Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk. Muhamad Haryo Yunianto (kanan) menyampaikan penjelasan kepada Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Erika Retnowati (kiri) tentang uji pasar Gaskita Program PGN Sayang Ibu di Malaka Sari, | ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.

Ekonomi

27 Apr 2022, 11:47 WIB

Saham PGAS Direkomendasikan untuk Dibeli Investor

Pertumbuhan pendapatan PGAS ditopang pendapatan dari bisnis niaga gas sebesar Rp 8,63 triliun.

JAKARTA — Saham PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk yang berkode PGAS di lantai bursa mendapatkan direkomendasikan untuk dibeli investor seiring dengan kinerjanya yang berpotensi positif sepanjang 2022.

Pada kuartal IV 2021, PGAS membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 6,4 persen secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 11,1 triliun.

Pertumbuhan pendapatan PGAS ditopang pendapatan dari bisnis niaga gas sebesar Rp 8,63 triliun dan penjualan minyak dan gas bumi (migas) Rp 1,21 triliun. Pada periode yang sama, PGAS juga berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 1,28 triliun, jauh lebih baik dari kuartal IV 2020 yang mencetak kerugian.

Secara kumulatif, sepanjang tahun lalu, PGAS membukukan pendapatan sebesar Rp 43,32 triliun atau tumbuh 5,23 persen dibandingkan 2020. Emiten pelat merah tersebut juga berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 4,3 triliun, membaik dari 2020 yang membukukan kerugian. 

Pada tahun ini Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Farras Farhan, memperkirakan kinerja PGAS akan terus membaik pada tahun ini. Ia memprediksi PGAS mampu mencatatkan pendapatan sebesar Rp 47,19 triliun atau tumbuh 11,4 persen yoy. 

"Pertumbuhan pendapatan ini juga didorong oleh dua proyek distribusi PGAS, yaitu blok Rokan dan jalur pipa Gresik-Semarang," ungkap Farras dalam risetnya di Jakarta, Selasa (26/4). 

Selain itu, lanjut Farras, kinerja positif PGAS juga didukung oleh keputusan terbaru dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kementerian ESDM telah menyetujui pematokan harga gas sebesar 6,00 dolar AS per million british thermal unit (MMBTU) untuk 13 industri. Apabila kebijakan ini direalisasikan, PGAS berpotensi mengalami penurunan margin menjadi 1,5 dolar AS – 1,7 dolar AS per MMBTU. 

Meski berpotensi mengalami penurunan margin, Farras menilai, PGAS masih berpotensi mendistribusikan 945 billion British thermal unit per day (BBTUD) gas pada tahun ini atau tumbuh sembilan persen yoy. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan permintaan dari ke-13 industri serta dua proyek distribusi baru.

Sepanjang 2021 lalu, volume distribusi gas meningkat menjadi sebesar 871 BBTUD dari periode sebelumnya sebesar 828 BBTUD. Sedangkan, untuk volume transmisi selama 2021 adalah sebesar 1.352 MMSCFD.

Selain itu, juga terdapat peningkatan untuk pengaliran gas ke pembangkit listrik melalui pemanfaatan LNG sendiri (Kontrak TUA FSRU Lampung) menjadi sebesar 29 BBTUD sehingga total gas yang disalurkan melalui skema niaga gas dan TUA adalah 900 BBTUD.

Pada tahun ini PGAS akan mengoptimalkan setiap peluang gas bumi melalui program gasifikasi, seperti jargas, kilang, pembangkit listrik, industri tertentu, sektor maritim dan darat yang merupakan fokus perseroan saat ini dan ke depan. Selain itu, perseroan juga memiliki fokus dalam pengembangan utilisasi gas bumi yang ramah lingkungan pada masa transisi energi menuju energi baru dan terbarukan (EBT).

Samuel Sekuritas Indonesia pun mempertahankan rekomendasi beli untuk saham PGAS dengan target harga (TP) Rp 1.600 yang merefleksikan 8.8x PE sepanjang 2022. Meski demikian, pergerakan saham PGAS juga berpotensi mendapat tekanan jika volume distribusi gas lebih rendah dari ekspektasi.

Pada perdagangan Senin (25/4), saham PGAS tercatat berada di level 1.350. Sejak awal tahun, PGAS telah terkoreksi sebesar 2,18 persen. Meski demikian, selama tiga bulan terakhir sahamnya menguat 5,49 persen. 


Fasilitas Kesehatan Haji 2022 Siap

Meski dua tahun tidak beroperasi, semua fasilitas kesehatan tersebut masih bisa digunakan pada prosesi haji tahun ini

SELENGKAPNYA

Belajar Sejarah dengan Video Mapping

Kita merasakan pengalaman interaktif seolah menyatu dengan visual warna-warni  di dinding dan lantai.

SELENGKAPNYA

Timnas U-23 Kehilangan Sejumlah Pilar di SEA Games Vietnam

Timnas U-23 akan kembali ke Jakarta sebelum bertolak ke Vietnam pada 3 Mei untuk mengikuti SEA Gamas 2021.

SELENGKAPNYA
×