Tenaga kesehatan menyiapkan fasilitas untuk ruang isolasi Covid-19 di RSUD Indramayu, Jawa Barat, Selasa (22/2/2022). | ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/foc.

Nasional

23 Feb 2022, 03:45 WIB

Sampel Covid-19 Didominasi Terkonfirmasi Varian Omikron

Sekitar 90 persen dari total tes Covid-19 harian terkonfirmasi varian omikron.

JAKARTA – Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, 90 persen dari total tes Covid-19 harian terkonfirmasi varian omikron. Bahkan, varian omikron sudah tidak lagi didominasi pelaku perjalanan luar negeri.

"Kalau total omikron yang sudah kami deteksi itu ada 5.227, di mana 1.879 itu adalah kasus pelaku perjalanan luar negeri dan kalau kita lihat 3.200 lainnya adalah transmisi lokal,” kata Nadia, Selasa (22/2).

Berdasarkan data dari Satgas Covid-19, kasus harian Covid-19 kembali naik. Pada Selasa (22/2), kasus konfirmasi sebanyak 57.491 sehingga total ada 5.289.414 kasus Covid-19 di Indonesia.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro mengatakan, sekarang yang mendominasi kasus Covid-19 adalah varian omikron. “Varian omikron umumnya menunjukkan gejala yang lebih ringan dibandingkan varian delta karena lebih banyak menyerang saluran pernapasan dibandingkan paru-paru," ujarnya.

Meski varian ini lebih ringan dibandingkan varian delta yang mengakibatkan gelombang kedua pada 2021, ia meminta masyarakat tidak menyepelekan. Sebab, selalu ada risiko penyakit menjadi berat dan risiko long Covid-19.

Reisa merekomendasikan masyarakat yang mengalami gejala Covid-19, seperti batuk, pilek, demam, dan sakit tenggorokan agar menjalani tes Polymerase Chain Reaction (PCR). Pemeriksaan ini penting agar masyarakat dapat memastikan ia terinfeksi Covid-19 atau penyakit lain. 

Diagnosis akan memudahkan penanganan lebih lanjut. Orang yang terinfeksi Covid-19 tanpa gejala atau bergejala ringan dapat menjalani isolasi mandiri.

Reisa menjelaskan syarat klinis dan syarat rumah untuk melakukan isolasi mandiri. "Syarat klinisnya yaitu usianya maksimal 45 tahun, tidak memiliki penyakit penyerta (komorbid), dapat mengakses telemedisin, dan harus komitmen isolasi mandiri di rumah, jadi tidak jalan-jalan berkeliaran," kata Reisa.

photo
Tenaga kesehatan menyiapkan ruang isolasi Covid-19 di RSUD Indramayu, Jawa Barat, Selasa (22/2/2022). Untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 terutama varian omikron, RSUD Indramayu menyiapkan tambahan ruang isolasi bagi pasien Covid-19 dengan jumlah tempat tidur 110 unit. - (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/foc.)

Dia melanjutkan, syarat rumah, yaitu kamar terpisah, kamar mandi terpisah, memiliki alat pengukur suhu termometer, alat ukur saturasi oksigen atau pulse oxymeter, dan konsultasi pada tenaga kesehatan untuk menentukan kapan selesai masa isolasi mandiri. Syarat ini untuk memproteksi anggota keluarga di rumah jangan sampai tertular virus. 

Reisa juga mewanti-wanti masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan. Selain itu, ia mengingatkan, vaksin Covid-19 penting untuk menurunkan risiko terjadinya perburukan kondisi dan risiko kematian. 


×