Pekerja menyelesaikan pembangunan rumah bersubsidi di Laladon, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (22/11/2021). PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk akan mengoptimalkan penyaluran kredit pemilikan rumah atau KPR bagi masyarakat dengan memberikan pembiaya | ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Ekonomi

18 Apr 2022, 11:16 WIB

Himbara Genjot Penyaluran Kredit Perumahan

Pola kerja dari rumah mendorong masyarakat mencari rumah layak huni.

JAKARTA -- Anggota Himpunan Bank Negara (Himbara) berupaya menggenjot kredit sektor properti untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Upaya tersebut turut disambut positif oleh pasar dengan lonjakan permintaan kredit yang relatif signifikan.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatat, pertumbuhan KPR pada Februari 2022 mencapai delapan persen (year on year/yoy). Direktur Bisnis Konsumer BNI Corina Leyla Karnalies mengatakan, sektor properti memiliki dampak pengganda terhadap lebih dari 170 subsektor industri yang dapat menjadi salah satu penggerak perekonomian nasional.

“BNI berhasil mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) atau BNI Griya yang meningkat delapan persen atau Rp 49,8 triliun secara tahunan pada Februari 2022. Secara keseluruhan kinerja KPR perseroan pada tahun ini bisa tumbuh lebih tinggi,” ujar Corina melalui keterangan resmi, Ahad (17/4).

Corina mengatakan, tren pertumbuhan kredit properti pada kuartal I 2022 cenderung meningkat khususnya KPR BNI Griya. Pertumbuhan KPR BNI pada Februari melampaui realisasi pertumbuhan KPR sepanjang 2021 yang tumbuh 7,7 persen atau mencapai Rp 49,6 triliun. Dengan perbaikan sektor properti dan perekonomian tahun ini, perseroan yakin dapat mencapai target kredit secara total sebesar tujuh sampai 10 persen.

BNI menawarkan sejumlah kemudahan KPR antara lain dengan suku bunga mulai 3,4 persen fixed dalam dua tahun pertama, cicilan dengan opsi bayar bunga saja hingga dua tahun pertama, serta kemudahan pengajuan KPR secara daring. Pada 2020, BNI juga menyelenggarakan BNI Griya Expo Online yang merupakan pameran properti virtual pertama di Indonesia.

Sebelumnya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mencatat peningkatan penjualan rumah pada awal tahun ini. Wakil Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, hal ini juga sejalan dengan kinerja penyaluran KPR yang tumbuh positif hingga kuartal I 2022.

“Kita harapkan (pertumbuhan pembiayaan) ini bisa didorong terus sampai akhir tahun mencapai double digit 11 persen sampai 12 persen,” ujar Nixon.

Nixon mengatakan, penjualan rumah hingga Januari 2022 meningkat 20 ribu unit dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Hal ini menandakan animo masyarakat untuk memiliki rumah cukup positif. Menurut dia, pola kerja dari rumah juga mendorong masyarakat kelas menengah bawah mencari rumah layak huni.

Dia mengatakan, peluang dan potensi untuk mengejar target tersebut sangat besar. Hal ini disebabkan penjualan rumah yang harganya di bawah Rp 1 miliar pertumbuhannya cukup baik.

“Apalagi, jika kondisi pandemi berubah menjadi endemi, BTN optimistis penjualan perumahan bakal naik lagi,” ucapnya.

Untuk meningkatkan pelayanan, BTN pun meluncurkan situs e-Mitra Operations. Layanan digital ini bertujuan untuk membangun ekosistem dalam proses pembiayaan perumahan.

Direktur TI dan Digital BTN, Andi Nirwoto, mengatakan, situs tersebut diluncurkan untuk mendukung proses standardisasi pemrosesan kerja sama dengan mitra rekanan. Hal itu mulai dari persyaratan, prosedur registrasi, hingga pembinaan dalam pelaksanaan kerja sama. Mitra Bank BTN yang bisa memanfaatkan e-Mitra Operation, yakni rekanan penunjang perkreditan atau pembiayaan yang jumlahnya sekitar 4.500 mitra.

BTN menggandeng mitra yang terdiri atas notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), Kantor Akuntan Publik (KAP), konsultan pengawas, perusahaan asuransi, dan balai lelang.

“Adanya website e-Mitra Operation merupakan bentuk keseriusan BTN untuk membuat ekosistem digital perumahan yang ditujukan agar masyarakat menjadi mudah dalam mengakses kepemilikan perumahan,” ujarnya, Ahad (17/4). 

Menurut Andi, salah satu faktor terbentuknya kualitas kredit yang baik adalah proses bisnis yang didukung oleh rekanan berkualitas. Dia berharap, dengan adanya e-Mitra Operations, komunikasi antara pihak bank dan mitra rekanan menjadi lebih baik karena keseluruhan prosesnya dilakukan secara digital dan tersistem.


Erick: Kerja Sama Investasi INA-BUMN Sinyal Positif

INA, Hutama Karya, dan Waskita Karya bekerja sama dalam investasi pengembangan jalan tol.

SELENGKAPNYA

Bulan Belajar Alquran

Ramadhan itu bulan pendidikan dan pelatihan. Termasuk di dalamnya untuk kembali belajar mendalami Alquran.

SELENGKAPNYA

Pemda Siapkan THR

Kemendagri meminta kepala daerah segera mengeluarkan peraturan terkait THR dan gaji ke-13.

SELENGKAPNYA
×