Ilustrasi uang tunai | Republika/Mahmud Muhyidin

Ekonomi

11 May 2022, 10:42 WIB

Himbara: Penarikan Uang Tunai Naik Signifikan

Total realisasi tarik uang tunai pada momen Idul Fitri sebesar Rp 27,8 triliun.

JAKARTA — Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mencatat kenaikan transaksi penarikan tunai yang signifikan selama Ramadhan dan Lebaran 2022. Hal ini seiring pemulihan ekonomi dan tingginya mobilitas masyarakat.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat total realisasi tarik tunai pada momen tersebut sebesar Rp 27,8 triliun. Realisasi ini tumbuh 23,8 persen dibandingkan periode Ramadhan dan Lebaran 2021 sebesar Rp 22,52 triliun.

“Realisasi tarik tunai pada momen Ramadhan dan Lebaran 2022 atau 7 April sampai 9 Mei 2022 sebesar Rp 27,8 triliun,” kata Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rudi AS Aturridha kepada Republika, Selasa (10/5).

Guna mengakomodasi para nasabah dalam melakukan tarik tunai, Bank Mandiri menyiagakan seluruh jaringannya di seluruh Indonesia yang meliputi 4.217 jaringan kantor dan terdiri atas 2.572 kantor cabang serta 1.645 kantor mikro. 

Bank Mandiri juga menyiapkan 13.119 unit mesin ATM yang tersebar di Indonesia. “Transaksi digital e-channel perseroan juga meningkat 30 persen menjadi Rp 1.500 triliun,” kata Rudi.

photo
Petugas Bank Indonesia melayani penukaran uang di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (22/4/2022). Menjelang Idul Fitri 2022, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulut menyiapkan uang tunai beragam pecahan senilai Rp 1,3 Triliun, naik sekitar 9,09 persen dibandingkan tahun 2021 di 81 titik se-kota Manado dengan melakukan pendaftaran dan pemesanan melalui laman pintar.bi.go.id untuk mencegah kerumunan orang. - (ANTARA FOTO/Adwit B Pramono/rwa.)

Anggota Himbara lainnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, mencatat transaksi penarikan tunai sampai 8 Mei 2022  sebesar 83,5 persen dari total uang tunai yang disiapkan perseroan selama periode libur Lebaran tahun ini sebesar Rp 46,85 triliun.

Sekretaris Perusahaan BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan, sepanjang periode libur Lebaran, nasabah dapat bertransaksi dengan lancar dan aman. “Transaksi masyarakat yang telah beralih ke transaksi digital telah meningkatkan jumlah transaksi digital banking BRI, khususnya BRImo yang pada periode libur Lebaran tahun ini mengalami kenaikan transaksi yang signifikan,” kata Aestika.

Aestika menyebutkan, kenaikan rata-rata frekuensi transaksi pada libur Lebaran meningkat sebesar 37,3 persen atau meningkat dari 3,7 juta transaksi per hari (periode sebelum libur Lebaran) menjadi sebesar 5,1 juta transaksi per hari (periode libur Lebaran 1-3 Mei 2022).

“Tren kenaikan tersebut digambarkan dari kenaikan transaksi digital banking BRI pada kuartal I 2022 yang mencapai 44,2 persen atau mengambil porsi sebesar 59 persen dari total keseluruhan transaksi. Pertumbuhan transaksi digital ini juga diikuti oleh jumlah transaksi melalui ATM yang berkurang hingga 16 persen pada kuartal I 2022 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," kata Aestika.

photo
Pegawai menghitung uang tunai di Bank BNI, Jakarta, Senin (25/4/2022). Bank Indonesia (BI) menyediakan uang tunai sebesar Rp 175,26 triliun atau naik 13,42 persen dari tahun sebelumnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri 1443 H tahun 2022. x - (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Bank Indonesia (BI) mencatat realisasi penarikan uang tunai meningkat 16,6 persen sepanjang momentum Ramadhan dan libur Idul Fitri 2022. Adapun angka ini naik dari sebesar Rp 154,5 triliun menjadi Rp 180,2 triliun.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan penarikan uang tunai di Jawa mencapai Rp 110 triliun sepanjang Lebaran tahun ini. Kemudian, posisi kedua terdapat di Sumatra sebesar Rp 35,3 triliun dan disusul oleh Sulawesi-Maluku-Malut-Papua (Sulampua) sebesar Rp 15 triliun.

"Realisasi penarikan uang tunai ini juga masih dalam kisaran alokasi uang tunai yang telah dipersiapkan BI guna mengantisipasi kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri 2022," kata Erwin. 

Sejalan dengan itu, transaksi nontunai melalui BI-FAST yang tetap beroperasi penuh selama libur Idul Fitri juga mengalami peningkatan. Tercatat, nominal transaksi BI-FAST April 2022 tumbuh 51,88 persen (mtm) atau sebesar Rp 100,25 triliun dan secara volume tumbuh 32,72 persen (mtm) atau sebanyak 24,55 juta transaksi. 

photo
Pegawai menghitung uang tunai di Bank BNI, Jakarta, Senin (25/4/2022). - (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

“Nominal transaksi tertinggi terjadi pada H-7 Idul Fitri sebesar Rp 5,93 triliun dengan volume sebanyak 1,28 juta transaksi.  Kinerja tahunan penarikan uang tunai selama Ramadhan dan Idul Fitri 2022 setiap wilayah di Indonesia secara umum juga mengalami pertumbuhan,” ujar Erwin.

Dari sisi penukaran uang, BI mencatat jumlah penukaran uang melalui Bank Indonesia selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 1443 H sebesar Rp 1,3 triliun. BI menyediakan layanan penukaran ritel atau kas keliling Bank Indonesia di 468 titik penukaran yang tersebar di seluruh Indonesia mulai 5 sampai 28 April 2022.

"Selain itu, perbankan juga memberikan layanan penukaran kepada masyarakat melalui jaringan kantor perbankan yang jumlahnya mencapai 5.013 titik penukaran di seluruh Indonesia," kata Erwin. 

Pada tahun ini Bank Indonesia juga menghadirkan aplikasi Penukaran dan Tarik Uang Rupiah (PINTAR) untuk mendukung layanan penukaran ritel kas keliling Bank Indonesia agar penukaran makin Mudah, Aman, Nyaman, Terjamin, Akurat, serta Pasti (Mantap).

';

Persiapan Layanan Jamaah Haji Dikebut

Pemerintah berupaya untuk fokus menekan angka kematian jamaah haji tahun ini.

SELENGKAPNYA

Kolonel Priyanto Minta Maaf ke Keluarga Korban dan TNI

Priyanto mengungkapkan, ia belum sempat mengucapkan maaf kepada keluarga korban.

SELENGKAPNYA

Kepribadian Pasangan Pengaruhi Pilihan Masyarakat

Masyarakat membutuhkan pemimpin yang tak sekadar memiliki motif berkuasa.

SELENGKAPNYA
×