Komisaris PT Adaro Energy Indonesia Tbk (Adaro) Arini Saraswaty Subianto (tengah) didampingi jajaran Direksi Adaro (kiri-kanan) Direktur Julius Aslan, Direktur Chia Ah Hoo, Wakil Presiden Direktur Christian Ariano Rachmat, Presiden Direktur Garibaldi Tho | ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Ekonomi

28 Apr 2022, 11:26 WIB

Perkuat Bisnis, Adaro Mineral Rombak Susunan Direksi

Adaro akan terus meningkatkan operasional dan kinerja.

JAKARTA -- PT Adaro Minerals Indonesia Tbk melakukan perombakan direksi guna mendukung aktivitas bisnis ke depan. Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan memutuskan untuk mengangkat Christian Ariano Rachmat sebagai presiden direktur Adaro Minerals.

Christian sebelumnya merupakan wakil direktur utama Adaro Energy. Christian mengatakan, pada tahun ini, perusahaan akan terus meningkatkan operasional dan kinerja. Pada tahun lalu, Adaro Minerals berhasil mencatatkan pertumbuhan produksi yang positif dan menjadi pemacu semangat perusahaan tahun ini.

"Pada 2021, perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar 156,7 juta dolar AS," ujar Christian, Rabu (27/4).

Kondisi pasar yang sangat kondusif pada 2021 memungkinkan Adaro Minerals mengejar diversifikasi bisnis demi memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan. Operasi utama perusahaan yang meliputi pertambangan batu bara metalurgi serta diversifikasi ke bisnis smelter aluminium akan membuka jalan merealisasikan potensi perseroan untuk bergerak ke industri ramah lingkungan.

Adaro Minerals akan memasok produksinya ke industri-industri yang mendukung gaya hidup hijau. "Kondisi industri yang positif semakin mendorong profitabilitas yang tentunya kami syukuri. Saat ini, kami berfokus untuk mempertahankan keunggulan operasional dan mempersiapkan perusahaan untuk pertumbuhan jangka panjang," ujar Christian.

Christian menjelaskan, perusahaan akan memulai proyek smelter aluminium. "Untuk saat ini, manajemen memandang investasi pada pengembangan bisnis adalah pilihan terbaik untuk memaksimalkan penciptaan nilai dari Adaro Minerals,” kata Christian.

Anak usaha PT Adaro Energy Indonesia Tbk tersebut akan mendukung upaya induk yang sedang mengembangkan industri hijau. Melalui Adaro Minerals, Adaro akan membangun industri pengolahan aluminium dan produk lain yang diperlukan kendaraan listrik.

"Hilirisasi kami jalankan sesuai dengan visi Bapak Presiden Joko Widodo," ujar Presiden Direktur Adaro Energy Indonesia Garibaldi Thohir, beberapa waktu lalu.

Dengan program hilirisasi, bahan mentah mineral tidak langsung diekspor. Bahan mentah akan diolah terlebih dahulu sebelum diekspor atau digunakan untuk kebutuhan industri dalam negeri. "Sehingga dapat banyak nilai tambah," kata Garibaldi.

Garibaldi optimistis produsen mobil listrik berminat memproduksi kendaraan di Indonesia. Hal itu karena Indonesia memiliki bahan baku yang diperlukan oleh kendaraan listrik, seperti nikel, bauksit, dan alumina.

Adaro pun menyiapkan kawasan industri hijau agar dapat menjawab berbagai kemungkinan pertanyaan dari konsumen. Kawasan tersebut akan menggunakan listrik yang bersumber dari pembangkit tenaga air. Kemudian, proses produksi pun dijalankan secara ramah lingkungan.

Pembangunan kawasan industri hijau yang dikembangkan Adaro tersebut ditargetkan bisa selesai dalam dua tahun ke depan. Pada Desember tahun lalu, Adaro melalui PT Adaro Aluminium Indonesia juga telah mengumumkan komitmen investasi sebesar 728 juta dolar AS untuk pembangunan smelter aluminium di Kawasan Industri Hijau Indonesia yang sedang dibangun PT Kalimantan Industrial Park Indonesia.


Ja'far Si Bapak Kaum Miskin

Orang yang paling peduli dan paling siap membantu mereka yang miskin adalah Ja'far bin Abi Thalib

SELENGKAPNYA

Penjualan Tiket Formula E Dimulai 1 Mei

Penyelenggara sengaja tidak menyediakan tiket Formula E berdasarkan jumlah tertentu

SELENGKAPNYA

Agar Khusyuk dalam Shalat

Salah satu kewajiban yang harus ditunaikan saat shalat adalah tumakninah dan khusyuk.

SELENGKAPNYA
×