Umat Islam melaksanakan shalat Idul Fitri di kompleks Masjid al-Aqsha, Yerusalem, Palestina, Senin (2/5/2022). | AP Photo/Mahmoud Illean

Kisah Mancanegara

04 May 2022, 03:45 WIB

Berlebaran tanpa Batasan di Mancanegara

Ramai Muslim di Italia meghadiri shalat Idul Fitri

OLEH UMAR MUKHTAR, MEILIZA LAVEDA

Umat Muslim di Britsih Columbia, Kanada, merayakan Idul Fitri untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir, dengan berkumpul bersama kerabat. Momen berkumpul ini sangat berharga, mengingat sudah dua tahun tidak terlaksana karena kondisi pandemi Covid-19.

"Sungguh yang terlintas di benak saya adalah sangat menghargai momen-momen itu. Kami telah kehilangan mereka selama dua tahun. Saat ini, itu berarti lebih dari sebelumnya," tutur relawan Nour Enayeh, seperti dilansir CBC, Selasa (3/5).

Pertemuan langsung secara tatap muka telah diizinkan di British Columbia Kanada, tanpa pembatasan selama lebih dari sebulan. Bagi hampir 100 ribu Muslim yang tinggal di British Columbia, Idul Fitri dengan agenda berkumpul bersama kerabat dan sahabat, sangatlah berarti.

"Sangat sulit untuk tidak bersama teman-teman. Biasanya, sholat di akhir Ramadhan adalah sesuatu yang kita semua nantikan karena kita tahu kita akan melihat semua orang. Dan kemudian tiba-tiba selama dua tahun, kami kehilangan itu," tutur Enayeh.

photo
Umat Islam melaksanakan shalat Idul Fitri di luar Masjid Hagia Sophia di Istanbul, Turki, Senin (2/5/2022). - (AP Photo/Emrah Gurel)

"Perasaan ketika berkumpul bersama yang dulu kita anggap remeh, sebagai sesuatu yang diberikan, sekarang kita tahu betapa pentingnya dan betapa berharganya itu dalam hidup kita," tambahnya.

Direktur Keterlibatan Masyarakat pada Asosiasi Muslim Kanada, Fouad Abbassi, mengatakan, Idul Fitri adalah puncak dari bulan Ramadhan. Perayaan Idul Fitri yang meliputi pelaksanaan sholat Idul Fitri di Stadion B.C. Place di Vancouver, mencerminkan suasana gembira di masyarakat. Total ada lebih dari 7.000 orang yang hadir di sana.

"Benar-benar gembira. Saya tidak bisa meminta jumlah yang lebih baik. Jelas ini memperlihatkan peningkatan. Kami pikir itu karena ada jeda selama dua tahun terakhir karena pembatasan Covid-19 yang kami lewati. Sekarang orang-orang sangat menginginkan ini. Mereka ingin merayakan, ingin dekat dengan teman dan kerabat mereka," papar Abbassi.

Biasanya Idul Fitri dirayakan bersama kerabat dan sahabat. "Begitu khutbah berakhir, hal pertama yang dilakukan umat Islam adalah saling menyapa dengan berpelukan. Menjadi kewajiban antara satu sama lain untuk saling memberi salam pada kesempatan yang luar biasa," ucapnya.

photo
Anak-anak mengikuti shalat Isul Fitri di Lagos, Nigeria, Islam berdoa usai melaksanakan shalat Idul Fitri di Peshawar, Pakistan Senin (2/5/2022). - (AP Photo/Sunday Alamba)

Wali kota dan uskup di Italia juga bergabung dengan ribuan Muslim pada Senin (2/5) untuk merayakan Idul Fitri yang menandai akhir bulan suci Ramadhan. Salah satu pertemuan terbesar terjadi di ibu kota Sisilia, Palermo.

Banyak orang yang berkumpul dengan tenang karena telah bebas dari pembatasan Covid-19 untuk beribadah di Foro Italico, kawasan pejalan kaki yang terletak di antara laut dan Gunung Pellegrino. Jamaah mulai berdatangan untuk shalat dengan membawa sajadah mereka.

“Kami sangat berharap momen Idul Fitri menandai kelahiran kembali bagi kita semua setelah bertahun-tahun pandemi,” kata salah seorang jamaah bernama Youssef El-Hayek yang berasal dari Lebanon.

Wali Kota Leoluca Orlando mengambil bagian dalam perayaan dan mengucapkan terima kasih kepada komunitas Islam atas dukungannya kepada Palermo dan mewujudkan kesejahteraan. “Keragaman dan keramahan adalah hidangan khas kota kami dan kami bangga karenanya,” kata Orlando.

photo
Umat Islam berdoa usai melaksanakan shalat Idul Fitri di Peshawar, Pakistan Senin (2/5/2022). - (AP Photo/Muhammad Sajjad)

Dilansir Arab News, Selasa (3/5), perayaan besar lain juga terjadi di Roma. Kerumunan Muslim bergabung di halaman Masjid Agung. Sementara di kota besar lain, Naples, perayaan dilakukan di Piazza Garibaldi, alun-alun yang baru saja dipugar di depan stasiun kereta api utama.

“Di sini kita benar-benar merasakan persatuan. Saya sangat senang banyak orang Napoli datang ke sini untuk menghadiri perayaan kami dan berbagi momen penting ini,” kata Imam Massimo Cozzolino dalam pidatonya.

Sementara itu, hujan turun di Liguria, kota tepi pantai yang dekat dengan Genoa, Italia utara. Hampir 600 orang termasuk pastor paroki lokal don Ferruccio Bertolotto menghadiri perayaan di Masjid Imperia, salah satu masjid terbesar di sana. Di Turin, ribuan Muslim berkumpul di Parco Dora, area hijau yang luas di pinggiran kota industri. Uskup Agung Katolik Cesare Nosiglia dan Wali Kota Stefano Lorusso bergabung dalam perayaan dan mendedikasikan momen ini untuk perdamaian.

“Saya berharap awal yang baik untuk semua orang Turin yang beragama Islam. Musim baru terbuka di kota kami dan kami semua akan memainkan peran besar di dalamnya,” ucapnya. Nosiglia mendesak umat Muslim dan Kristen untuk memberantas setiap benih kebencian dan kekerasan yang terjadi. Cara tersebut akan membantu menumbuhkan persaudaraan universal. 

photo
Keluarga menyiapkan makanan Idul Fitri di Basrah, Irak, Ahad (1/5/2022). - (AP Photo/Nabil al-Jurani)

Umat Islam di Singapura juga memperingati Hari Raya Idul Fitri dengan jamaah shalat yang membeludak di banyak masjid untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir. Pembatasan kapasitas ibadah telah dicabut sejak 26 April 2022. Strait Times melaporkan, ribuan orang pun tampak menerjang hujan di pagi hari untuk bergabung dalam shalat Ied setelah terlebih dahulu memesan slot tempat secara daring.

Pemakaian masker di dalam ruangan dan keharusan check-in menggunakan SafeEntry menjadi pengingat bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir. Tetapi suasana di masjid-masjid sangat tampak riuh ketika jamaah datang sambil bersalaman dan berpelukan dengan keluarga maupun teman.

Madam Rossnani Abdullah (64), seorang eksekutif hubungan pasien dan sukarelawan di Masjid Sultan, Kampong Glam, mengatakan sudah lebih dari dua tahun masyarakat tidak bisa bebas masuk ke masjid secara fisik pada Hari Raya. Dia merasa emosional dan sangat bersyukur. 

Batas kapasitas untuk layanan ibadah jemaah diberlakukan mulai tahun 2020 karena Singapura berupaya mengatasi pandemi. Muslim disarankan untuk tidak mengunjungi atau datang untuk memperingati Hari Raya, yang jatuh pada 24 Mei kala itu.

“Tahun lalu, perayaan juga dilarang di tengah gelombang varian Delta,” tulis laporan Straits Times.

Dalam sebuah postingan Facebook, Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengatakan Hari Raya tahun ini terasa hidup dan istimewa dengan pelonggaran pembatasan. Uma Islam dapat kembali normal untuk pertama kalinya sejak pandemi dimulai. "Dua tahun terakhir merupakan waktu yang sangat menantang dan sulit. Terima kasih atas pengorbanan dan pengertian Anda," kata Lee, dikutip Selasa (3/5/2022).

Dia mengimbau untuk tetap taat akan protokol kesehatan. Sekitar 5.000 jamaah untuk dua sesi telah memadati Masjid Sultan.

Dewan Agama Islam Singapura (Muis) sebelumnya mengatakan bahwa total 153.250 ruang sholat akan ditawarkan di 66 masjid pada Selasa, dengan 51 masjid melakukan setidaknya dua sesi sholat. Menteri Sosial dan Pembangunan Keluarga Masagos Zulkifli, yang juga Menteri Urusan Muslim, melaksanakan salat di Masjid Al-Islah di Punggol, yang menerima total sekitar 9.000 jemaah.


Waspada Hepatitis Misterius tanpa Kepanikan

WHO kantor Amerika menyatakan, sudah ada lebih dari 200 kasus hepatitis dari 20 negara di dunia.

SELENGKAPNYA

Perang Energi Intai Eropa

Hungaria, Bulgaria, Slovakia, dan Ceska mengaku belum siap memberlakukan embargo atas Rusia.

SELENGKAPNYA

Beijing Tutup 40 Stasiun Metro dan 158 Rute Bus

Beijing berusaha menghindari penguncian penuh seperti yang dilakukan Shanghai.

SELENGKAPNYA
×