JAKARTA,19/5 - RUPS BANK BTN. Nasabah melintas di Hall Bank BTN Cabang Harmoni, Jakarta, Kamis (19/5). Dalam RUPS Bank BTN Tbk memutuskan pembagian dividen sebesar 30 persen dari laba bersih atau sekitar Rp 274,5 miliar dari total laba Rp 915 miliar. | Republika

Ekonomi

24 Apr 2022, 09:39 WIB

BTN Raup Laba Bersih Rp 774,42 Miliar

Sepanjang Januari-Maret 2022, BTN menyalurkan kredit Rp 277,13 triliun atau meningkat 6,04 persen.

JAKARTA — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meraup laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 774,42 miliar pada kuartal I 2022. Realisasi tersebut tumbuh 23,89 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang sebesar Rp 625 miliar.

Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, pertumbuhan laba bersih perseroan ditopang kenaikan penyaluran kredit, pengelolaan aset kredit bermasalah, serta efisiensi biaya dana dan operasional.

"Ditinjau dari sisi top line maupun bottom line, kinerja kami tumbuh menggembirakan. Pencapaian ini berkat bisnis model dan implementasi strategi yang tepat,” kata Haru saat konferensi pers virtual, Jumat (22/4).

Sepanjang periode Januari-Maret 2022, BTN menyalurkan kredit sebesar Rp 277,13 triliun atau meningkat 6,04 persen dari posisi yang sama tahun lalu senilai Rp 261,34 triliun.

Haru mengatakan, penyaluran kredit perumahan masih mendominasi total kredit perseroan pada kuartal I 2022. Kredit perumahan yang disalurkan perseroan sebesar Rp 248,57 triliun.

Dari jumlah tersebut, kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi pada kuartal I 2022 masih mendominasi dengan nilai sebesar Rp 134,04 triliun atau tumbuh 9,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 122,96 triliun. Sedangkan, KPR nonsubsidi tumbuh 5,16 persen menjadi Rp 84,28 triliun pada kuartal I 2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 80,14 triliun.

"Kami memacu kredit dengan sangat memperhatikan prinsip kehati-hatian. Maka itu, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) kami terus membaik. Non-performing loan (NPL) gross level 3,6 persen, lebih rendah dari sebelumnya level 4,25 persen, Sedangkan, NPL net sebesar 1,28 persen, turun dari posisi 1,94 persen," kata Haru.

Kenaikan kredit berdampak pada pendapatan bunga bersih tumbuh 28,81 persen pada kuartal I 2022 menjadi Rp 3,57 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,77 triliun. Menurut Haru, peningkatan tersebut membuat rasio net interest margin mengalami kenaikan dari 3,31 persen pada Maret 2021 menjadi 4,29 persen pada kuartal I 2022.

“Meski rasio NPL mengalami perbaikan, pada kuartal I 2022 tetap menaikkan rasio cadangan atau coverage ratio menjadi 146,73 persen dari 115,93 persen pada kuartal I 2021,” kata Haru. 

Pada kuartal I 2022, dari total pencairan kredit perumahan sebesar Rp 8,3 triliun, sebesar 90 persen atau Rp 7,5 triliun mengalir ke nasabah milenial. Sepanjang 2019 sampai 2021, perseroan telah menyalurkan KPR hampir 400 ribu unit kepada kaum milenial.

Kemudian perolehan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 290,53 triliun. Dari jumlah ini, capaian dana murah atau current account saving account (CASA) sebesar Rp 128,26 triliun atau naik 13,85 persen. “Kenaikan CASA yang cukup tinggi tersebut membuat porsi dana murah mengalami kenaikan menjadi 44,15 persen dari total DPK BTN pada kuartal I 2022,” kata Haru.

Haru menyebutkan, kenaikan dana murah juga mampu menekan biaya dana atau cost of fund menjadi 2,41 persen atau turun jika dibandingkan pada kuartal pertama tahun lalu sebesar 3,69 persen. Adapun strategi ini membuat yang biasanya porsi dana mahal atau deposito selalu di atas 60 persen, mengalami penurunan menjadi hanya 55,85 persen.

“Fokus BTN dalam menggenjot perolehan dana murah dan memangkas dana mahal telah membuat total deposito turun 10,96 persen menjadi Rp 162,27 triliun pada kuartal I 2022,” kata Haru.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Bank Tabungan Negara (bankbtn)


Maksimalkan Ibadah demi Lailatul Qadar

Langit disesaki malaikat yang turun ke bumi pada malam Lailatul Qadar.

SELENGKAPNYA

BRIN-KNEKS Resmikan Fasilitas Riset Pangan Halal

BRIN dan KNEKS berkomitmen mendukung pengembangan sertifikasi halal dan ekonomi syariah.

SELENGKAPNYA

Panja DPR Sepakat Selamatkan Garuda 

Panja DPR juga menyetujui usulan PMN ke Garuda sebesar Rp 7,5 triliun.

SELENGKAPNYA
×