Sejumlah Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang diyatakan lulus mengucapkan sumpah jabatan menjadi PNS saat upacara pelantikan PNS di Serang, Banten, Rabu (2/2/2022). | ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

Tajuk

18 Apr 2022, 03:45 WIB

Stimulus Ekonomi dari THR PNS

Tekanan daya beli akibat lonjakan harga, mau tidak mau akan membuat masyarakat berhati-hati dalam membelanjakan uangnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, proses pencairan tunjangan hari raya (THR) bagi pegawai negeri sipil  (PNS) atau aparat sipil negara (ASN), TNI, dan Polri direncanakan mulai periode H-10 Lebaran Idul Fitri.

THR tahun ini diberikan kepada 1,8 juta pegawai aparatur negara pusat, 3,7 juta pegawai aparatur negara daerah, dan 3,3 juta orang pensiunan.

Pemerintah berharap, pemberian THR untuk aparatur negara tersebut dapat memberikan stimulus ekonomi. Harapan tersebut sangat realistis. Sebab, kebangkitan ekonomi nasional setelah wabah Covid-19 mendapat tekanan yang cukup kuat dari kondisi ekonomi.

Sejatinya tahun 2022 ini adalah momen bangkitnya ekonomi Indonesia. Apalagi, wabah Covid-19 mulai terkendali di Tanah Air. Bahkan, Indonesia pun digadang-gadang akan memasuki masa transisi dari pandemi menjadi endemi tahun ini.

Dalam masa transisi ini, potensi bangkitnya ekonomi nasional seharusnya cukup besar. Apalagi pada 2021, indikator kebangkitan ekonomi di dalam negeri juga sangat kentara.

Namun, kondisi global akibat terjadinya serangan Rusia ke Ukraina menyebabkan ekonomi dunia amburadul. Keadaan ini berimbas ke Indonesia. Perang Rusia dan Ukraina telah membuat lonjakan harga minyak mentah dunia. Tak hanya minyak, harga sejumlah komoditas juga mengalami lonjakan.

 
Sejatinya tahun 2022 ini adalah momen bangkitnya ekonomi Indonesia. Apalagi, wabah Covid-19 mulai terkendali di Tanah Air.
 
 

Sejumlah negara saat ini mengalami tekanan inflasi akibat meroketnya harga-harga barang. Terutama harga-harga kebutuhan pokok dan energi. Ukraina sebagai pengekspor sejumlah komoditas seperti gandum tidak bisa melakukan ekspor ke berbagai negara akibat jalur distribusinya dikuasai Rusia. 

Sedangkan boikot yang dilakukan sejumlah negara Eropa, Amerika, dan beberapa negara Asia terhadap produk Rusia telah menyebabkan persoalan tersendiri. Negara-negara tersebut harus mencari negara baru untuk substitusi produk impor dari Rusia. 

Pada saat bersamaan, kenaikan harga-harga komoditas dan energi di pasar global telah memukul daya beli di Tanah Air. Harga minyak goreng, misalnya, sampai saat ini masih tetap tinggi. Beberapa kali kebijakan diubah, tetapi belum mampu menurunkan harga minyak goreng seperti sediakala. Kenaikan harga minyak dunia pun telah membuat kuota bahan bakar subsidi pemerintah jebol. 

Berbagai kenaikan harga komoditas tersebut di Tanah Air saat ini semakin menjadi-jadi karena masuk bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. Tanpa adanya goncang-gancing lompatan harga komoditas di global, harga kebutuhan pokok setiap masuk Ramadhan dan menjelang Idul Fitri sudah terbiasa melambung. 

 
Tekanan daya beli akibat lonjakan harga, mau tidak mau akan membuat masyarakat berhati-hati dalam membelanjakan uangnya. 
 
 

Tekanan daya beli akibat lonjakan harga, mau tidak mau akan membuat masyarakat berhati-hati dalam membelanjakan uangnya. Tak heran bila kondisi ekonomi di dalam negeri juga berpotensi melambat karena daya beli masyarakat terkapar.

Karena itu, dengan cairnya THR, aparatur negara diharapkan mampu memberi stimulus ekonomi nasional untuk terus bergerak. Apalagi, total anggaran yang telah disiapkan pemerintah terbilang besar.

Kebijakan pemberian THR telah ditampung dalam APBN tahun anggaran 2022, yang penyalurannya sudah dilakukan melalui K/L dengan total anggaran Rp 10,3 triliun untuk ASN pusat, TNI dan Polri.

Kemudian melalui Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 15 triliun untuk ASN daerah, yaitu PNSD dan PPPK yang dapat ditambahkan dari APBD 2022 sesuai kemampuan fiskal masing-masing daerah. Anggaran THR tahun ini juga telah disalurkan melalui bendahara umum negara sekitar Rp 9 triliun yang ditujukan bagi pensiunan.

Kita berharap, aparatur negara di pusat dan daerah membelanjakan uang THR tersebut supaya mendorong ekonomi bergerak lebih cepat. Jangan semuanya disimpan untuk biaya pendidikan anak. Pemerintah juga akan memberikan gaji bulan ke-13 sebagai bantuan pendidikan yang akan dilakukan mulai Juli 2022, dengan komponen dan kelompok aparatur penerima yang sama dengan THR.


"Berapa Harga Kacang Tanah Per Kemasan?", Soal 17 April 2022

SELENGKAPNYA

Potret Dekadensi Akhlak Berkomunikasi di Media Sosial

Kemerosotan akhlak mengakibatkan komunikasi di media sosial berjalan dengan caci maki dan fitnah.

SELENGKAPNYA
×