Warga mengantre sebelum menjalani pemeriksaan Covid-19 di Hong Kong, Kamis (24/2/2022). | AP/Vincent Yu

Internasional

Pasar Swalayan Hong Kong Diserbu Akibat Isu Lockdown

Kasus harian di Hong Kong pada Senin meningkat lebih dari empat kali ketimbang seminggu lalu.

HONG KONG -- Pasar swalayan dan apotek di Hong Kong diserbu warga akibat ada isu lockdown, Selasa (1/3). Warga tampak tak mengindahkan seruan pemimpin Hong Kong Carrie Lam.

"Masyarakat umum tidak perlu cemas, mereka harus tetap waspada dan memperhatikan informasi yang disebarkan dari pemerintah agar tidak terkecoh oleh rumor," kata Lam dalam pernyataan, Selasa.

Namun, puluhan orang terlihat antre di depan apotek dan bank di seantero Hong Kong. Sementara orang berburu kebutuhan sehari-hari dan membuat rak-rak pasar swalayan kosong, terutama untuk barang kebutuhan sehari-hari.

Jalan dan pusat perbelanjaan di jantung Hong Kong terlihat lengang. Padahal, biasanya kawasan itu amat sibuk pada saat makan siang.

Para ahli kesehatan dari University of Hong Kong mengatakan, ada sekitar 1,7 juta warga Hong Kong yang terinfeksi, Senin (28/2). Puncaknya diperkirakan akan terjadi pekan ini dengan 183 ribu kasus harian.

photo
Perempuan memindai kode QR untuk menjalani pemeriksaan Covid-19 di Hong Kong, Kamis (24/2/2022). - (AP/Vincent Yu)

Menurut mereka, kewajiban untuk tes massal Covid-19 akan diberlakukan akhir April. Pada saat itu, angka kasus diperkirakan sudah melandai. Kepanikan muncul karena media setempat menyebutkan, kewajiban itu diberlakukan mulai 17 Maret.

Media sosial Hong Kong ramai dengan kabar bahwa legislatif sedang melakukan pemungutan suara untuk memutuskan lockdown selama tujuh hari. Menanggapi hal tersebut, Sekretariat Dewan Legislatif (LegCo) mengklarifikasi bahwa mereka dan komitenya belum melakukan diskusi tentang masalah penguncian.

"Kami menegaskan kembali bahwa semua pertemuan LegCo terbuka, transparan, dan disiarkan langsung," ujar pernyataan LegCo.

Hong Kong melaporkan, rekor infeksi harian Covid-19 mencapai 34.466 kasus pada Senin (28/2). Ada 87 kematian termasuk 67 orang yang tidak divaksinasi. Otoritas kesehatan mengatakan, mereka tetap mempertimbangkan lockdown atau penguncian karena kasus Covid-19 terus merangkak naik.

Kasus harian pada Senin meningkat lebih dari empat kali lipat ketimbang seminggu yang lalu, ketika Hong Kong melaporkan lebih dari 7.500 infeksi. Petugas Medis dan Kesehatan dari Pusat Perlindungan Kesehatan Hong Kong, Albert Au, mengatakan, setiap tiga hari sekali, jumlah kasus akan berlipat ganda.

“Menurut kami, jumlahnya akan terus meningkat," ujar Albert Au.

photo
Warga mengenakan masker memindai kode QR untuk menjalani pemeriksaan Covid-19 di Hong Kong, Kamis (24/2/2022). - (AP/Vincent Yu)

Menteri Kesehatan Hong Kong Sophia Chan mengatakan, pemerintah masih mendiskusikan masalah lockdown untuk mengurangi arus orang dan memaksimalkan efektivitas pengujian massal. Pejabat Hong Kong pekan lalu mengumumkan pengujian universal di seluruh wilayah mulai Maret. Sekitar 7,76 juta orang populasi Hong Kong harus menjalani pengujian sebanyak tiga kali.

Pemimpin Hong Kong Carrie Lam sebelumnya mengatakan, penguncian tidak realistis karena kelompok-kelompok tertentu masih perlu keluar dan bekerja selama pandemi. Pihak berwenang telah memperpanjang langkah-langkah untuk mencegah penyebaran Covid-19 seperti larangan makan di restoran setelah pukul 18.00.

Pemerintah juga memajukan liburan musim panas untuk siswa hingga Maret sehingga sekolah dapat diubah menjadi pusat pengujian, fasilitas isolasi, dan tempat vaksinasi. Siswa yang liburannya dimajukan kemungkinan besar akan bersekolah selama musim panas, meskipun sekolah internasional tidak terpengaruh. 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Vaksinasi Lansia dan Anak Dinilai Perlu Terus Dikejar

Perlu percepatan vaksinasi primer untuk anak umur 6-11 tahun.

SELENGKAPNYA

Kasus Masih Tinggi, Yogyakarta Rencanakan PJJ Total

Peningkatan wisatawan saat libur panjang akhir pekan di DIY cukup signifikan,

SELENGKAPNYA

Australia Antisipasi Banjir Terburuk

Banjir ini kemungkinan yang terburuk di Australia sejak 2011.

SELENGKAPNYA