ILUSTASI. Abu Lahab diriwayatkan mati dalam kondisi mengenaskan. | Istimewa

Tuntunan

06 Mar 2022, 18:55 WIB

Akhir Nestapa Keluarga Abu Lahab

Abu Lahab diriwayatkan mati dalam kondisi mengenaskan.

OLEH A SYALABY ICHSAN

Abu Lahab merupakan salah satu paman Rasulullah SAW. Nama aslinya Abdul Uza bin Abdul Muthalib. Dia memiliki nama kunyah yakni Abu ‘Utbah (gelar). Alquran secara khusus mengabadikan namanya beserta istri dalam QS al-Lahab.

“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitupula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut. “ (QS al-Lahab: 1-5).

Abu Lahab diriwayatkan selalu mengikuti Rasulullah SAW saat sedang berdakwah. Satu waktu di Pasar Dzul Majaz, Rasulullah berseru: “Wahai manusia, ucapkanlah bahwa tiada Tuhan selain Allah, niscaya kalian akan selamat.”

Dalam 40 Kisah Akhir Hidup Kezaliman Makhluk-Makhluk Allah yang menyadur dari lima kitab klasik, dikisahkan saat itu seorang pria berwajah putih dengan rambut berkepang berkata: “Dia adalah anak kecil dan pendusta.”

Begitulah kebencian Abu Lahab kepada Rasulullah. Sebagai paman kandung yang masih punya persambungan tali darah, dia malah membenci keponakannya.

Pada kesempatan lainnya setelah Rasulullah SAW berdakwah kepada kaum Quraisy, Abu Lahab menyeret Rasulullah SAW sambil berkata: “Celakalah engkau sepanjang harimu. Hanya untuk inikah engkau kumpulkan kami di sini?” Di sinilah Allah menurunkan firman-Nya yakni Surah al-Lahab.

Istri Abu Lahab, Ummu Jamil binti Harb, yang merupakan saudari Abu Sufyan, juga mempunyai kebencian tak kalah besar terhadap dakwah Rasulullah. Dia bahkan membuat jebakan berupa sebuah lubang yang di dalamnya diisi dengan duri-duri tajam.

 
Lubang itu ia gali di jalan yang biasa dilewati Rasulullah SAW agar beliau terjerembab ke dalamnya.
 
 

Lubang itu ia gali di jalan yang biasa dilewati Rasulullah SAW agar beliau terjerembab ke dalamnya. Tidak heran jika Alquran menyebut Ummu Jamil sebagai wanita pembawa kayu bakar.

Ummu Jamil pun mendengar saat firman Allah tentang dirinya dan suaminya diturunkan. Dia langsung mencari Rasulullah SAW yang sedang duduk di dekat Ka’bah dengan ditemani Abu Bakar ash-Shiddiq.

Saat itu, Allah menutupi pandangannya dari Rasulullah. Ummu Jamil pun hanya bisa melihat Abu Bakar. Dia pun bertanya, “Wahai Abu Bakar! Mana temanmu? Kudengar dia menyindirku. Demi Allah, andaikata aku melihatnya, tentu kutimpukkan batu ini ke mulutnya. Demi Allah aku adalah penyair wanita.”

Kekejian lain kepada Rasulullah SAW juga dilakukan putra Abu Lahab, yakni Utaibah. Lelaki yang sempat menjadi menantu Rasulullah SAW dari Ummu Kultsum ini pernah mengejek bahkan meludahi wajah Rasulullah SAW.

Saat hendak pergi ke Syam, dia berkata, “Demi Allah aku akan menemui Muhammad dan mengejek Tuhannya.” Ia pun menemui Muhammad dan berkata, “Hei Muhammad, dia telah kafir kepada Dia yang mendekat, lalu bertambah dekat lagi. Maka jadilah Dia dekat (kepada Muhammad sejarak), dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi).”

Pada riwayat lain, Utaibah meludahi wajah Rasulullah SAW serta menceraikan dan memulangkan putri beliau. Rasulullah pun berdoa: “Ya Allah, kuasakanlah seekor binatang buas-Mu kepadanya!”

Lantas, bagaimana akhir hidup keluarga penista kekasih Allah ini? Abu Lahab diriwayatkan mati dalam kondisi mengenaskan. Abu Rafi’ meriwayatkan, Allah mengirimkan penyakit bisul pada calon penghuni neraka ini.

 
Abu Lahab diriwayatkan mati dalam kondisi mengenaskan. Abu Rafi’ meriwayatkan, Allah mengirimkan penyakit bisul pada calon penghuni neraka ini.
 
 

Setelah mati, kedua anaknya tak mengurusnya hingga tiga hari. Jasadnya tidak dikuburkan hingga mengeluarkan bau busuk. Ini menimbulkan ketakutan kaum Quraisy karena khawatir akan menjadi penyakit thaun (wabah).

Akhirnya, keluarga Abu Lahab menguburkan ayah mereka dengan dibantu seorang lelaki Quraisy. Meski demikian, mereka tak berani memandikan jasad tersebut kecuali hanya menyemprotkan air dari kejauhan. Mereka membawa jasad itu ke suatu tempat dan menyandarkannya di sebuah dinding untuk kemudian ditimbun dengan batu-batu.

Kematian Ummu Jamil tak kalah mengenaskan. Si pembawa pohon berduri itu diriwayatkan sedang duduk mengandung dan kepayahan. Ia duduk di dalam kamar dan beristirahat. Malaikat pun menarik tubuhnya dari belakang dan mencekiknya hingga mati bersama anak yang dikandungnya.

Utaibah pun merasakan kematian yang menyakitkan. Sesuai doa Rasulullah, Utabah diincar oleh seekor harimau saat singgah di satu desa. Harimau itu mencium bau Utaibah dan menerkamnya sehingga kepalanya terluka dan berdarah. Itulah balasan orang yang berani meludahi wajah Rasulullah SAW.

Wallahu a’lam.


Menikah tanpa Memberikan Mahar, Sahkah?

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait menikahi perempuan tanpa memberikan mahar.

SELENGKAPNYA

Menggusur Madrasah untuk Pelebaran Jalan, Bolehkah?

Tanah yang diwakafkan untuk membangun masjid, tidak boleh digunakan untuk membangun bangunan lainnya.

SELENGKAPNYA
×