Ilustrasi Hikmah Hari ini | Republika

Hikmah

06 May 2022, 23:30 WIB

Menjaga Konsistensi Takwa

Apa yang harus dilakukan kaum Muslimin untuk menjaga konsistensi dalam ketakwaan?

OLEH SUPRIANTO

Ramadhan 1443 Hijriyah baru saja berlalu jauh meninggalkan kita. Rasa sedih membuncah di hati kaum Muslimin karena berpisah dengan bulan penuh berkah seraya berharap dan berdoa agar amal kita diterima, istiqamah dalam ibadah dan amal saleh, serta dipertemukan kembali dengan Ramadhan mendatang.

Indikator keberhasilan Ramadhan bisa dilihat pada 11 bulan berikutnya. Maka itu, seorang Muslim harus berusaha untuk selalu konsisten dalam beribadah kepada Allah. Lantas, apa yang harus dilakukan kaum Muslimin untuk menjaga konsistensi dalam ketakwaan?

Pertama, jika selama satu bulan penuh kita bisa menunaikan ibadah puasa dengan niat tulus ikhlas karena Allah, menjaga konsistensi takwa bisa dilanjutkan dengan puasa sunah enam hari pada bulan Syawal.

Rasulullah SAW bersabda, ''Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari pada bulan Syawal, maka baginya (pahala) puasa selama setahun penuh" (HR Muslim).

Kedua, selama Ramadhan kita bersemangat berjamaah di masjid atau mushala, baik untuk mendirikan shalat wajib maupun sunah rawatib. Maka, untuk menjaga konsistensi takwa, kita berupaya semaksimal mungkin mendirikan shalat berjamaah di masjid pada awal waktu dan menyempurnakannya dengan shalat sunah.

Ketiga, kedermawanan kita saat Ramadhan makin terasah. Harta dibelanjakan untuk santunan, berbagi takjil, zakat, infak, dan sedekah dengan ringan sekali. Maka, jagalah sifat murah hati ini di luar Ramadhan agar ketakwaan kita semakin meningkat dan sifat kedermawanan makin membudaya.

Keempat, kegemaran kita membaca Alquran pada bulan Ramadhan membuat frekuensinya makin meningkat. Itu sangat mulia dan mengundang rahmat Allah jika interaksi dengan Kalam Allah tersebut dilanjutkan sepanjang hayat.

Kelima, Ramadhan mampu menjadi perisai kita untuk berbuat maksiat seperti gibah, dusta, iri, dengki adu domba, menyebar hoax, dan penyakit hati lainnya. Maka, di luar Ramadhan kita wajib menjaga hati dan perilaku agar kehidupan di ruang-ruang publik menjadi harmonis.

Inilah amal-amal ibadah yang wajib kita tunaikan secara konsisten selama hayat masih dikandung badan. Dengan bermodal pendidikan selama Ramadhan yang baru saja berlalu senantiasa membekas dan memancar dalam hidup dan kehidupan kita pada bulan-bulan di luar Ramadhan, sehingga tujuan ibadah Ramadhan menjadikan manusia sebagai insan yang bertakwa terus terpelihara dengan baik. Amin. 

Wallahu a'lam bish shawab.


Tiga Pasien Meninggal tak Punya Riwayat Hepatitis

Didorong upaya masif pelacakan hepatitis akut bergejala berat di setiap daerah.

SELENGKAPNYA

Israel Siapkan Mikromanajemen Warga Palestina

Aturan itu menyebutkan, warga asing yang hendak menikah atau bertunangan dengan warga Palestina harus melapor ke militer Israel 30 hari sebelum acara dilakukan.

SELENGKAPNYA

WHO: Ada Dua Subvarian Baru Omikron

Menteri Luar Negeri AS dinyatakan positif Covid-19 dengan gejala ringan.

SELENGKAPNYA
×