Prof KH Nasaruddin Umar | Ilustrasi : Daan Yahya

Tausiyah

08 Apr 2022, 11:45 WIB

Menyingkap Misteri Takdir

Takdir yang sering dikaitkan dengan watak dan karakter setiap orang banyak ditentukan oleh cara pandang masing-masing.

PROF KH NASARUDDIN UMAR, Imam Besar Masjid Istiqlal

Salah satu pertanyaan paling sulit dijawab ialah perubahan takdir. Apakah takdir domain manusia atau Tuhan atau masing-masing memiliki porsinya masing-masing. Antara kaum teolog termasuk fuqoha berbeda jawabannya dengan kaum sufi dan teosofi.

Yang pertama memandang takdir berada di dalam domain Tuhan paling besar, sedangkan manusia hanya memiliki domain terbatas. Sementara kalangan sufi dan teosof menyerahkan kepada manusia.

Jika ia mampu mendekatkan diri sedekat-dekatnya kepada Allah SWT maka perubahan takdir berada di dalam domain manusia paling besar. Jika ia tidak mencapai tingkat makrifah lebih tinggi maka takdir akan sepenuhnya berada di dalam domain Allah SWT.

Di kalangan para teolog juga banyak ditemukan banyak wacana tentang hal ini. Takdir yang sering dikaitkan dengan watak dan karakter setiap orang banyak ditentukan oleh cara pandang (world views) masing-masing.

Boleh jadi cara pandang itu radikal, moderat, atau liberal. Tergantung pengaruh kognitif yang diperoleh seseorang. Persepsi orang tentang watak dan karakter masih sangat dipengaruhi oleh tiga faktor determinisme, yaitu determinisme genetis, determinisme psikis, dan determinisme lingkungan.

 
Takdir yang sering dikaitkan dengan watak dan karakter setiap orang banyak ditentukan oleh cara pandang (world views) masing-masing. 
 
 

Pemahaman kaum determinisme genetis, yaitu menganggap watak dan karakter ditentukan lebih besar oleh warisan DNA dari kakek-nenek. Pepatah mengatakan: “Buah tidak jatuh jauh dari pohonnya”, sering digunakan untuk menggambarkan teori ini.

Mungkin ini tidak salah, tetapi perlu dikritisi bahwa ternyata di dalam kenyataan banyak watak dan karakter anak berbeda jauh dengan watak dan karakter orang tuanya. Seperti halnya banyak buah yang jatuh jauh dari batangnya karena diekspor ke luar negeri.

Akan tetapi, asumsi ini ada benarnya juga. Karena itu Rasullah SAW meminta umatnya untuk mengawini orang dengan mempertimbangkan tiga hal, yaitu kecantikan/ketampanan, harta kekayaan, dan agama. Yang pertama dan ketiga tidak bisa dipisahkan dengan determinisme genetis.

Determinisme psikis, yaitu watak dan karakter ditentukan oleh collective-memory di masa kecil. Hal ini berhubungan dengan faktor kognitif yang terjadi pada diri seseorang.

Jika sejak kecil seorang anak di-instal dengan watak dan karakter yang lembut dan santun maka sepanjang hidup orang itu akan sangat dipengaruhi oleh sikap lembut dan santun sebagaimana yang pernah tertanam di dalam alam bawah sadarnya.

Namun ini juga tidak mutlak, karena kebiasaan lama bisa dihapuskan oleh kebiasaan baru yang secara konsisten terus menerus diamalkan. Ini sesuai dengan firman Allah SWT: "Innal hasanat yudzhibnas sayyiat (sesungguhnya kebiasaan baik dapat menghapuskan kebiasaan buruk)’’.

 
Adaptasi fisik dan psikis seseorang bisa sangat cepat berubah. Karena itu lingkungan domisili sangat penting diperhatikan. 
 
 

Determinisme lingkungan, yaitu watak dan karakter seseorang ditentukan oleh alam dan sekitar domisili seseorang. Adaptasi fisik dan psikis seseorang bisa sangat cepat berubah.

Karena itu, lingkungan domisili sangat penting diperhatikan. Jika kita berada di lingkungan penjual ikan maka kita akan berbau ikan dan jika kita berada di sekitar penjual minyak wangi maka badan kita akan wangi.

Karena itu, Rasulullah SAW sangat menyerukan umatnya bergaul dengan orang-orang baik agar energi positif selalu melekat pada dirinya, dan menghindari lingkungan orang buruk supaya terbebas dari energi negatif. Allah SWT sejak dulu memperingatkan: Wala taqrabz zina innahu kana fahisyatan wa saa sabila (Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk)." (QS al-Isra’ [17]: 32).

Termasuk yang dimaksud ayat ini ialah mendekati kompleks perzinaan dan semacamnya. Ini semua menunjukkan bahwa faktor lingkungan sangat besar pengaruhnya di dalam perwujudan watak dan karakter.

Ketiga faktor determinisme di atas tidak bisa dimutlakkan salah satunya yang paling menentukan, karena boleh jadi setiap orang berbeda-beda tingkat resistensi dan adaptasinya dengan ketiga faktor tersebut di atas. Mungkin ada orang watak dan karakternya lebih ditentukan oleh faktor genetis, tetapi yang lain lebih ditentukan oleh faktor psikis, sementara yang lainnya lebih ditentukan oleh faktor lingkungan.

Yang mendekati kepastian ialah kita harus mencermati ketiga faktor tersebut mempengaruhi watak dan karakter seseorang. Namun intensitasnya berbeda-beda, bergantung kondisi objektif dan subjektif setiap orang.


KNEKS Gandeng Shipper Bangun Layanan Logistik Halal

Shipper bersama KNEKS juga menginisiasi program Inkubasi Bisnis Syariah

SELENGKAPNYA

Kota Bogor Tambah CCTV di Taman untuk Jaga Keamanan

Polresta Bogor telah berkoordinasi dengan Diskominfo untuk memperbanyak CCTV yang ada.

SELENGKAPNYA

Lubabah, Perempuan Pemberani Pembela Budak

Lubabah berdiri mengambil sebuah tiang dari batu kemudian dipukulkannya ke Abu Lahab

SELENGKAPNYA
×