Ilustrasi Wakaf Uang | Republika/Thoudy Badai

Opini

Momentum Wakaf Uang

Jika edukasi wakaf dilakukan baik dan tepat, potensi wakaf uang yang terhimpun luar biasa.

MUHAMMAD SYAFI'IE EL-BANTANIE, Praktisi Wakaf dan Pendiri Ekselensia Tahfizh School Dompet Dhuafa

Sudah lazim Ramadhan menjadi momentum optimasi kedermawanan sosial umat Islam. Setiap lembaga ziswaf pasti totalitas memanfaatkan momentum Ramadhan untuk mencapai target penghimpunan.

Sayangnya, Ramadhan masih terfokus jadi momentum optimasi penghimpunan zakat. Sementara, penghimpunan wakaf di tidak segreget penghimpunan zakat. Semestinya, Ramadhan juga bisa jadi momentum optimasi penghimpunan wakaf uang.

Tinggal bagaimana lembaga wakaf menyusun strategi tepat dan mengeksekusinya dengan baik. Lantas, bagaimana strategi yang bisa dilakukan lembaga wakaf?

Umumnya, lembaga wakaf bekerja sama dengan bank syariah sebagai Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKSPWU) untuk menghimpun wakaf uang. Pertanyaannya usai kerja sama, apakah ada proses edukasi wakaf ke nasabah bank syariah tersebut?

 

 
Kelemahan lembaga wakaf biasanya terletak pada tindak lanjut setelah kerja sama dengan bank syariah. 
 
 

 

Kelemahan lembaga wakaf biasanya terletak pada tindak lanjut setelah kerja sama dengan bank syariah. Tidak ada edukasi wakaf secara berkesinambungan kepada nasabah bank syariah tersebut dengan konten edukasi yang menarik dan menggugah kesadaran.

Padahal, jika edukasi wakaf dilakukan baik dan tepat, potensi wakaf uang yang terhimpun luar biasa. Terlebih memanfaatkan momentum Ramadhan. Sebagai contoh, sebuah bank syariah nasional memiliki nasabah 16 juta orang.

Dari data tersebut, kita segmentasi secara sederhana menjadi nasabah prioritas dan umum. Kita ambil persentase dua persen saja dari 16 juta nasabah tersebut yang merupakan nasabah prioritas. Maka, didapatkan angka 320 ribu nasabah prioritas.

Jika 320 ribu nasabah prioritas diedukasi dengan baik, betapa strategisnya wakaf uang sebagai instrumen menghadirkan kesejahteraan umat, besar kemungkinan mereka akan berwakaf uang.

 

 
Jika 320 ribu nasabah prioritas diedukasi dengan baik, betapa strategisnya wakaf uang sebagai instrumen menghadirkan kesejahteraan umat, besar kemungkinan mereka akan berwakaf uang.
 
 

 

Jika setiap nasabah prioritas berwakaf uang  Rp 1 juta saja di bulan Ramadhan tahun ini, maka total dana yang terhimpun Rp 320 miliar. Angka yang fantastis untuk target penghimpunan wakaf uang selama Ramadhan saja.

Bayangkan, menyasar segmen nasabah prioritas saja, potensi penghimpunan wakaf uang demikian besar. Uang Rp 1 juta bagi mereka sangatlah kecil. Besar kemungkinan sebagian dari mereka berwakaf uang lebih dari Rp 1 juta.

Upaya dan energi yang dikeluarkan pun tidaklah besar. Lembaga wakaf bisa bekerja sama dengan bank syariah tersebut untuk content delivery edukasi wakaf uang kepada nasabah prioritas.

Kuncinya pada kekuatan konten yang diproduksi lembaga wakaf, apakah mampu menggugah kesadaran, menyentil nurani, dan membuncahkan semangat kedermawanan?

Konten edukasi wakaf untuk masyarakat kelas atas (nasabah prioritas) jelas berbeda dengan konten edukasi wakaf untuk masyarakat umum. Tidak bisa dipukul rata. Pendekatan filosofis dan sosiologis bisa jadi diperlukan untuk melengkapi pendekatan agama.

 
Perpaduan tepat antara kekuatan konten dan kemasan konteks akan melahirkan bahasa marketing komunikasi yang menyentuh perasaan nasabah prioritas. 
 
 

Aspek sistematika juga perlu diperhatikan. Pendekatan agama bisa jadi tepat diletakkan di akhir konten edukasi wakaf sebagai “gong” dan pengunci kesadaran nasabah prioritas yang sudah muncul lewat konten reflektif filosofis yang dihadirkan di awal konten.

Karena itu, lembaga wakaf mesti menugaskan SDM yang memiliki keahlian dalam membuat konten dan mengemasnya (konteks) dengan apik.

Perpaduan tepat antara kekuatan konten dan kemasan konteks akan melahirkan bahasa marketing komunikasi yang menyentuh perasaan nasabah prioritas. Dalam Bahasa Al-Qur’an, edukasi wakaf yang //qaulan baligha// (bahasa yang membekas dalam jiwa).

Ekosistem nasabah wakaf

Kepercayaan nasabah prioritas dalam berwakaf mesti dijawab dengan performa lembaga wakaf dalam melakukan pengembangan wakaf.

 
Ketika pola optimasi wakaf uang dengan sasaran nasabah prioritas ini berjalan baik dan berkesinambungan, inilah yang disebut dengan ekosistem nasabah wakaf. 
 
 

Dana wakaf uang yang besar itu mesti mampu dikonversi menjadi proyek wakaf produktif yang mengalirkan surplus wakaf berkesinambungan. Surplus inilah yang kemudian disalurkan untuk membiayai program sosial, seperti layanan pendidikan.

Jika lembaga wakaf mampu menjawab kepercayaan nasabah prioritas, besar potensinya donasi wakaf uang akan berlanjut di luar Ramadhan. Meski donasi wakafnya tak sebesar saat Ramadhan, tetap saja jumlahnya signifikan bagi penghimpunan wakaf.

Sebut saja, donasi wakaf nasabah prioritas di luar Ramadhan rata-rata Rp 100 ribu, maka akan didapatkan wakaf uang Rp 32 miliar per bulan. Angka yang signifkan untuk terus mengembangkan aset-aset wakaf produktif untuk mendistribusikan kesejahteraan bagi umat.

Ketika pola optimasi wakaf uang dengan sasaran nasabah prioritas ini berjalan baik dan berkesinambungan, inilah yang disebut dengan ekosistem nasabah wakaf. Membangun basis wakif dengan memanfaatkan ekosistem perbankan syariah. 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Merdeka Belajar, Desa, dan Ziswaf

Pemberdayaan desa erat kaitannya dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.

SELENGKAPNYA

Pendidikan Spiritual Kelaparan

Puasa hadir mendidik spiritualitas manusia agar membiasakan diri menahan kelaparan.

SELENGKAPNYA