Penampakan Masjid At-Thohir di Los Angeles, Amerika Serikat. | Irfan Junaidi/Republika

Kisah Dalam Negeri

Simbol Kedamaian Islam di Masjid At-Thohir Los Angeles

Bangunan Masjid At-Thohir di sebelumnya milik komunitas gereja Samoa

OLEH IRFAN JUNAIDIdari LOS ANGELES 

Keluarga pengusaha Muslim nasional H Mochamad Thohir telah menjadikan Los Angeles, Amerika Serikat, sebagai rumah keduanya. Semasa hidupnya, H Mochamad Thohir kerap menghabiskan waktu libur bersama keluarga di kota tersebut. 

Ungkapan prihatin yang kerap disampaikannya saat berlibur adalah soal masjid bagi warga Indonesia di Los Angeles. Terutama saat datang waktu shalat Jumat. Hal itu diceritakan oleh Garibaldi Thohir, salah satu putra H Mochamad Thohir, dalam peresmian Masjid At-Thohir Los Angeles, Ahad (27/3) pagi waktu setempat. 

Hadir dalam peresmian Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Rosan Perkasa Roeslani, Konsul Jenderal Los Angeles Saut Trisnawan, Ketua Indonesia Muslim Foundation Dwirana Satyavat, dan beberapa tokoh lain. Masyarakat Muslim Indonesia di Los Angeles juga ikut meramaikan acara tersebut.

Atas komplain ayahanda itulah, Garibaldi yang akrab disapa Boy bertekad untuk menghadirkan masjid di Los Angeles. Begitu sang ayahanda wafat pada 2016, niat Boy dan keluarga Thohir mewujudkan tekad ini makin kuat. Kemudian, pencarian lokasi pun dijalankan oleh warga negara Indonesia (WNI) di Los Angeles yang tergabung dalam Indonesia Muslim Foundation (IMFO) bersama keluarga Thohir. 

photo
Penampakan Masjid At-Thohir di Los Angeles, Amerika Serikat. - (Irfan Junaidi/Republika)

Dari proses ini, keluarga berhasil mendapatkan tempat di kawasan pusat Kota Los Angeles. Bangunan tua yang sebelumnya milik komunitas gereja Samoa berhasil dibeli.

Hasil donasi WNI di Los Angeles dan dukungan keluarga Thohir kemudian menjadikan bangunan yang telah didirikan sejak 1920 itu berubah menjadi masjid. Sebagian bangunan digunakan untuk tempat shalat, sebagian lain untuk ruang pertemuan. Sedangkan lantai dua bangunan digunakan ruang kelas anak-anak dan remaja.

Ruang utama masjid yang digunakan untuk shalat bisa menampung sekitar 200 orang. Ruangan tersebut ditata sangat rapi dengan karpet biru cerah. Di bagian tengah ruangan terdapat lampu gantung besar yang dikelilingi kaligrafi bertuliskan Ayat Kursi. 

Pesan penting terselip dalam acara peresmian masjid tersebut. Boy Thohir meminta agar masjid ini bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh umat Islam asal Indonesia di Los Angeles. Menurut dia, umat Islam asal Indonesia harus dapat menjadi teladan yang baik. "Melalui masjid ini kami berharap warga Indonesia bisa menghadirkan simbol kedamaian Islam," tuturnya. 

Boy turut mengingatkan agar masjid yang dibangun dari bekas gereja milik komunitas Samoa itu bisa memakmurkan umat Islam asal Indonesia di Los Angeles dan sekitarnya. Boy yang merupakan kakak kandung Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengungkapkan, masjid tersebut juga dipersembahkan sebagai tanda bakti untuk almarhum ayahanda. Dia berharap keberadaan Masjid At-Thohir bisa terus mengalirkan pahala kebaikan untuk almarhum. 

 
Boy Thohir meminta agar masjid tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh umat Islam asal Indonesia di Los Angeles.
 
 

Soal kedamaian Islam juga dikemukakan arsitek yang membantu pembangunan Masjid At-Thohir Los Angeles, Thareq Abdel Hady. Arsitek asal Mesir itu mengungkapkan bahwa Masjid At-Thohir dibangun dengan banyak jendela. Dengan demikian, masyarakat bisa melihat dengan mudah aktivitas di dalam masjid. "Di sini kan banyak orang yang masih mencurigai umat Islam," tuturnya.

Dengan banyak jendela, dia berharap publik bisa melihat langsung aktivitas umat Islam di dalam masjid. Dengan demikian, sangkaan buruk terhadap Muslim bisa terus dikikis.

Bangunan masjid ini merupakan gedung tua. Di salah satu bagian dinding tertulis bahwa gedung yang sebelumnya digunakan gereja komunitas Samoa itu dibangun pada 1920. Pemerintah setempat menjadikannya sebagai salah satu bangunan cagar budaya.

Dengan demikian, kata Thareq, untuk merenovasinya harus mengikuti tata aturan yang ketat. Bagian luar bangunan tidak boleh diubah. Arsitek, tutur dia, hanya bisa berkreasi di bagian dalam gedung. Bangunan aslinya memiliki banyak jendela.

photo
Pengusaha Garibaldi Thohir (kedua dari kanan) di depan Masjid At-Thohir di Los Angeles, Amerika Serikat. - (Irfan Junaidi/Republika)

Ketua IMFO Dwirana Satyavat menjelaskan, WNI sempat berusaha secara swadaya untuk bisa memiliki masjid. Di tengah proses itu, Boy Thohir punya niat yang sama untuk membangun masjid. Dari situlah proses berdirinya masjid menjadi terakselerasi. 

Dia mengungkapkan, masjid ini tidak hanya difungsikan sebagai tempat shalat. Pihaknya juga ingin menjadikan Masjid At-Thohir sebagai pusat kreativitas anak-anak muda Muslim asal Indonesia yang tinggal di Los Angeles dan sekitarnya. 

"Masjid ini juga menjadi tempat berkumpul dan silaturahim masyarakat Indonesia di sini," ujar dia.

Sebelum ada Masjid At-Thohir, aktivitas keislaman banyak digelar dengan meminjam ruang di Konsulat Jenderal Republik Indonesia Los Angeles. 

Kehadiran Masjid At-Thohir menjadi masjid keenam yang dimiliki warga Indonesia di Amerika Serikat. Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Rosan Perkasa Roeslani mengaku bersyukur atas peresmian Masjid At-Thohir. "Tempat ini akan memberi dampak positif bagi Indonesia," kata Rosan.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Masjid at-Thohir, Keindahan yang Penuh Makna

Yayasan Mochamad Thohir juga berfokus membangun masjid-masjid di luar negeri.

SELENGKAPNYA

Masjid At-Thohir, Bakti Anak untuk Ayahanda

Jokowi berharap, Masjid At-Thohir tidak hanya dimanfatkan sebagai tempat ibadah.

SELENGKAPNYA