Pengojek mengangkut karung berisi gabah di area persawahan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Jumat (20/3/2022). Petani di daerah itu memanfaatkan jasa ojek pertanian untuk mengangkut hasil panen mereka dengan tarif Rp10 ribu per karung. | ANTARA FOTO/Arnas Padda/rwa.

Ekonomi

26 Apr 2022, 12:26 WIB

Program Makmur Lindungi Petani dari Mafia Bibit

Erick Thohir menyebut adanya mafia bibit yang merugikan petani di Indonesia.

JAKARTA —  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyinggung soal adanya mafia bibit di sektor pertanian yang membuat petani merugi karena kualitas bibit yang diterima tak sesuai. Ia pun meminta agar PT Pupuk Indonesia (Persero) dapat mendampingi petani agar terhindar dari mafia bibit.

Kepala Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana mengatakan, perseroan kini tengah menjalankan Program Makmur yang merupakan program pendampingan petani dari persiapan tanam, pascapanen, hingga pemasaran.

Wijaya mengatakan, program yang dicetuskan langsung oleh Menteri BUMN itu menjamin kebutuhan petani, termasuk dalam hal pembiayaan yang difasilitasi langsung oleh bank-bank pelat merah. "Dipastikan kebutuhan pupuknya, sarana pertanian, termasuk pemenuhan bibit yang berkualitas," kata Wijaya kepada Republika, Ahad (24/4).

Di sisi lain, kata Wijaya, para petani juga akan mendapatkan pendampingan dalam adaptasi teknologi bercocok tanam yang baik sehingga produktivitas yang dihasilkan naik signfikan. Setelah petani mencapai masa panen, hasil panennya juga dipastikan akan terserap atau akan diberikan asuransi apabila mengalami gagal panen.

Adapun untuk tahun ini, Wijaya mengatakan, ditargetkan program Makmur dapat menjangkau lahan seluas 250 ribu hektare di seluruh Indonesia. Fokus komoditas yang akan masuk dalam Program Makmur, di antaranya, padi, jagung, kopi, dan tebu. 

Sebelumnya, Erick menyebut adanya mafia bibit yang merugikan petani di Indonesia. Mantan presiden klub Inter Milan itu pun mememerintahkan BUMN menjamin kualitas bibit untuk petani. Salah satunya, melalui pendampingan dari Pupuk Indonesia hingga dijamin oleh asuransi Jasindo. 

“Pupuk Indonesia mendampingi memberikan pupuk tepat waktu bibit yang benar. Karena bibit pun ada mafianya. Banyak petani mendapatkan bibit yang hybrid yang salah sehingga ketika tumbuh tidak menghasilkan yang baik,” kata Erick. 

Erick juga meminta BUMN bersama swasta menjadi off-taker hasil tani jagung, kopi, kelapa sawit, dan gula tebu. Hanya, ia menyadari, langkah ini belum mampu menggapai seluruh sektor. Tapi, di beberapa sektor, ia sebut, capaian Program Makmur ditarget menuju 200 ribu hektare.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PT PUPUK INDONESIA (PERSERO) (pt.pupukindonesia)

Terkait pengawasan pupuk bersubsidi, SVP Distribusi Pupuk Indonesia Syamsu Alamsah mengatakan, perusahaan juga telah menerapkan sistem digitalisasi yang terintegrasi, salah satunya bernama Distribution Planning & Control System (DPCS). 

Selain DPCS, Syamsu mengatakan, ada beberapa sistem digitalisasi yang diterapkan perusahaan dalam menjamin pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi, seperti Petroport yang mendigitalisasi pendistribusian via pelabuhan. 

"Sistem ini memiliki fungsi pengawasan, pencatatan, dan pelaporan serta penentuan rekomendasi keputusan secara digital dan otomatis (automatic decision systems) sehingga dapat menghilangkan potensi demurrage atau denda akibat keterlambatan proses bongkar muat," kata Syamsu, beberapa waktu lalu.

Pupuk Indonesia memastikan, pengawasan penyaluran pupuk subsidi menjelang Lebaran akan berjalan dengan lancar. Hal ini karena perusahaan telah menerapkan sistem digitalisasi yang terintegrasi, salah satunya bernama DPCS.

DPCS merupakan sistem yang dapat dimanfaatkan perusahaan untuk memonitor kegiatan distribusi dan memonitor stok pupuk di lapangan agar sesuai dengan ketentuan minimum pemerintah dan meningkatkan akurasi perencanaan distribusi. 

“DPCS telah diterapkan sejak 2020, sistem digitalisasi ini juga merupakan bentuk transformasi sehingga ketersediaan stok pupuk di semua daerah  lebih baik dan dapat diawasi setiap saat," kata Wijaya.

Melalui sistem ini, Pupuk Indonesia dapat mengawasi teknis penyaluran pupuk subsidi secara real time. DPCS dapat mengawasi proses distribusi dari gudang produsen hingga kios-kios resmi. Bahkan, DPCS mampu mengetahui jumlah stok saat dalam perjalanan (intransit), baik darat maupun saat di pelabuhan. 

Selain data stok, DPCS juga menyajikan data penjualan, alokasi pupuk subsidi di setiap daerah, kapasitas gudang, informasi distributor dan pengecer, hingga kontak staf distribusi dan pemasaran di masing-masing wilayah sehingga sistem ini dapat memberikan gambaran utuh terkait pendistribusian pupuk subsidi ke berbagai daerah.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Syahrul Yasin Limpo (syasinlimpo)


Kiat Aman Mudik dengan Sepeda Motor

Masih banyak masyarakat yang mudik dengan mengendarai sepeda motor

SELENGKAPNYA

Waspadai Cuaca Ekstrem di Jalur Mudik

Pengendara diimbau tidak melebihi kecepatan 70 km per jam saat kondisi hujan.

SELENGKAPNYA

Presiden Jokowi Bahas DOB dengan MRP

Presiden Jokowi menjelaskan permintaan pemekaran wilayah justru menjadi rebutan berbagai provinsi.

SELENGKAPNYA
×