ILUSTRASI Sifat amanah tidak hanya berkaitan dengan hubungan antarsesama manusia, tetapi juga hablu minallah. | DOK PEXELS

Khazanah

08 May 2022, 08:49 WIB

Menjaga Amanah

Dalam bahasa sehari-hari, amanah berarti sikap bertanggung jawab.

OLEH HASANUL RIZQA

Islam mengajarkan umatnya agar selalu menjadi pribadi yang dapat dipercaya. Salah satu tolok ukur dalam menentukan ada atau tidaknya sifat tersebut adalah kemampuan untuk menjaga amanah. Dalam bahasa sehari-hari, amanah berarti sikap bertanggung jawab.

Jika bertanggung jawab atas tugas-tugasnya, ia dipandang sebagai sosok yang bisa dipercaya. Sebaliknya, kalau lepas tanggung jawab, ia cenderung pada sifat khianat.

Amanah juga dekat dengan makna menepati janji. Karena itu, seorang pemimpin akan mudah menuai simpati rakyat bila dirinya menunaikan janji-janji yang telah diucapkannya. 

photo
ILUSTRASI Amanah merupakan salah satu dari sifat Nabi Muhammad SAW. - (DOK PXHERE)

Tiru Nabi

Salah satu dari keempat sifat nabi adalah amanah. Rasulullah SAW semasa mudanya dijuluki sebagai "Al-Amin." Dengan perkataan lain, bahkan sebelum dirinya diangkat menjadi utusan Allah, Muhammad SAW begitu bisa dipercaya masyarakat. Ketika menyerukan syiar Islam, berbondong-bondong orang banyak mengikutinya. Sebab, mereka sudah amat yakin pada kelurusan sifatnya. 

Maka dari itu, seorang Muslim yang senantiasa lurus dalam menjaga amanah sesungguhnya sedang meniru suri teladan Rasul SAW. Karakteristik tersebut hendaknya selalu ada dalam diri siapapun yang mengaku sebagai umat beliau.

Ciri Ketakwaan

Dalam Alquran surah an-Nisa ayat 58, Allah SWT berfirman. Artinya, "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil."

Dapat disimpulkan bahwa menjadi amanah bermakna melaksanakan perintah Allah. Dan, itulah salah satu ciri ketakwaan seseorang. Sebaliknya, kalau menunjukkan sifat khianat, hal itu menandakan pembangkangan terhadap perintah-Nya. Dan tempat-kembali bagi manusia yang durhaka kepada Allah adalah neraka. Na'udzubillahi min dzalik.

photo
ILUSTRASI Menjadi pribadi yang amanah merupakan salah satu ciri ketakwaan. - (DOK PXHERE)

Watak Manusia

Simaklah Alquran surah al-Ahzab ayat 72. Artinya, "Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh."

Berkaca pada firman-Nya itu, dapatlah dipahami bahwa salah satu watak manusia yang juga menjadi kelemahannya adalah lalai terhadap amanah. Manusia adalah khalifah Allah di muka bumi. Betapa banyak orang yang justru merusak lingkungan dan harmoni. Apa-apa yang dilakukannya adalah mengkhianati amanah yang dititipkan Allah kepadanya.


One Way Arus Mudik Tol Trans Jawa Bisa 24 Jam

Puncak arus balik diprediksi masih akan terjadi hingga Ahad (6/5).

SELENGKAPNYA

Timnas Garuda Belum Padu 

Sebelum laga perdana kemarin, pelatih Shin Tae-yong sempat mengakui bahwa kualitas permainan Vietnam lebih baik.

SELENGKAPNYA

Puluhan Juta Ton Biji-bijian Tertahan di Ukraina

Menurut Guterres, perang di Ukraina memberi tekanan lebih besar kepada negara berkembang.

SELENGKAPNYA
×