama. Kita lihat saja satu sampai dua tahun ke depan, dan itu tergantung dengan jumlah turnamen yang mereka ikuti," kata Yuni.

Sementara itu, Imelda Wiguna, salah satu legenda bulu tangkis putri Indonesia, turut menambahkan, dengan adanya pertandingan mepet antara Uber dan SEA Games, sudah seharusnya pengurus bisa membagi tim.

"Awalnya, saya pikir kita hanya buang peluang di Piala Uber, tetapi pemain junior ternyata bisa bicara, mereka kalah terhormat dan tampil bagus banget. Sekarang sudah pengalaman di Piala Uber, ini nilai lebih. Pemikiran lebih luas, ternyata anak junior bisa dipercaya Uber,” katanya ';

Kembali kepada Fitrah

Semoga kita berusaha bersama-sama menjaga kedua makna fitrah tersebut.

SELENGKAPNYA

Jurnalis Shireen Abu Akleh Dimakamkan

Polisi Israel menggerebek rumah keluarga Abu Akleh pada Kamis (12/5).

SELENGKAPNYA

Harapan Setelah Lebaran

Saat silaturahim Lebaran, keluarga besar berkumpul, duduk berdekatan, makan minum satu meja.

SELENGKAPNYA
×