Belanja daring (ilustrasi) | Pixabay

Inovasi

28 Jan 2022, 09:52 WIB

Strategi Pemasaran Sesuai Zaman

 Tren digital marketing tak bisa dipisahkan dari perubahan pola perilaku masyarakat dalam berbelanja.

Transformasi digital telah dilakukan oleh sejumlah perusahaan secara bertahap. Tapi, pandemi memaksa transformasi itu dilakukan secara lebih cepat agar perusahaan tetap dapat bertahan dan meningkatkan relasi dengan konsumen.

Selama dua tahun berlalu, pandemi Covid-19 telah melahirkan fenomena kenormalan baru dengan meningkatnya aktivitas transaksi di ranah daring. Termasuk berbelanja melaluilokapasar yang kini telah menjadi bagian dari yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. 

Menurut laporan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021 yang dirilis pada November 2021, transaksi lokapasar di Tanah Air diproyeksi menyentuh Rp 403 triliun pada 2021. Jumlah ini tumbuh 51,6 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 266 triliun. Bank Indonesia juga telah memproyeksikan transaksi lokapasar di Indonesia terus naik pada 2022 dengan nilai mencapai Rp 530 triliun atau tumbuh 31,4 persen year on year

Sementara, perkembangan lokapasar di Indonesia, setidaknya dapat tergambar dari riset yang dilakukan oleh Tras N Co Indonesia, sebuah perusahaan yang fokus pada penilaian jenama di Indonesia. Dalam riset Top Official Store Award, sepanjang 2021 saja melalui official store di dua lopasar teratas, telah terjadi 4,87 juta transaksi. 

Jumlah ini ilengkapi dengan jumlah ulasan konsumen mencapai 2,8 juta, serta rating penilaian rata-rata yang sangat baik, yaitu 4,79 dari 5,00. Tentu saja dari tahun ke tahun transaksi terus mengalami peningkatan. 

Tras N Co juga mencatat, hingga 2021 transaksi official store di dua lokapasar teratas telah mencapai 10,28 juta transaksi, meningkat hingga 89,79 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 5,41 juta transaksi. Tingginya minat belanja masyarakat di lokapasar juga dapat dilihat dari ulasan terhadap produk yang dibeli, dimana hingga 2021 telah terdapat 8,11 juta ulasan, meningkat 52,72 persen dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 5,31 juta ulasan. 

Tri Raharjo, selaku CEO Tras N Co Indonesia menjelaskan, pentingnya official store bagi jenama, bukan hanya sebagai tempat untuk menjual produk. Menurutnya, official store memberikan berbagai manfaat, seperti membuat produk menjadi lebih mudah dicari, tampilan toko menjadi lebih menarik, merupakan tempat untuk menghadirkan promo khusus, hingga menghadirkan akses ke fitur-fitur khusus, serta mendapatkan kepercayaan pelanggan. 

“Biasanya mereka akan memberikan rasa aman dan kepastian kepada calon pembeli saat membeli barang. Pembeli pun idak takut saat belanja di official store,” jelas Tri Raharjo. 

Tidak mengherankan jika kemudian banyak jenama yang berlomba menghadirkan official store di platform lokapasar. Masih berdasarkan hasil riset Tras N Co Indonesia, dalam satu tahun terakhir di dua lokapasar teratas di Indonesia terdapat penambahan 902 official store baru. 

Penambahan tersebut membuat jumlah official store di dua lokapasar teratas tersebut pada 2021 berjumlah 5.312 official store. Jumlah ini naik 20,45 persen, dari tahun sebelumnya yaitu 4.410 official store

photo
Official store merupakan bagian penting dari strategi digital marketing di era serba daring. Tras N Co Indonesia bekerjasama dengan Infobrand.id menghadirkan Top Official Store Award 2022, pada Kamis (27/1). - (Dok Tras n Co)

Untuk mengapresiasi perusahaan dan jenama yang berhasil meningkatkan kinerja perusahaan melalui chanel marketplace, Tras N Co Indonesia bekerjasama dengan Infobrand.id menghadirkan Top Official Store Award 2022, pada Kamis (27/1). Penghargaan tersebut juga sebagai bukti pengukuhan bagi perusahaan dan brand atas aktivitas pemasaran produk melalui platform lokapasar. 

Menurut CEO Infobrand.Id, Susilowati Ningsih, kedepan membangun dan mengoptimalkan official store melalui lokapasar akan menjadi rencana strategis perusahaan. Sebab, imbuhnya, belanja daring kini bukan lagi suatu kenormalan baru, tapi sudah menjadi habit baru bagi konsumen Indonesia. 

Menurut Susi, penghargaan ini diharapkan dapat menambah kepercayaan konsumen yang bertransaksi melalui lokapasar. Dan dapat mendorong seluruh perusahan dan jenama di Indonesia untuk mengoptimalkan channel marketplace untuk meningkatkan penjualan produk.

Untuk menentukan peraih penghargaan, dilakukan berdasarkan tiga aspek penilaian, yaitu Store Sales Aspect untuk mengukur banyaknya transaksi penjualan produk yang dilakukan oleh official store. Store Review & Rating Aspect, untuk mengukur banyaknya ulasan dan angka penilaian yang diberikan oleh konsumen terhadap produk. Kemudian, Store Followers Aspect, untuk mengukur banyaknya pengikut dari official store

Nama-nama, seperti Philips Lighting, Vaya Madelon, Blackmores, Farmaku, Dan+Dan, Natur-E, Blue Band, Sasa, Enesis pun menjadi peraih Top Official Store Award 2022. Ajang penghargaan ini, diberikan berdasarkan kinerja official store di platform lokapasar yang dilakukan sejak bulan Oktober – Desember 2021.

Bagian Tren Global 

photo
Ilustrasi belanja daring - (Pixabay)

Strategi digital marketing pun terus berevolusi. Apabila dulu, pemasaran cukup dilakukan melalui sunan kata, kini video, filter, musik, reels, hingga live shopping kian mendominasi.

Fenomena ini pun mendorong Consumer Electronics Show (CES) 2022 yang digelar pekan lalu di Las Vegas, Amerika Serikat (AS), menggelar disksusi bertema “Content to Commerce: How Technology Flipped the Customer Experience”. Diskusi ini melibatkan sejumlah praktisi pemasaran dari Instacart, McDonald’s, General Motors, dan Target.

Dikutip dari Campaign Asia, Selasa (11/1), para praktisi pemasaran itu sepakat, saat ini transformasi digital sangat berperan dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Termasuk juga meningkatkan loyalitas konsumen dan meningkatkan efisiensi.

Chief Digital & Marketing Officer Target, Cara Sylvester mengatakan, selama ini Target telah memanfaatkan digitalisasi untuk meningkatkan ikatannya dengan konsumen. Hal itu dilakukan lewat kehadiran Target App yang dibekali dengan sejumlah keuntungan bagi konsumen. "Dengan aplikasi ini, maka konsumen bisa menikmati layanan yang lebih personal. Strategi ini pun sukses membuat aplikasi Target digunakan oleh 100 juta konsumen," kata Sylvester.

 
Dengan aplikasi ini, maka konsumen bisa menikmati layanan yang lebih personal.
 
 

Senada, Chief Marketing Officer (CMO) McDonald’s, Tariq Hassan mengatakan, akselerasi digital kini telah memungkinkan quick service restaurant (QSR) atau restoran cepat saji memfokuskan diri kembali pada apa yang benar-benar penting bagi pelanggan. Misalnya, McDonald's tetap memberikan layanan drive-thru selama pandemi dan membuat penggunaan aplikasi jadi meningkat signifikan.

Hal ini pun mendorong McDonald's untuk lebih mengenali dan mengatasi masalah yang bisa terjadi pada pemesanan lewat aplikasi. “Transformasi digital memaksa kami untuk kembali ke hal-hal yang benar-benar penting bagi pelanggan, yakni kecepatan, kenyamanan, dan akurasi. Lewat aplikasi, kami juga bisa menawarkan makanan yang paling diminati oleh pelanggan tersebut," kata Hassan.

Artinya, ia melanjutkan, transformasi digital telah memudahkan jenama dalam memberikan pelayanan yang lebih baik dan lebih fleksibel. Hal ini pun dapat dengan lebih mudah disesuaikan dengan selera masing-masing pelanggan.

 
Saat ini transformasi digital sangat berperan dalam meningkatkan kinerja perusahaan.
 
 

Perubahan Perilaku

Evolusi digital marketing juga tak bisa dilepaskan dari perubahan perilaku para konsumen. Dengan teknologi yang kian berkembang, banyak pergeseran sikap, pertimbangan, dan pola pikir yang di kalangan konsumen, yang kemudian berujung pada keputusan untuk membeli atau tidak membeli sebuah produk.

Chief Digital Officer General Motors, Edward Kummer mengatakan, transformasi digital juga telah mengubah cara masyarakat dalam melakukan pembelian mobil. Sebelumnya, calon konsumen datang ke diler untuk mengetahui rincian spesifikasi dari mobil yang diinginkan. Kemudian, calon konsumen itu pulang dan membutuhkan waktu beberapa bulan untuk memutuskan kendaraan mana yang akan dibeli.

"Kini, lewat transformasi digital, konsumen telah banyak menggali informasi sebelum pergi ke diler. Bahkan sejumlah konsumen juga telah mengisi dokumen pembelian secara daring," kata Kummer.

Artinya, lanjut dia, ketika konsumen datang ke diler, maka konsumen sudah mantap dengan pilihannya dan siap untuk membawa pulang mobil hari itu juga.

Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Instacart, Asha Sharma mengatakan, penerapan transformasi digital juga digunakan oleh perusahaan grosir itu untuk melakukan analisa pola pembelian konsumen. "Lewat digitalisasi, kami ingin memastikan konsumen tetap merasa nyaman dan aman berbelanja selama pandemi,” ujarnya.

Menurut Sharma, hal ini juga memungkinkan Instacart untuk melayani konsumen sebanyak mungkin dan memastikan konsumen mendapat barang yang dibutuhkan. Oleh karena itu, Instacart harus membekali diri dengan sistem yang bisa memprediksi barang yang paling laris dan memastikan barang itu selalu tersedia. Dengan begitu, maka Instacart bisa menghadirkan pengalaman berbelanja kebutuhan dengan menyenangkan.

 

 
Lewat digitalisasi, kami ingin memastikan konsumen tetap merasa nyaman dan aman berbelanja selama pandemi. 
ASHA SHARMA, Chief Operating Officer (COO) Instacart. 
 
 


×