News
Menhub: Evaluasi KRL
Rute KRL Jakarta- Bogor diupayakan beroperasi hari ini.
Oleh Menhub: Evaluasi KRL
BOGOR -- Kereta rel listrik (KRL)dengan nomor KA 1722 relasi Jatinegara-Bogor anjlok di lintasan antara Stasiun Cilebut dan Stasiun Bogor, Ahad (10/3) pagi. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengamanat kan evaluasi secepatnya terkait kejadian tersebut.
Menhub sudah memerintahkan Dirjen Perkeretaapian segera melakukan evaluasi sambil menunggu hasil investigasi mengenai penyebab kecelakaan, ujar Kepala Biro Ko munikasi dan Informasi Publik Ke menhub Hengki Angkasawan, Ahad kemarin.
KA 1722 dari arah Stasiun Jatinegara menuju Stasiun Kota Bogor, Jawa Barat, keluar dari jalur rel di daerah Kebon Pedes, sekitar pukul 10.15 WIB. Kejadian te pat nya pada saat melintas di sekitar perbatasan an tara Stasiun Cilebut dan Bogor,kata Humas PT Kereta Commuter Jabo de tabek (KCJ), Eva Chairun nisa, di Kebon Pedes, Kota Bogor.
Pihak PT KCI menuturkan, peristiwa anjloknya rangkaian KRL itu juga berkaitan dengan terseretnya kabel listrik aliran atas ke reta. Di lokasi kejadian, tampak ba gian depan salah satu gerbong keluar dari jalurnya, melintasi jalur se berang, dan menabrak tiang listrik yang roboh menimpa bagian gerbong KRL. Setidaknya 17 orang terluka akibat insiden tersebut.
Hingga Ahad sore pukul 16.30 WIB, sekitar 15 korban dilarikan ke RS Salak, Bogor. Dari 15 pasien tersebut, sebanyak delapan orang dipulangkan dan tiga pasien menjalani rawat inap di RS Salak. Di antara para korban luka tersebut ada masinis Yakub Agun, dan petugas PPK Danang. Kepala Rumah Sakit Salak, Bogor, dr Sarah mengatakan, ke banyakan korban mengalami trauma ringan hingga sedang.
Seorang saksi mata, Agus Kusnadi (59 tahun), warga Kelurahan Kebon Pedes, mengatakan, sekitar jam 10.00 WIB, ia keluar untuk mencari tumbuh an gambas tak jauh dari rel kereta. Tiba-tiba terdengar suara tabrakan keras. "Terutama waktu nabraktiang listrik, kedengarsampai jauh," ujarnya kepada Republika, Ahad (10/3). Menurut dia, tidak banyak orang di sekitar lokasi tabrakan ketika kejadian berlangsung, selain para penumpang dan operator KRL.
Pihak PT PLN Persero me nyatakan, tiang yang roboh tersebut bukan milik PLN, melainkan instalasi PT KAI GL Bogor sebagai pelanggan PLN. Instalasi itu khusus untuk mengoperasikan KRL dan bangunan di stasiun sehing ga tak mengganggu arus listrik untuk warga.
Kejadian tersebut sempat memberhentikan layanan KRL lintas Bogor-Jakarta Kota/Jati negara dan sebaliknya. Ini dikarena kan pada bagian kereta anjlok dan adanya kabel yang menimpa ba gian badan gerbong, kata Eva Chairunnisa.
Sebagian layanan KRL dari arah Jakarta akhirnya bisa difungsikan pada siang hari, meski hanya berhenti di Stasiun Depok. Hal tersebut menyebabkan penumpukan penum pang, keterlambatan kereta, dan ke macetan lalu lintas panjang di sekitar sta siun- sta siun KRL, terutama di Depok. Kemu dian pada sore hari, rangkaian KRL dari Jakarta bisa melanjutkan perjalanan hingga Stasiun Bojong Gede.
"Kita harapkan agar pengerjaan bisa selesai pada malam ini dan bisa berfungsi kembali besok."
Menteri Perhubungan Budi Karya yang menyambangi lokasi kejadian mengatakan, gerbong akan ditarik menggunakan perancah yang didatangkan dari Bandung selambatnya pada Ahad malam. Ia menambahkan, penarikan dua gerbong yang anjlok serta perbaikan jaringan jalur diharapkan bisa selesai semalam.
Dengan begitu, KRL rute Bogor- Jakarta bisa dioperasikan setidaknya pada satu sisi, saat puncak kepadatan penumpang pada Senin (11/3). "Kita harapkan agar pengerjaan bisa selesai pada malam ini dan bisa berfungsi kembali besok," ujarnya.
Ia menekankan, penyebab sementara insiden itu masih akan diselidiki. Menurut dia, yang terpenting saat itu adalah pengerjaan perbaikan dan evakuasi terhadap dua gerbong yang terguling. Menhub menambahkan, biaya bagi pengobatan dan rumah sakit akan ditanggung oleh PT KAI dan Dinas Perhubungan. (zainur mahsir ramadhan/intan pratiwi ed:fitriyan zamzami)
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
