Direktur Utama Indonesian Basketball League (IBL) Junas Miradiarsyah (kiri) memberikan jersey secara simbolis kepada perwakilan dari Satria Muda Pertamina pada IBL Draft 2019 di Jakarta, Selasa (12/11). Sebanyak 240 pemain asing dan 38 rookie terdaftar pa | Republika/Putra M. Akbar

Olahraga

Berharap Kompetisi IBL Masih Bisa Bergulir Sesuai Rencana

IBL sebenarnya sudah berpengalaman menghadapi situasi seperti ini pada kompetisi IBL 2021 lalu yang menggunakan sistem bubble.

Perjalananan kompetisi Liga Basket Indonesia (IBL) Tokopedia 2022 diterjang badai Covid-19. Beberapa pemain dari tiga tim terkonfirmasi positif berdasarkan hasil tes polymerase chain reaction (PCR).

Pemain-pemain tersebut berasal dari Satria Muda Pertamina (SM) Jakarta, Indonesia Patriots, dan Pelita Jaya Jakarta. Pertandingan SM melawan Evos Thunder Bogor terpaksa ditunda yang sejatinya berlangsung di C’Tra Arena, Bandung, Sabtu (29/1). Pasalnya, ada satu pemain SM, yakni Arief Febri, terkonfirmasi positif Covid-19 setelah menjalani tes pada Jumat (28/1).

Laga harus ditunda karena Arief melakukan kontak dengan seluruh pemain SM saat latihan. Penyelenggara IBL juga harus menunda pertandingan antara Indonesia Patriots dan NSH Mountain Gold Timika yang sejatinya akan digelar pada Ahad (30/1). Sebab, berdasarkan hasil tes PCR, terdapat tujuh anggota tim Indonesia Patriots yang positif Covid-19.

Pertandingan antara Pelita Jaya dan Satya Wacana Salatiga juga harus ditunda. Dua pemain Pelita Jaya terkonfirmasi positif Covid-19, yakni Fernando dan Govinda.

Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah pada Ahad (30/1) menyatakan, penundaan tersebut merupakan prosedur yang sudah ditetapkan oleh IBL. Ia menegaskan, semua prosedur diberlakukan sama kepada seluruh tim. IBL dan tim dokter akan melihat apakah temuan pemain yang positif akan mendatangkan risiko yang lebih besar atau tidak untuk menentukan pertandingan bisa dilanjutkan atau ditunda.

Menurut Junas, penyelenggara mesti melihat prosedur dan per kasus individu, misalnya bergejala atau tidak, sehingga ada kebijakan menyeluruh dan ada yang menyesuaikan. Penundaan hanya pada pertandingan dan bukan pada kompetisi.

Junas menjelaskan bahwa protokol kesehatan (prokes) harus tetap dijalankan oleh seluruh tim ketika jeda dari seri satu ke seri dua. Sebab, ada dugaan bahwa beberapa pemain tertular ketika jeda seri satu ke seri dua. Segala prosedur termasuk karantina harus menjadi tanggung jawab bersama.

Junas pun memastikan bahwa prokes bagi penonton diterapkan secara ketat sejak seri pertama. Ia menjelaskan, di antaranya yang harus dipenuhi penonton agar diizinkan hadir langsung ke arena pertandingan adalah menunjukkan kartu vaksin minimal dua dosis. Pihak IBL juga sudah mengatur tempat duduk di tribun agar tak berdekatan.

Dokter ahli pendamping IBL, Panuju, menyatakan, tim ahli terus memantau perkembangan Covid-19 di Indonesia, termasuk di daerah tempat penyelenggaraan IBL. Dan vaksinasi menjadi persyaratan mutlak yang harus dipenuhi para atlet agar bisa mengikuti kompetisi. Ia menambahkan, proses skrining dilakukan kepada seluruh tim sejak berangkat dari kota asal.

Tes PCR kembali dilakukan ketika masuk ke sistem bubble. Semua individu dipisahkan sebelum hasil tes PCR keluar. Hal tersebut dilakukan guna meminimalkan risiko. Terkait kasus yang sudah terjadi, Panuju menjelaskan, timnya langsung bergerak melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan yang diduga terkonfirmasi positif akan dipisahkan dari tim.

Tentu semua berharap penularan wabah Covid-19 di IBL 2022 tak akan sampai mengganggu kompetisi. Apalagi, IBL sebenarnya sudah berpengalaman menghadapi situasi seperti ini pada kompetisi IBL 2021 lalu yang menggunakan sistem bubble. Harapannya, semoga kasus ini mampu segera diatasi dan tidak meluas. Yang paling utama, kompetisi IBL bisa bergulir sesuai prokes yang ada.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat