Foto udara jamaah melaksanakan shalat Idul Fitri di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Senin (2/5/2022). | Republika/Thoudy Badai

Kabar Utama

Jamaah Shalat Ied Kembali Membeludak

Jamaah sudah rindu menjalankan shalat Idul Fitri berjamaah setelah dua tahun pandemi.

JAKARTA -- Setelah dua tahun perayaan Idul Fitri serba terbatas di Tanah Air, lapangan-lapangan dan masjid-masjid kembali ramai oleh jamaah. Ribuan memadati masjid-masjid dan lapangan-lapangan di berbagai lokasi.

Di Masjid Agund Attin, Jakarta Timur, ribuan jamaah shalat Idul Fitri 1443 Hijriah membludak hingga memadati pelataran, Senin (2/5). Jamaah shalat ied tidak hanya dari kawasan Masjid Agung Attin, tapi juga datang dari Kota Bekasi, Depok hingga Bogor, Jawa Barat. 

Membludaknya jamaah, membuat parkiran di Masjid Agung Attin penuh, bahkan kendaraan harus diparkir gedung padepokan pencak silat, sampai pinggiran kedua jalur Jalan Taman Mini I. Akibatnya, arus lalu lintas dari arah Jalan Raya Pondok Gede menuju Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sempat tersendat.

"Saya berangkat dari rumah jam tigaan, sengaja saya shalat subuh di sini (Masjid Agung Attin) supaya dapat shaf terdepan dan parkir," ujar Ridwan (42) warga Jatiwaringin, Kota Bekasi, saat ditemui usai shalat Ied, Senin (2/5).

photo
Umat Islam mengikuti Shalat Iedul Fitri 1443H di Gumuk Pasir, Parangkusumo, Bantul, Yogyakarta, Senin (2/5/2022). Sekitar lima ribu umat muslim ikut menunaikan Shalat Ied di Gumuk Pasir usai absen selama dua tahun imbas pandemi Covid-19. - (Wihdan Hidayat / Republika)

Bapak tiga anak itu mengajak turut serta istri dan anaknya untuk menunaikan shalat ied di Masjid Agung Attin. Dia beralasan, sudah sejak kecil turun temuran keluarganya memilih menunaikan shalat ied di masjid yang dibangun sejak 1997 silam tersebut. Hanya saja pada Idul Fitri tahun lalu keluarganya absen shalat ied di Masjid Attin karena pandemi Covid-19.

Sementara itu, Baihaqi (31) warga Bojonggede, Bogor mengaku baru pertama kali shalat ied di masjid yang dibangun oleh keluarga Presiden Soeharto tersebut. Kebetulan, pria asal Sumedang itu tidak mudik ke kampung halaman, maka ia sempatkan untuk mengikuti shalat Idul Fitri di Masjid Agung Attin.

"Pengen saja sih shalat Ied di sini, ini baru pertama kali, biasanya saya pulang kampung," ucap karyawan di salah satu bank swasta tersebut. 

photo
Umat Muslim berjalan menuju lokasi Shalat Iedul Fitri 1443H di Gumuk Pasir, Parangkusumo, Bantul, Yogyakarta, Senin (2/5/2022). Sekitar 5 ribu umat muslim ikut menunaikan Shalat Ied di Gumuk Pasir. Shalat Ied ini kembali diadakan usai absen selama dua tahun imbas pandemi Covid-19. - (Wihdan Hidayat / Republika)

Pada shalat Idul Fitri 1443 di Masjid Attin ini diimami oleh Syahrir Ali Basyah. Sementara khutbah Shalat Idul Fitri akan diisi oleh Achmad Satori Ismail yang mengangkat tema "Menuju Perubahan Dalam Perspektif Islam". (Ali Mansur)

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan juga mendampingi ribuan Muslim melaksanakan shalat Idul Fitri di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, pada Senin (2/5). Menurut Anies, ribuan orang bersujud di JIS pagi hari ini menandai shalat Id pertama kalinya di sebuah tempat yang diklaim menjadi mahakarya dari Jakarta.

"Semua yang hadir adalah bagian dari sejarah, yang menjadi saksi ketika bisa bersujud dan bertakbir, serta merayakan kemenangan di tempat di mana ribuan anak bangsa bekerja dalam sunyi selama dua tahun lebih, untuk menegakkan sebuah bangunan yang kemudian disebut sebagai mahakarya," ujar Anies dalam unggahan pribadinya di akun Instagram @aniesbaswedan, Senin.

Dia mengatakan, tiap keringat dari orang yang bekerja dalam pembangunan JIS adalah tetesan yang merupakan cermin pahalanya. Dari jernihnya keringat mereka terpancar cahaya amal jariyah.

Anies melanjutkan, dari ribuan orang yang bersujud di JIS kemarin menjadi penanda bahwa lantai yang amat lebar itu adalah tempat setiap kening menempelkan ke bumi. Hal itu menunjukkan sebuah sikap berserah diri.

"Insya Allah hari ini adalah penanda kemenangan, kemenangan setelah menjalankan ibadah di Bulan Suci Ramadan, kemenangan untuk menuju pada kemenangan-kemenangan berikutnya," kata Anies.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada semua orang yang terlibat dalam persiapan shalat Id di JIS. Anies juga mendoakan jamaah yang melaksanakan shalat Id di JIS, yang datang sejak dini hari, mendapatkan catatan amal saleh berlipat.

Berbeda dengan dua tahun sebelumnya, suasana perayaan hari raya tahun ini di Bandung juga terlihat lebih meriah. Seusai subuh, warga Kota Bandung mulai turun ke jalan, lengkap dengan pakaian khas lebaran sambil membawa perlengkapan sholat. 

photo
Umat muslim melaksanakan Shalat Idul Fitri 1443 Hijriah di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (2/5/2022). Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali menggelar Shalat Idul Fitri di Lapangan Gasibu setelah dua tahun ditutup karena pandemi Covid-19. Foto: Republika/Abdan Syakura - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Linda salah satunya. Warga Cimahi, Kabupaten Bandung ini rela menempuh jarak puluhan kilo untuk dapat ikut serta meramaikan perhelatan shalat idul fitri berjamaah di Lapangan Gasibu, Kota Bandung. Tak tanggung-tanggung, ibu 45 tahun ini memboyong serta keluarga besarnya yang jika ditotalkan sebanyak 15 orang. 

“Berangkat dari jam 06.00 WIB, sampai sini jam 06.30 WIB. Alhamdulillah jalanan lancar, tadi nyarter angkot bareng keluarga besar, ada 15 orang,” ujar Linda kepada Republika seusai melaksanakan sholat idul fitri di Lapangan Gasibu, kota Bandung, Senin (2/5/2022). 

Linda mengaku hampir setiap tahun mengikuti pelaksanaan shalat idul fitri di Lapangan Gasibu, kecuali dua tahun belakangan karena adanya penutupan akibat pandemi Covid-19. Dia mengatakan sangat rindu suasana shalat bersama dan idul fitri yang ramai seperti saat ini. 

“Sudah sering sholat di Gasibu, hampir tiap tahun. cuma dua tahun kemarin aja engga kesini karena ditiadakan ya. Makanya bela-belain kesini, karena kangen juga sholat disini,” tuturnya.

photo
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan sambutan pada pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1443 Hijriah di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (2/5/2022). Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali menggelar Shalat Idul Fitri di Lapangan Gasibu setelah dua tahun ditutup karena pandemi Covid-19. Foto: Republika/Abdan Syakura - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang turut hadir di Lapangan Gasibu mengatakan sangat terharu dengan antusias warga untuk melaksanakan sholat idul fitri bersama. Terlihat dari penuhnya seluruh sisi lapangan gasibu. Menurutnya, ini menandakan tingginya rasa rindu masyarakat untuk beribadah bersama. 

“Sebenarnya saat pidato itu saya terharu, karena akhirnya setelah dua tahun tidak shalat idul fitri tidak bisa shalat bersama di tempat terbuka, sekarang bisa kembali melaksanakan, dan saya bahagia sekali karena Lapangan Gasibu penuh banget, menandakan tingginya kerinduan masyrakat untuk beribadah bersama. Dan semoga ini bisa terus terjadi di tahun-tahun selanjutnya,” kata Ridwan Kamil kepada awak media di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Senin (2/5). 

Dia bersyukur pelaksanaan shalat Idul Fitri di Lapangan Gasibu dapat berjalan dengan lancar dan seluruh jamaah menaati protokol kesehatan dengan baik. Selain di Lapangan Gasibu, Emil mengatakan ada sekitar 56.000 masjid dan lapangan terbuka di 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat yang juga melaksanakan shalat Idul Fitri dan seluruhnya berjalan dengan lancar. Dia juga mengklaim bahwa malam takbiran, Ahad (1/5) kemarin, berjalan kondusif tanpa adanya pawai atau konvoi berlebih. 

photo
Umat muslim menunaikan shalat ied 1443 H di ruas Jalan Jatinegara, Jakarta, Senin (2/4/2022). - (Prayogi/Republika.)

“Semalam kita sudah lakukan peninjauan dan sesuai arahan, tidak ada dinamika pengamanan yang berarti, karena kita sudah melarang konvoi takbiran, dan kita arahkan untuk melaksanakannya di masjid-masjid saja, dan alhamdulillah dipatuhi, sehingga semalam di 27 kota dan kabupaten malam takbiran berlangsung aman dan nyaman,” jelasnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan ibu negara Iriana melaksanakan shalat Idul Fitri di halaman Gedung Agung, Istana Kepresidenan Yogyakarta, Senin (2/5). Shalat Idul Fitri tersebut diselenggarakan secara terbatas dan diikuti perangkat kepresidenan, paspampres, dan keluarga pegawai Istana Yogyakarta.

Dikutip dari siaran pers Istana, sekitar pukul 06.28 WIB, Jokowi beserta Iriana dan putra bungsunya, Kaesang Pangarep, tampak keluar dari Gedung Agung menuju halaman depan. Jokowi langsung menempati shaf paling depan, sementara Iriana menempati tempat yang telah ditentukan bagi jamaah wanita di sebelah kiri.

Tepat pada pukul 06.35 WIB salat Idulfitri pun dimulai. Bertindak selaku imam dan khatib dalam kesempatan tersebut yaitu Masmin Afif yang merupakan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta. Sementara itu, bertindak sebagai bilal adalah Abdul Rosyid, pengurus Masjid Darussalam Istana Yogyakarta.

Dalam khotbahnya selepas salat, khatib menyampaikan khotbah yang bertema "Solidaritas Sosial di Masa Pandemi". Khatib berujar bahwa Idulfitri adalah momentum emas untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan umat dengan saling peduli, berbagi, dan menghargai, saling merajut silaturahmi, menyapa dan memaafkan, serta mengaktualisasikan nilai-nilai fitrah dalam perbuatan nyata dan perilaku mulia.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat