Warga menanam bibit pohon di sela kunjungan kerja (kunker) Menteri Sosial Tri Rismaharini di Kabupaten Sarmi, Papua, Selasa (22/3/2022). | ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.

Nasional

‘Kalau Hujan, Kami tak Bisa Pergi Sekolah’

Para pelajar Apawer meminta Menteri Sosial menyediakan bus sekolah saja.

OLEH FEBRYAN A

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengunjungi Kampung Apawer, Distrik Pantai Barat, Kabupaten Sarmi, Papua, untuk menyerahkan bantuan pemberdayaan ekonomi pada Selasa (22/3). Di sela kunjungannya, Risma mendengarkan curahan hati para pelajar soal sulitnya akses menuju sekolah.

Salah satu anak yang mengeluhkan akses menuju sekolah itu adalah pelajar SMP bernama Markus (15 tahun). Dia mengaku harus berjalan kaki selama dua sampai tiga jam menuju sekolahnya yang berada di kampung sebelah. "Kita jalan kaki ke sekolah mulai jam 5 pagi," tutur Markus.

Apabila hujan turun, Markus semakin kesulitan menuju sekolah. Selain kehujanan, dia dan teman-temannya juga harus melintasi jalan tanah yang becek. "Kalau hujan, kami tidak bisa pergi sekolah," katanya.

Pelajar lainnya, Harisona (17 tahun), turut mengeluhkan jauhnya jarak tempuh menuju sekolahnya. Harisona bersekolah di sebuah SMA di ibu kota Kabupaten Sarmi. "SMA cuma ada di kota. Saya ke sekolah menumpang mobil selama 2 jam dari sini," ujar Harisona.

photo
Menteri Sosial Tri Rismaharini (tengah) disambut warga saat kunjungan kerja (kunker) di kawasan Apawer, Kabupaten Sarmi, Papua, Selasa (22/3/2022). - (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.)

Karena itu, dia berharap Mensos Risma memberikan sepeda motor.  Namun demikian, Risma memutuskan untuk tidak memberikan sepeda motor kepada anak-anak itu. Sebab, mereka belum memiliki SIM. "Nanti saya akan berikan bantuan 50 sepeda buat anak-anak Apawer," ujar Risma.

Dalam kesempatan itu, para pelajar Apawer juga meminta Risma menyediakan bus sekolah saja. Bupati Sarmi, Edouard Fonataba mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah pernah menyediakan bus sekolah bagi anak-anak Distrik Pantai Barat sekitar lima tahun lalu, namun operasinya terhenti karena keterbatasan biaya.

Mengetahui kondisi itu, Risma berencana memberikan bantuan bus sekolah. Tapi biaya operasionalnya ditanggung oleh pemerintah kabupaten.

Para pelajar di sana juga curhat kepada Risma soal aliran listrik yang belum mengalir selama 24 jam penuh, hanya dari jam 6 pagi sampai 10 malam. Hal itu terkadang membuat mereka terkendala mengerjakan tugas sekolah.  Risma mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak PLN terkait hal ini.

photo
Warga menarikan tarian Came saat akan menyambut Menteri Sosial Tri Rismaharini di Bandara Marena yang melakukan kunjungan kerja (kunker) di Kabupaten Sarmi, Papua, Selasa (22/3/2022). Tarian Came tersebut dibawakan warga Kabupaten Sarmi saat akan menyambut kedatangan tamu. - (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.)

"PLN sudah bilang oke. Tapi kalau tidak bisa, kita akan berikan bantuan berupa solar cell untuk aliri listrik ke fasilitas pendidikan dan fasilitas umum," ujar Risma.

Bantuan

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini juga menyalurkan bantuan pemberdayaan ekonomi senilai Rp 2,3 miliar untuk warga Kabupaten Sarmi dan Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (22/3). Bantuan berupa peralatan pertanian dan modal usaha itu diberikan untuk menggerakkan perekonomian dua kabupaten di pesisir utara Papua tersebut.

"Bantuan ini untuk ekonomi masyarakat. Jadi tujuannya adalah bagaimana mengangkat kesejahteraan masyarakat," ujar Risma.

Untuk Kabupaten Sarmi, Risma menyerahkan bantuan kepada warga di Distrik Pantai Barat dan warga sekitar Distrik Sarmi Kota. Di Pantai Barat, dia menyerahkan bantuan berupa alat-alat pertanian, alat-alat pengairan, serta sejumlah bibit pisang dan alpukat senilai Rp 451 juta.

photo
Warga menarikan tarian Came saat akan menyambut Menteri Sosial Tri Rismaharini di Bandara Marena yang melakukan kunjungan kerja (kunker) di Kabupaten Sarmi, Papua, Selasa (22/3/2022). - (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.)

Sedangkan di Distrik Sarmi Kota, Risma menyerahkan bantuan berupa pendirian Rumah Produksi Olahan Hasil Laut. Lalu, bantuan diserahkan berupa sumur bor, genset, bibit sapi dan budidaya padi.

Setelah dari Kabupaten Sarmi, Risma bertolak ke Kabupaten Jayapura. Di sana, Risma menyalurkan bantuan bahan isian kios sembako, genset, bantuan pembangunan rumah produksi hasil pertanian dan perkebunan senilai Rp 188 juta.

Risma juga memberikan bantuan dua unit truk logistik dan satu unit mobil operasional senilai Rp 1,2 miliar di Kabupaten Jayapura. Dua truk itu akan digunakan untuk mengangkut hasil produksi dari Kabupaten Sarmi dan Jayapura ke Kota Jayapura. 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Sandungan Kembali Adang Gadis Afghanistan 

Kaum pragmatis ingin lebih banyak terlibat sambil tetap mempertahankan nilai Islam.

SELENGKAPNYA

Zakat Selamatkan Jutaan Pengungsi Dunia

Zakat memiliki peran signifikan dalam penanganan krisis pengungsi di dunia.

SELENGKAPNYA