Petani menyiapkan pupuk NPK di area persawahan Gamping , Sleman, Yogyakarta, Kamis (13/1). Menurut PT Pupuk Indonesia stok pupuk bersubsidi pada awal 2022 mencapai 1,13 juta ton. Dengan rincian pupuk Urea 512 ribu ton, NPK 305 ribu ton, SP-36 103 ribu ton | Wihdan Hidayat / Republika

Ekonomi

27 Apr 2022, 09:30 WIB

Transformasi Dongkrak Kinerja Pupuk Indonesia 

Kinerja produksi Pupuk Indonesia pada tahun lalu mencapai 19,52 juta ton atau 100,7 persen dari target RKAP 2021.

JAKARTA — PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali mencatat kinerja (audited) positif, bahkan melampaui target rencana kinerja dan anggaran perusahaan (RKAP) pada 2021. Kinerja produksi produsen pupuk pelat merah itu sebesar 19,52 juta ton atau melampaui 100,7 persen dari target RKAP 2021.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman mengatakan, pencapaian kinerja tersebut ditopang dari berbagai kinerja operasional. "Semuanya memiliki kinerja yang sangat baik, mulai dari kinerja produksi, penjualan, peningkatan EBITDA, pendapatan, hingga laba," kata Bakir dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (26/4).

Bakir menyampaikan, kinerja produksi pada tahun lalu mencapai 19,52 juta ton atau 100,7 persen dari target RKAP 2021. Perinciannya, produksi pupuk 12,24 juta ton dan nonpupuk 7,22 juta ton yang terdiri atas amoniak, asam sulfat, dan asam fosfat. Volume ini juga meningkat jika dibandingkan realisasi produksi pada 2020 yang mencapai 19,38 juta ton.

Bakir mengatakan, peningkatan juga terjadi pada volume penjualan 2021 yang mencapai 14,17 juta ton atau 100,8 persen dari target RKAP 2021 dengan perincian penjualan pupuk subsidi 7,92 juta ton, pupuk nonsubsidi 4,99 juta ton, dan nonpupuk 1,26 juta ton (amoniak, asam sulfat, asam fosfat, dan sebagainya). 

Bakir mengungkapkan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari program transformasi bisnis perusahaan Pupuk Indonesia dari strategic holding menjadi activist holding

 

"Transformasi ini ditandai dengan sentralisasi sejumlah bidang strategis yang bertujuan menghasilkan value creation atau nilai tambah bagi holding maupun anak perusahaan," ujar Bakir.

Bakir menyebutkan, proses transformasi ini juga berhasil mencatat kinerja pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau EBITDA pada 2021 sebesar Rp 14,18 triliun. Nilai tersebut jauh di atas realisasi EBITDA tahun 2020 yang sebesar Rp 9,81 triliun.

Menurut Bakir, peningkatan ini berasal dari penjualan sektor retail, baik melalui manajemen ritel maupun Program Makmur. Kemudian, proses inbound dan outbound supply chain sebagai hasil dari pengadaan bersama, sentralisasi pemasaran, dan dari hasil optimalisasi aset. 

Selain itu, lanjut Bakir, upaya tersebut juga berkat perubahan mindset perusahaan dari sebelumnya production centric menjadi customer centric atau menjadi perusahaan yang lebih berorientasi kepada pelanggan. Dengan mindset baru ini, Pupuk Indonesia berhasil meningkatkan kinerja penjualan, terutama untuk pasar ritel. "Berbagai terobosan dalam program transformasi bisnis tersebut terbukti membuahkan hasil yang sangat positif," kata Bakir.

Menurut Bakir, hal ini terlihat dari nilai pendapatan konsolidasi Pupuk Indonesia yang mencapai sebesar Rp 78,6 triliun atau 107 persen dari target RKAP 2021 sebesar Rp 72,9 triliun. Nilai ini meningkat jika dibandingkan dengan pendapatan 2020 sebesar Rp 71,88 triliun.

Dari jumlah tersebut, ucap Bakir, Pupuk Indonesia berhasil membukukan laba sebesar Rp 5,13 triliun atau 165 persen dari target RKAP 2021 sebesar Rp 3,1 triliun. Laba tersebut juga naik signifikan jika dibandingkan dengan laba 2020 sebesar Rp 2,32 triliun.

Ke depan, Bakir mengatakan, Pupuk Indonesia juga akan terus berorientasi pada pelanggan dengan memperkuat pangsa pasar produk pupuk retail, seperti peningkatan penjualan ritel melalui benefit & loyalty program, retail & distributor excellence, peluncuran 1.000 kios ritel, perluasan Program Makmur, dan sebagainya.

Selain itu, untuk memperluas pangsa pasar ritel, Pupuk Indonesia juga terus mengembangkan diri melalui sejumlah proyek strategis untuk meningkatkan kapasitas produksi, efisiensi konsumsi energi, dan daya saing. 

"Sejumlah proyek yang akan dilaksanakan, antara lain, proyek pabrik urea, amoniak, dan metanol di Papua Barat, proyek Pusri 3B di Pusri Palembang, proyek Katalis Merah Putih di Pupuk Kujang, penyelesaian proyek NPK di Pupuk Iskandar Muda, hingga proyek Soda Ash di Pupuk Kaltim dan Petrokimia Gresik," kata Bakir menambahkan. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PT PUPUK INDONESIA (PERSERO) (pt.pupukindonesia)

';

Polisi Pemeras Pemotor Terancam Dipecat

Aksi oknum polisi Bripka SAS terungkap lewat aduan warganet yang viral di Twitter.

SELENGKAPNYA

Zaid bin Tsabit, Sekretaris Rasulullah nan Cerdas

Zaid menguasai bahasa Ibrani, baik lisan maupun tulisan.

SELENGKAPNYA
×