Pedagang cabai merah melayani pembeli di Pasar Raya Padang, Sumatera Barat, Senin (7/3/2022). Harga cabai merah di pasar tersebut naik dari Rp40.000 per kilogram menjadi Rp56.000 per kilogram akibat berkurangnya pasokan sejak seminggu terakhir. | ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi/WS/rwa.

Ekonomi

07 Mar 2022, 16:47 WIB

Antisipasi Kenaikan Harga Cabai

Kenaikan harga cabai sudah mulai terjadi pada pekan kedua Februari hingga pekan pertama Maret.

Gelombang kenaikan harga pangan muncul bertubi-tubi pada awal 2022. Sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan harga, seperti minyak goreng, kedelai, dan daging. Kali ini, komoditas cabai juga berpotensi mengalami kenaikan harga.

Harga komoditas cabai dalam beberapa pekan terakhir terus mengalami kenaikan hingga Rp 70 ribu per kg. Cuaca ekstrem diakui petani menjadi masalah. Hal ini kemudian berdampak pada penurunan produksi terutama cabai rawit merah yang paling banyak dikonsumsi masyarakat.

Petani Champion Cabai di Magelang, Jawa Tengah, Tunov Mondro Atmodjo, menjelaskan, kenaikan harga sudah mulai terjadi pada pekan kedua Februari hingga pekan pertama Maret.

"Sampai sekarang, harga cabai khususnya rawit merah sudah Rp 50 ribu lebih dari petani. Kemungkinan sampai Lebaran nanti akan terus naik karena stok berkurang," kata Tunov kepada Republika, Ahad (6/3).

Ia menjelaskan, banyak tanaman cabai mengalami kegagalan karena layu. Di Magelang, kata dia, tanaman yang layu hingga 40 persen. Hal itu dipicu oleh cuaca ekstrem yang membuat tanaman terinfeksi jamur sehingga hasil produksi turun.

Tunov menyampaikan, akibat kekurangan produksi itu, pengiriman cabai ke sejumlah daerah mengalami gangguan terutama ke wilayah Jabodetabek yang memiliki tingkat konsumsi tinggi. "Pasokan yang masuk ke Pasar Induk Kramat Jati itu pengiriman hariannya berkurang hingga 50 persen," katanya.

photo
Pedagang menata cabai merah di Pasar Raya Padang, Sumatera Barat, Senin (7/3/2022). Harga cabai merah di pasar tersebut naik dari Rp40.000 per kilogram menjadi Rp56.000 per kilogram akibat berkurangnya pasokan sejak seminggu terakhir. - (ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi/WS/rwa.)

 

Ia mengingatkan pemerintah untuk hati-hati dalam mengantisipasi kenaikan harga komoditas pangan. Tanpa penanganan yang tepat dikhawatirkan lonjakan harga akan semakin tinggi terutama menjelang Idul Fitri.

"Itu (lonjakan harga) masih sangat mungkin terjadi sampai Lebaran. Ini akan jadi masalah, karena kita tahu semua (harga komoditas) naik," katanya.

Pihaknya pun berharap agar perhatian pemerintah terhadap petani cabai lebih ditingkatkan. Menurut Tunov, sejak 2020, komoditas cabai sudah tidak pernah mendapatkan bantuan, seperti yang diberikan pada komoditas lain. Hal itu kemudian menyebabkan prognosis produksi kerap meleset.

Senada dengan Tunov, Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Abdul Hamid menjelaskan, kenaikan harga murni diakibatkan penurunan produksi akibat hujan. Faktor cuaca, terutama hujan intensitas tinggi sulit dihadapi petani dan menimbulkan banyak masalah yang berdampak pada harga.

photo
Pedagang menjual cabai merah di Pasar Palmerah, Jakarta, Jumat (4/3/2022). Berdasarkan Survei Pemantauan Harga Bank Indonesia (BI), inflasi pada Maret 2022 diperkirakan sebesar 0,32 persen secara bulanan (month-to-month) dengan penyumbang utama inflasi yakni cabai merah sebesar 0,07 persen mtm. - (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Meski begitu, ia menilai, panen cabai akan hadir sehingga produksi tetap tersedia. "Nanti pada Ramadhan juga akan ada panen yang banyak sekali. Bisa jadi harga menjadi murah dan bagi petani justru itu juga kita khawatirkan," ujar dia.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Tommy Nugraha menjelaskan, produksi cabai pada bulan ini akan mencapai 104.115 ton dan mengalami surplus.

Kemudian, pada April 2022 produksi diperkirakan mencapai 112.490 ton, tapi mengalami defisit sekitar 2.248 ton. Akan tetapi, posisi surplus diharapkan akan kembali terjadi pada Mei dengan perkiraan produksi sebesar 120.354 ton.

"Sekarang banyak hujan dan banjir sehingga memang ada kekurangan pasokan, tetapi setelah dideteksi ada lokasi siap panen menjelang Lebaran," kata dia.  ';

×