Setiap orang perlu mempersiapkan diri untuk menjalankan puasa Ramadhan. | Pixabay

Perencanaan

27 Mar 2022, 22:44 WIB

Persiapan Jelang Ramadhan

Setiap orang perlu mempersiapkan diri untuk menjalankan puasa Ramadhan.

 

OLEH SHELBI ASRIANTI

Menjelang Ramadhan 1443 Hijriyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan agar umat Islam di Indonesia menyiapkan sejumlah hal. Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah Cholil Nafis menyebutkan pentingnya mempersiapkan iman.

Mengikuti teladan Rasulullah SAW, Muslim di Indonesia bisa melaksanakan Tarhib Ramadhan atau mengucapkan selamat datang dan bergembira menyambut hadirnya bulan suci.

Hal kedua, kata dia, adalah memastikan diri mampu menjalankan ibadah puasa. Memahami syarat wajib puasa, rukun puasa, serta apa saja yang bisa membatalkannya termasuk hal penting.

Begitu pula dalam pemahaman tingkatan puasa, yaitu puasa awam, puasa khusus, dan sangat khusus. Puasa awam hanya meninggalkan makan dan minum. Sedangkan puasa khusus adalah yang meninggalkan maksiat, ghibah, kemungkaran, dan dipenuhi ketaatan.\

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (republikaonline)

"Sampai tingkatan tertinggi, yang meninggalkan kepentingan duniawi dan manusiawi dan hanya kepada Allah SWT," kata Cholil kepada Republika, Senin (21/3).

Persiapan selanjutnya yang disebutkan Cholil, yakni mempersiapkan fisik. Masyarakat bisa menyiapkan makanan dengan nutrisi seimbang atau vitamin. Dia mengingatkan untuk meninggalkan kebiasaan makan "balas dendam". 

Hal negatif seperti membagikan informasi tidak baik dan tidak benar via media sosial pun patut dihentikan, termasuk ghibah dan hal haram lainnya agar ibadah lebih khusyuk. Ibadah iktikaf pun dianjurkan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Kumpul-kumpul Ramadhan, seperti buka bersama boleh saja dilakukan, asal tidak berlebihan. 

"Bismillah, kita siapkan diri kita, iman kita, dan juga kemampuan agar menjalankan ibadah puasa sebagai balai latihan kemanusiaan yang lebih sempurna, mendapat ampunan, mendapat pahala berlipat ganda, dan bisa kembali ke fitrah kita, manusia yang sejati," ujar penulis buku Fikih Keluarga itu.

Perencana keuangan Metta Anggriani menyoroti persiapan menjelang Ramadhan dari aspek finansial. Terlebih, masyarakat masih menghadapi pandemi Covid-19 dan ada keterbatasan serta kenaikan harga bahan pokok. 

photo
Warga membeli bahan pokok saat digelarnya pasar murah di Jalan Petukangan, Surabaya, Jawa Timur, selasa (15/3/2022). Pasar murah yang digelar Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kota Surabaya itu menjual bahan pokok lebih murah dari harga pasar dengan mewajibkan pembeli menunjukkan kupon khusus sebelum membeli. - (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Saat Ramadhan dan Lebaran nanti, Metta menyoroti harga-harga akan naik karena tingginya permintaan barang dan mobilitas masyarakat. "Kuncinya anggaran belanja yang cermat untuk mengidentifikasi kebutuhan secukupnya dan tidak berlebihan." 

Master of Science dari Jurusan Bisnis Internasional Universitas Stirling di Skotlandia, Britania Raya, itu mengatakan bahwa Ramadhan menjadi momen belajar mengendalikan diri. Berpuasa belajar menahan hawa nafsu dan memperbanyak amal ibadah. Namun, banyak yang terjadi sebaliknya, yaitu boros dalam pengeluaran. 

Karena itu, Metta membagikan kiat menjaga keuangan pada bulan Ramadhan. Cara pertama, buat anggaran belanja dengan memisahkan anggaran belanja Ramadhan, hari raya, dan mudik.

 
Buat anggaran belanja dengan memisahkan anggaran belanja Ramadhan, hari raya, dan mudik.
 
 

Belanja Ramadhan berlangsung selama 30 hari dan hari raya menyangkut zakat, infak, dan sedekah. Tak hanya itu, menu Lebaran, hantaran, baju baru, dan lain-lain masuk ke dalamnya. Lalu, untuk mudik tentunya biaya transportasi dan silaturahim. 

Kedua, tetapkan sumber dananya. Anggaran belanja Ramadhan mungkin bisa menggunakan dana operasional harian dari gaji. Anggaran hari raya dan mudik kemungkinan menggunakan tunjangan hari raya (THR). Menurut Metta, lebih baik lagi bila THR bisa disisihkan untuk tabungan.

Menurut dia, meski pandemi mulai berkurang, kita masih harus berjaga-jaga atas risiko perekonomian yang belum stabil. "Insya Allah, ketenangan hati selama Ramadhan akan terbawa pada hari-hari berikutnya, termasuk pengaturan keuangan yang baik akan berlanjut setelah Lebaran," tutur Metta yang mendirikan layanan konsultasi keuangan Anggriani & Partners.

 
Ketenangan hati selama Ramadhan akan terbawa pada hari-hari berikutnya, termasuk pengaturan keuangan yang baik akan berlanjut setelah Lebaran.
 
 

Dari segi kesehatan, persiapan menjelang Ramadhan juga tidak kalah penting. Dokter spesialis penyakit dalam, Mohammad Irfan, menyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya keluarga Indonesia bisa tetap fit. Prokes tetap harus dijalankan ketat.

Namun, dokter yang praktik di Primaya Hospital Bekasi Utara dan Rumah Sakit Permata Keluarga Cikarang melihat pelaksanaannya mulai renggang. Menurut dia, masalah itu terjadi karena rasa bosan karena pandemi sudah berlangsung lama.

"Merasa Covid-19 sudah menurun, merasa sudah pernah kena Covid-19. Sudah tiga kali vaksin, termasuk booster, sehingga merasa tidak akan kena Covid-19. Makanya, prokes mulai ditinggalkan," ujar Irfan.

Karena itu, dia berharap pelaksanaan prokes kembali digencarkan dan masyarakat menjaga kesehatannya selama berpuasa.


×