Perajin Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) produk makanan abon ikan (kanan) menjelaskan proses produksi yang bersih dan halal pada petugas dari Dinas Perikanan dan Kelautan Aceh di Banda Aceh, Aceh, Kamis (14/10/2021). Pemerintah telah menargetkan tig | ANTARA FOTO / Irwansyah Putra

Ekonomi

09 May 2022, 07:47 WIB

Energi Industri Halal dari Tanah Pesantren

Pesantren memiliki potensi besar untuk perintisan dan pengembangan industri halal.

OLEH MUHAMMAD NURSYAMSI

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tak ingin kekayaan sumber daya alam dan pasar Indonesia yang besar terus-menerus menjadi sumber bagi pertumbuhan ekonomi bangsa lain. Bagi Erick, sudah saatnya kekayaan alam dan pasar Indonesia menjadi sumber bagi pertumbuhan ekonomi bangsa sendiri.

Dunia pondok pesantren (ponpes) memegang peranan dalam mendorong kemandirian perekonomian umat dan bangsa. Erick ingin ponpes menjadi agen pembangunan yang aktif.

Erick mengaku miris dengan posisi Indonesia yang tidak masuk 10 besar negara produsen industri halal terbesar dunia. Padahal, Indonesia negara dengan jumlah populasi Muslim terbesar dan menempati peringkat empat dalam hal konsumen produk halal.

"Indonesia tak boleh lagi hanya menjadi bangsa yang konsumtif. Kita harus bergerak menjadi produktif. Produk halal kita harus menjadi nomor satu di dunia. Semua itu bisa kita capai asal kita mau bergerak bersama," ujar Erick saat menghadiri Khotmil Quran dan Silaturahim Ulama se-Pasuruan Raya di Pasuruan, Jawa Timur, pekan lalu.

Erick berupaya melakukan perubahan paradigma tersebut dengan menggabungkan tiga bank syariah BUMN menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI). Bank syariah terbesar di Indonesia itu memiliki total aset mencapai Rp 360 triliun dan menjadi bank terbesar ketujuh di Indonesia. Selain itu, Erick juga mendorong BUMN menciptakan wirausaha baru dalam program Muslimpreneur.

"Ada yang bertanya, kenapa BUMN main-main ke ponpes. Setelah bank (BSI) jadi, Muslimpreneur dibangun, ponpes merupakan mercusuar peradaban yang harus dibangun sebagai ekosistem ekonomi umat untuk pertumbuhan ekonomi kita," ujar Erick.

Kementerian BUMN memiliki sejumlah program yang dapat dioptimalkan, khususnya oleh kalangan pesantren agar memiliki kemandirian ekonomi. Pertama, kata dia, yakni program Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama (BUMNU) yang dimulai dari pendirian 250 BUMNU baru tahun ini.

Erick berharap BUMNU yang didampingi BUMN dapat menjadi pendorong perekonomian umat berbasis pesantren. BUMNU adalah program kolaborasi antara BUMN dan unit usaha di bawah NU yang diluncurkan pada akhir Februari 2022.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (republikaonline)

Kedua, program Santripreneur dan Santri Magang di BUMN yang diharapkan dapat memberdayakan para santri dalam pengembangan ekosistem bisnis dan ekonomi syariah. Ketiga, program Pertashop. Pesantren bisa mengisi rantai distribusi produk Pertamina untuk mendorong kemandirian ekonomi dengan pengelolaan kolektif.

Keempat, program Makmur dapat membina dan membantu petani maupun kalangan pesantren dalam pengembangan agribisnis. Dalam program ini, petani mendapatkan pendampingan, akses pembiayaan, dan hasilnya juga dibeli oleh BUMN.

"Terakhir, BUMN memiliki program vokasi melalui tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) di 15 pesantren sebagai percontohan. Lalu, program beasiswa pendidikan S2 yang dapat diikuti guru dan pengajar di pesantren," kata Erick. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Erick Thohir (erickthohir)


Apa Saja Persiapan Berhaji 2022?

Jamaah haji harus mempersiapkan kesehatannya di tengah pandemi yang masih mengancam.

SELENGKAPNYA

Ketika Terpaksa Menginap di Pantai Anyer

Panjang kemacetan di kawasan wisata Pantai Anyer pada Kamis (5/5) melebihi lima km.

SELENGKAPNYA

Profil Lulusan Ramadhan

Lulusan Ramadhan taat beribadah dan gemar memakmurkan masjid dengan mendirikan shalat berjamaah.

SELENGKAPNYA
×