Suasana Presiden Jokowi, Menteri BUMN Erick Thohir, dan sejumlah menteri lainnya meluncurkan InJourney | Youtube

Ekonomi

26 Jan 2022, 04:18 WIB

InJourney Integrasikan Destinasi Wisata di Sumatra

Erick Thohir ingin InJourney menggiatkan promosi pariwisata Indonesia.

JAKARTA — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, Pulau Sumatra masih memiliki begitu banyak potensi pariwisata yang dapat dikembangkan. Ia mendorong Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata atau Indonesia Journey (InJourney) mengintegrasikan destinasi wisata di Sumatra.

Erick mengatakan, konektivitas di Sumatra telah lebih baik dengan adanya Jalan Tol Trans-Sumatra (JTTS) yang digarap PT Hutama Karya (Persero). "Contoh Bakauheni dengan tembusnya jalan tol dari Sumatra Selatan ke Lampung, ada peningkatan trafik sampai 40 persen," kata Erick saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR  RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (25/1).

Erick menyebutkan, terdapat 20 juta penumpang dari Bakauheni ke Merak yang selama ini hanya menyeberang. Ia mendorong InJourney dapat melihat potensi tersebut. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Akun resmi Kementerian BUMN RI (kementerianbumn)

Erick menilai, kehadiran destinasi wisata di Bakauheni dan sekitarnya akan sangat menarik bagi wisatawan nusantara, baik dari Pulau Jawa dan Sumatra. "Kalau di Bakauheni dibangun seperti Jatim Park, akan ada potensi luar biasa untuk masyarakat Sumatra, pariwisata lokal bisa ditingkatkan," ujar Erick.

Tak hanya di Lampung, Erick juga mengungkapkan, potensi wisata air dapat dibangun dengan memanfaatkan lahan seluas dua hektare milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) yang selama ini terbengkalai. Erick menilai, lokasi tersebut dapat menjadi tempat untuk penyelenggaraan sejumlah event seperti Festival Songkran di Thailand atau lomba perahu naga.

"Ini potensi wisata air yang luar biasa di Riau. Di situ nanti kita akan bangun dengan nilai yang tidak mahal dan tidak perlu punya investasi yang mahal,” kata Erick menambahkan.

Erick ingin InJourney mengintegrasikan sejumlah destinasi wisata di Pulau Sumatra menjadi satu paket wisata bagi para wisatawan nusantara maupun mancanegara.

"Potensi tersebar dari Lampung, Sumatra Barat, Riau, sampai Toba, supaya kalau orang pergi ke Sumatra bisa melihat potensi paling tidak lima hari sampai enam hari di Sumatra dengan koneksikan titik-titik destinasi di Sumatra," kata Erick.

 

Sementara Bali, lanjut Erick, juga terus meningkatkan posisinya sebagai destinasi unggulan dengan menghadirkan segmen wisata kesehatan. Erick mengatakan, keberadaan wisata kesehatan dengan adanya rumah sakit berstandar internasional merupakan upaya memperkuat ekosistem pariwisata yang dilakukan InJourney.

"Kalau tidak ada investasi baru, ya kita tertinggal. Negara-negara tetangga seperti Malaysia, Thailand sudah punya ekosistem pariwisata yang jauh lebih baik. Ini yang kita coba diintegrasikan di InJourney," ujar Erick.

InJourney yang baru saja diluncurkan siap merajai Asia Tenggara. InJourney ditargetkan akan menjadi holding aviasi dan pariwisata terbesar di kawasan ASEAN. Direktur Marketing InJourney Maya Watono mengatakan, pembentukan InJourney sebagai bentuk penguatan ekosistem pariwisata yang terintegrasi. Ia mencontohkan Singapura memiliki Holding Temasek yang mampu mengintegrasikan sektor pariwisata sehingga menjadi hub pariwisata dunia.

"Mereka (Singapura) secara geografis kecil tapi dengan hub dan pariwisata yang terintegrasi dengan ekosistem bisa mendatangkan pendapatan domestik bruto (PDB) yang luar biasa, sedangkan Indonesia yang punya potensi besar belum bisa memaksimalkan,” kata Maya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Akun resmi Kementerian BUMN RI (kementerianbumn)

Maya mengatakan, InJourney memiliki sejumlah strategi dalam meningkatkan industri pariwisata, salah satunya memaksimalkan wisatawan nusantara (wisnus). Pemerintah, lanjut Maya, telah menargetkan jumlah wisnus mencapai 330 juta orang dan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 17 juta orang. "Sebelum pandemi, wisnus kita sudah mencapai 250 juta orang," ujar Maya.

Maya menyampaikan, InJourney memiliki sejumlah terobosan dalam mengoptimalkan pasar domestik, mulai dari menyinergikan calendar of event seluruh anggota holding selama satu tahun hingga adanya satu aplikasi yang terintegrasi. "Setelah MotoGP kita akan rutin gelar event setiap bulan di Mandalika. Begitu juga dengan Labuan Bajo agar semakin menarik minat wisnus," kata Maya.

InJourney adalah BUMN Holding Industri Aviasi dan Pariwisata Indonesia yang beranggotakan PT Angkasa Pura I dan II (Persero), PT Hotel Indonesia Natour, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, & Ratu Boko, dan PT Sarinah (Persero) berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2021 tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Aviasi Pariwisata Indonesia.


×