Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Arif Satria memberikan sambutan dalam acara Pengukuhan Majelis Pengurus Pusat ICMI Periode 2021-2026 dan Rapat Kerja Nasional ICMI di IPB International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (2 | Prayogi/Republika.

Khazanah

21 Feb 2022, 11:02 WIB

ICMI Gagas Sekolah Kepemimpinan Digital

Keberadaan sekolah ini diyakini akan memperkuat kontribusi ICMI bagi bangsa.

JAKARTA – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) menggagas Digital Leadership School (Sekolah Kepemimpinan Digital). Sekolah ini akan melatih para pemimpin muda dalam menghadapi gelombang revolusi industri 4.0.

Ketua Umum ICMI Prof Arif Satria menegaskan, di era revolusi industri 4.0 ini, digitalisasi sudah menjadi keniscayaan. Karena itu, menurut dia, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah pelatihan untuk para pemuda Indonesia.

“ICMI sudah menggagas adanya digital leadership school, satu proses pengembangan diri, satu pelatihan untuk membekali para profesional muda, membekali para anggota ICMI dengan literasi-literasi baru di bidang digital,” ujar Arif saat menjadi pembicara kunci dalam webinar bertema “Technologi and Digital Youth Leadership’’ yang digelar secara virtual, Jumat (18/2).

Melalui sekolah kepemimpinan digital ini, kata dia, ICMI juga akan mempersiapkan sistem pelatihan yang mampu memperkuat pola pikir generasi muda. Harapannya, mereka bisa beradaptasi terhadap berbagai situasi yang berkembang akhir-akhir ini.

“Semoga webinar ini menjadi salah satu pengayaan dalam desain kurikulum digital leadership school, sehingga kita benar-benar menyiapkan talent-talent unggul, baik di dunia profesional, dunia riset, dunia birokrasi, pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun dunia usaha,” kata dia.

Arif juga menyampaikan, sudah saatnya generasi baru memperkuat diri dengan keahlian baru, orientasi baru, dan memperkuat diri dengan pola pikir baru. Dia pun yakin, ke depan ICMI akan semakin berkontribusi untuk bangsa ini melalui program digital leadership school tersebut. 

“Saya yakin dengan adanya program leadership school, khususnya digital leadership school ini maka semakin kuat kontribusi ICMI untuk bisa memajukan bangsa ini,” kata Arif.

Dalam forum yang sama, Ketua Departemen Pengembangan Kepemimpinan ICMI, U Saefuddin Noer, menambahkan, ICMI saat ini memang memiliki banyak inisiatif dalam bidang kepemimpinan dan kepemudaan. Salah satunya adalah pengembangan kepemimpinan berbasis teknologi dan dunia digital.

“Cara beprikir ini dilandasi oleh kebutuhan nyata di lapangan, baik pada level korporasi, kehidupan sosial, maupun tata kelola kenegaraan kita yang makin kemari akan makin menghadapi perkembangan teknologi digital,” ujar dia.

Sementara, Wakil Ketua Umum ICMI Prof Riri Fitri Sari mengatakan, webinar ini membicarakan tentang teknologi agar bisa digunakan untuk pengembangan SDM di masa depan. Dengan adanya perkembangan Metaverse yang semakin nyata, menurut dia, menjadi tantangan sendiri bagi ICMI.

“Ini adalah tantangan buat kita semua untuk bagaimana memberikan empowerment kepada seluruh anak bangsa, generasi masa depan kita untuk menggunakan keseluruhan teknologi yang ada,” ujar Guru Besar Teknik Komputer Universitas Indonesia ini saat memberikan pengantar webinar.

Sementara, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga, KH Asrorun Niam Sholeh, menyoroti tentang masih banyaknya kasus Covid-19 di Indonesia. Karena itu, dia berharap para pemuda menjadi pelopor dalam melakukan pencegahan virus itu dengan berbagai macam inovasi, termasuk yang berbasis digital.

Menurut dia, kekuatan digital saat ini tidak hanya mengubah perilaku masyarakat yang terkait dengan aktivitas sosial, tapi juga mental. Karena itu, teknologi seharusnya bisa melahirkan masyarakat yang berbudaya. 

“Teknologi sebagai sebuah produk budaya sudah seharusnya dia melahirkan masyarakat yang berbudaya, masyarakat yang beradab,” kata Kiai Niam.  ';

×