Perangkat IoT di rumah (ilustrasi) | Dok TCL

Inovasi

13 May 2022, 13:07 WIB

Bijak dalam Implementasi IoT 

Teknologi Internet of Things (IoT) bisa memberikan warna berbeda dalam berbagai industri yang memanfaatkannya. Namun, implementasi solusi IoT untuk mencapai smart manufacturing harus dilakukan secara bertahap. 

Hal ini, diperlukan untuk mengurangi resistensi pelaku usaha dan mencapai tingkat efisiensi yang maksimal. “Implementasi IoT di era industry 4.0 adalah suatu keniscayaan karena distrupsi di industri manufaktur selalu terjadi dari era industri 1.0 hingga 3.0,” ujar Fariz Alemuda, Squad Leader Manufaktur PT Telkom dalam seminar Smart Manufacturing Transform Your Performance, yang diselenggarakan oleh Asosiasi Internet of Things Indonesia (Asioti) dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, di Bandung, Rabu (11/5). 

Namun, ia mengatakan, IoT haruslah menjadi solusi atas masalah yang terjadi di lapangan. Sehingga memberikan manfaat yang nyata agar penerimaan terhadap teknologi tersebut meningkat. 

Fariz pun menjabarkan manfaat yang diberikan, tentunya harus memberikan keuntungan bagi penggun. Seperti peningkatan produksi, efisiensi, penurunan biaya operasional dan kecepatan pengambilan keputusan. 

Berdasarkan keuntungan tersebut, maka pengusaha mendapatkan keuntungan kompetitif secara bisnis. Martin B Chandra selaku sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat menjelaskan, masih ada beberapa hambatan dalam implementasi smart manufacturing

Yakni, investasi baru yang memerlukan biaya tinggi, mayoritas pengambil keputusan masih di tangan generasi baby boomers. keterbukaan arus finansial, SDM memerlukan pelatihan khusus, risiko PHK, dam kekhawatiran akan dampak politis terhadap teknologi yang dibeli dari negara tertentu. 

“Saat ini perusahaan atau pemilik perusahaan sangat berhati-hati dalam menyikapi digitalisasi ini. Tentu saja salah satu concern utamanya adalah biaya investasi yang harus dikeluarkan. Ditambah adanya risiko pengurangan tenaga kerja bagi perusahaan padat karya, yang banyak di Jawa Barat,” Martin mengungkapkan. 

Senada, Key Account Manager Signify Indonesia Firmans Nur Gafi, menjelaskan solusi IoT yang diperlukan setiap industri pasti berbeda karena permasalahan yang dihadapi berbeda satu sama lain.

“Tentu saja ada aspek solusi yang bisa diimplementasikan untuk membantu perusahaan melakukan efisiensi dan meningkatkan margin usaha tanpa harus mengorbankan sumber daya manusia,” ujarnya.

 
Masih ada beberapa hambatan dalam implementasi smart manufacturing
MARTIN B CHANDRA, Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat
 
 

Membuka Era Wisata Digital

photo
Wisatawan menikmati suasana Pantai Lagoon, Ancol, Jakarta, Ahad (27/12). Moment Libur Natal dan Tahun Baru dimanfaatkan warga Jakarta untuk bertamasya ke Ancol dan hingga Ahad (27/12) pukul 15 - (Prayogi/Republika.)

Tak hanya di sektor smart manufacturing, era digitalisasi yang sudah menyentuh berbagai aspek kehidupan, teknologi kini juga semakin banyak diterapkan di industri pariwisata. Pada Senin (25/4), Telkomsel mengumumkan kolaborasinya dengan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (Ancol) dalam implementasi digitalisasi dan teknologi (IOT) di beberapa destinasi wisata yang berada di bawah pengelolaan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. Termasuk, arena Taman Impian Jaya Ancol di Jakarta.

Komitmen kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman tentang penerapan smart & green theme park pada destinasi wisata antara kedua pihak. Dengan penandatanganan ini, Telkomsel dan Ancol sepakat untuk membuka potensi kerja sama lebih dalam untuk menghadirkan perjalanan pengalaman konsumen dan engagementyang lebih baik dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap pengunjung.

Telkomsel dan Ancol juga berharap dapat merealisasikan solusi cost-saving for utilities hingga 30 persen serta asset monitoringyang lebih efektif di kawasan properti Ancol. Direktur Sales Telkom sel Adiwinahyu B Sigit menjelaskan, kerja sama strategis ini diharapkan dapat menghadirkan berbagai solusi digital yang membukakan lebih banyak potensi kemajuan dalam mengakselerasi transformasi digital pada sejumlah destinasi wisata yang dikelola oleh Ancol.

Senada, Direktur Transformation &Business Development PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Wing Antariksa menambahkan, sebagai perusahaan pengelola kawasan wisata di Indonesia, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk terus berinovasi dalam pengembangan produk dan layanan.

Setelah menerapkan digitalisasi dalam ticketing online dan meluncurkan Ancol Apps, kini Ancol tengah menyiapkan transformasi digital ke tahap selanjutnya, yaitu smart and green theme park pertama di Indonesia, katanya.

Guna mewujudkan inovasi tersebut, Wing melanjutkan, Ancol menjalin kolaborasi dengan Telkomsel. Nota kesepahaman ini melandasi peluang kerja sama dalam penerapan IOT dan electric vehicle sebagai pengalaman baru dalam industri rekreasi dan pariwisata. Kami berharap kolaborasi ini dapat menaikkan interaksi antara Ancol dengan pengunjung.

"Mengingat, pada tahun ini, Ancol menargetkan jumlah kunjungan naik 57 persen atau di angka 5,5 juta pengunjung,"kata dia menyampaikan.

Sebagai tahap awal, Telkomsel dan Ancol akan menjajaki sejumlah skenario implementasi use case solusi bisnis dan layanan berbasis teknologi IOT. Pertama, Telkomsel akan mengembangkan aspek customer experience pada destinasi wisata Ancol dengan implementasi smart utility, smart lighting, electric vehicle, autonomous bus, hingga integrated smart dashboard.Kemudian ke depannya akan dikembangkan pula solusi radio frequency identification (RFID) dan computer vision untuk digitalisasi visitor tracking dan manajemen kerumunan.


Menyikapi Kehidupan Dunia

Berkaitan dengan persinggahan di dunia, manusia berbeda pandangan dalam menyikapi kehidupan dunia.

SELENGKAPNYA

Satu Amal dengan Multiniat

Satu amal dengan multiniat akan mendapatkan multipahala.

SELENGKAPNYA

Kurban dengan Niat Akikah

Akikah itu waktunya luas dan lebih senggang sehingga dapat dilakukan di waktu lain.

SELENGKAPNYA
×