Timnas Italia untuk menghadapi piala dunia Qatar | Youtube

Olahraga

Italia Bertarung Menuju Qatar

Tantangan besar kesebelasan Italia menuju piala dunia adalah menemukan komposisi terbaik di lini belakang.

PALERMO -- Genderang perang play-off Piala Dunia 2022 zona Eropa berbunyi. Salah satu duel yang mendapat sorotan yakni pertemuan Italia kontra Makedonia Utara. Gli Azzurri punya sedikit keunggulan karena tampil di rumah sendiri, Stadion Renzo Barbera, Palermo, Jumat (25/3) dini hari WIB.

Pelatih Roberto Mancini mematangkan persiapan timnya. Dalam sesi latihan terakhir, ia mencoba beberapa nama yang berpotensi mengisi starting XI. Allenatore 57 tahun ini tetap memakai formasi 4-3-3. Tanpa Federico Chiesa, trio lini depan Italia diisi Domenico Berardi, Ciro Immobile, dan Lorenzo Insigne. Di bangku cadangan, ada Andrea Belotti sebagai pelapis Immobile. Kemudian, Joao Pedro yang bisa ditempatkan di berbagai area.

Di lini tengah, tak ada permasalahan berarti. Nicolo Barella, Jorginho, dan Marco Verratti bisa diturunkan. Ketiganya merupakan pilihan utama Mancini. Hanya Manuel Locatelli yang masih dalam pemulihan. Penggawa Juventus itu terpapar Covid-19. Namanya tetap dimasukkan dalam skuad untuk play-off ini.

Locatelli biasanya menjadi super sub. Beruntung, Mancio masih memiliki Lorenzo Pellegrini, Matteo Pessina, serta Bryan Cristante. Artinya, ia bisa dengan mudah mengubah susunan pemain di sektor gelandang.

Tantangan terberar sang arsitek, yakni menemukan komposisi terbaik di lini belakang. Di sektor bek sayap, Gli Azzurri sudah kehilangan Leonardo Spinazzola dan Giovanni Di Lorenzo. Kerumitan meluas ke area bek tengah. Leonardo Bonucci belum sepenuhnya fit. Mancini juga enggan memaksakan Giorgio Chiellini turun gunung. Dengan demikian, semua yang berpeluang tampil di Renzo Barbera merupakan para pelapis.

Namun, eks juru taktik Manchester City itu tetap memercayai kemampuan semua anak asuhnya. Mereka yang dipanggil memenuhi kualifikasi serupa untuk dijejali tanggung jawab. Pada saat yang sama, ia menunjukkan rasa hormat terhadap lawan.

"Kami telah membangun dasar yang kuat, kami positif dan kami harus berpikir, semuanya akan berjalan baik," kata Mancini, dikutip dari Football Italia.

Ia tak ingin mengubah pendekatan mereka. Pada era Mancio, Gli Azzurri bermain sepak bola menyerang. Verratti dan rekan-rekan tampil dengan garis pertahanan tinggi.

Pasukan Negeri Spageti merupakan juara Eropa 2020. Mancini menegaskan, kubunya memiliki kesempatan untuk menunjukkan kepada semua orang bahwa yang baru saja mereka capai bukan kebetulan.

"Kami harus memiliki keyakinan, dan seperti di Euro, kami melaju jauh dengan antusiasme dan rasa lapar," ujar Verratti menambahkan, dalam sebuah konferensi pers.

Andalan Paris Saint-Germain itu memprediksi kubu tamu bakal bertahan sangat dalam. Italia perlu meningkatkan kreativitas untuk membongkar pertahanan tim yang bermain seperti itu. Sebelumnya, mereka kesulitan mencetak gol ke gawang Swiss dan Bulgaria dan Irlandia Utara. Tiga tim tersebut lebih memilih bertahan dengan sangat dalam saat berhadapan dengan Azzurri.

Makedonia Utara finis di urutan kedua di Grup J. Mereka hanya kalah pamor dari Jerman. Italia patut waspada. Selama kualifikasi, skuad polesan Blagoja Milevski mengalahkan tim-tim seperti Estonia, Georgia, Armenia, dan Islandia. Armada the Lions juga menumbangkan Der Panzer di Duisburg.

Stefan Ristovski dkk tampil tanpa beban. Mereka tidak diunggulkan. Sebaliknya, Gli Azzurri menuju pertempuran di dalam dan di luar lapangan. Pantang bagi juara Eropa untuk terpeleset di kandang sendiri. Ditambah lagi, Italia tak ingin mengulang kegagalan empat tahun lalu. Sebelumnya, Chiellini dkk cuma menjadi penonton pada Piala Dunia 2018 di Rusia.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat