Muskaan Khan dan Simbol Perlawanan Larangan Jilbab India | Youtube

Uswah

20 Mar 2022, 04:39 WIB

Muskaan Khan Simbol Perlawanan Larangan Jilbab India

Berkat aksi Muskaan, jutaan perempuan Islam di India tak gentar menggunakan jilbab setiap hari.

OLEH IMAS DAMAYANTI

Jilbab bukan sekadar pakaian yang bermakna ‘fashion’ semata. Bagi para Muslimah, jilbab merupakan panggilan suci untuk memenuhi kewajiban dari Tuhan.

Sayangnya, hak seorang Muslimah dalam mengenakan jilbab di sebuah negara tak selamanya berjalan mulus. Larangan berjilbab kerap muncul di sejumlah negara di mana umat Islam merupakan minoritas. Pelarangan jilbab kerap diasosiasikan dengan hal-hal yang tidak masuk akal—dan terkadang alasannya melanggar hak asasi manusia (HAM).

Namun demikian, pelarangan jilbab bagi Muslimah asal India, Muskaan Khan (19 tahun) bukanlah takdir yang harus diterima dengan tangan terbuka. Sebagai Muslimah, dia tak hanya mempertahankan jilbab dan agamanya, tapi juga melakukan perlawanan dan perjuangan untuk menghapus pelarangan tersebut.

Dilansir dari BBC, Rabu (16/2), Muskaan Khan merebut perhatian publik setelah video dirinya diteriaki dengan singgungan terhadap Islam oleh kelompok nasionalis Hindu. Saat Muskaan diteriaki oleh kelompok tersebut dengan teriakan “Jai Shri Ram” yang berarti Salam Tuhan Ram, Muskaan justru membalas para pemuda Hindu tersebut dengan berpekik “Allahu Akbar”.

photo
Muskaan Khan dan Simbol Perlawanan Larangan Jilbab India - (Youtube)

Dalam video tersebut, tampak mata Muskaan berkaca-kaca. Meski demikian, dia tak gentar sambil memekikkan Allahu Akbar berulang kali. Melintasi kelompok pemuda Hindu tersebut seorang diri, Muskaan tak menunjukkan ekspresi menyerah terhadap perlakuan diskriminatif yang diarahkan kepadanya. “Saya hanya membela hak pendidikan dan hak saya sebagai Muslimah,” kata Muskaan.

Muskaan mengatakan bahwa setiap manusia berhak mendapatkan hak asasi. Untuk itu, sebagai seorang pelajar dan Muslimah, ia menuntut haknya untuk menempuh pendidikan tanpa harus menanggalkan jilbab yang menjadi keyakinannya.

Muskaan bahkan menegaskan, setiap orang berhak mengenakan apapun di lingkup pendidikan selama tidak melanggar norma. Dengan menggunakan jilbab, tak ada satu pun norma yang dilanggar baik jika dilihat dari sudut pandang kepatutan maupun etika berpakaian seorang pelajar.“Saya tidak ada masalah dengan apapun yang mereka kenakan, maka jangan larang saya untuk mengenakan jilbab,” kata dia.

Berkat aksi perlawanan Muskaan dalam video viral tersebut, jutaan perempuan Islam di India tak gentar menggunakan jilbab dan burka setiap hari. Larangan berjilbab di Udupi, Karnataka, India, saat ini terus menuai protes. Kaum Muslimah dan kalangan Islam di India kerap menggelar aksi protes yang berjalan damai guna menyuarakan pelarangan tersebut agar dicabut.

Pelarangan jilbab di Karnataka mengharuskan para siswinya untuk tidak berjilbab jika hendak masuk kelas. Hal tersebut mengacu pada perintah yang dikeluarkan pemerintah daerah dengan dalih aturan seragam yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan India.

“Kami akan terus berunjuk rasa. Kami ingin hak-hak kami sebagai Muslimah dan pelajar dikembalikan,” ungkap dia.

Tak hanya berpekik keras melawan cemoohan kelompok pemuda Hindu, Muskaan juga mendapatkan diskriminasi dan paksaan melalui ucapan untuk melepaskan jilbabnya saat hendak memasuki area kampus dan kelas. Muskaan mengaku saat berpekik lantang “Allahu Akbar”, ia  sama sekali tak merasa takut atas cemoohan yang datang menghampirinya.“Saya panggil Allah, saya sebut asma-Nya. Itu yang memberi saya kekuatan (menghadapi diskriminasi),” kata dia.

Muskaan meyakini bahwa jilbab adalah panggilan suci bagi seorang Muslimah. Jilbab  sama sekali tak menjadi penghalang perempuan dalam belajar dan bekerja.  Jilbab juga tak melanggar batasan seragam sekolah atau apapun di lingkup pendidikan. Dengan mengenakan jilbab, dia percaya para pelajar Muslimah dapat lebih percaya diri dan menunjukkan kualitas akademiknya di tingkat pendidikan.

 

Tantangan berat

Meski protes keras dari komunitas Muslim India maupun dunia terus digaungkan, Pengadilan Karnataka justru mengesahkan larangan jilbab di lingkup pendidikan yang berlaku, Selasa (15/3). Keputusan ini pun kian menjadi tantangan berat bagi Muskaan dan Muslimah yang menempuh pendidikan di India.

Hakim pengadilan setempat bahkan menyebut bahwa jilbab bukanlah bagian dari praktik keagamaan yang penting. Sementara itu, Muskaan yang notabene seorang mahasiswi telah menegaskan dalam sikapnya bahwa jilbab merupakan panggilan suci yang merupakan hak seorang Muslimah.

"Sekali lagi, jilbab adalah hak kami sebagai seorang Islam," kata dia.

PROFIL

Nama lengkap: Muskaan Khan

Asal: India

Usia: 19 Tahun

Riwayat aktivitas: mahasiswa, dan menjadi simbol perlawanan larangan jilbab di lingkup pendidikan


KH Yasin Yusuf, Singa Podium dari Blitar

Keempat pemanah yang akan menyakiti Kiai Yasin tampak diam seperti patung.

SELENGKAPNYA

Natalia Arwitasari dan Islam Jalan Hidup

Keputusannya berislam datang dari kesadaran terdalam, tanpa bujukan atau paksaan siapapun.

SELENGKAPNYA

KH A Juraidi, Antara Dua Metode Hilal

Imkanur-rukyat pada dasarnya merupakan sintesis antara rukyatul hilal dan wujudul hilal.

SELENGKAPNYA
×