Pejalan kaki melintas di depan Kantor Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman di Jakarta, Rabu (5/1/2022). LBM Eijkman dinyatakan resmi melebur bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kini, Nama LBM Eijkman telah berubah menjadi Pusat Riset Biolo | Prayogi/Republika.

Nasional

24 Jan 2022, 03:15 WIB

‘Memindahkan Laboratorium Eijkman Bukan Hal Mudah’

Pemindahan laboratorium akan dilakukan dalam waktu dekat.

JAKARTA—Mantan kepala lembaga riset Eijkman, Amin Soebandrio, mengatakan, pemindahan Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman dari Kompleks Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ke fasilitas baru Badan Riset Inovasi dan Teknologi (BRIN) di Cibinong bukan hal mudah. Ia mengaku, pemindahan laboratorium akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Karena untuk memindahkan, saya beri satu contohnya saja, memindahkan satu freezer minus 80 (derajat) yang isinya sampel dari Diponegoro (Jakarta Pusat) ke Cibinong, itu perjalanannya aja mungkin memakan waktu mungkin dua jam tiga jam. Kemudian persiapannya sebelum itu diangkut kita mesti, ya nggak seperti mindahin lemari es biasa," kata Amin dalam diskusi daring, Ahad (23/1). 

Selain itu, Amin menilai, BRIN perlu juga memperhatikan aspek keamanan dalam proses pemindahan laboratorium tersebut. Harus dipastikan dalam proses pemindahan tidak ada sampel penelitian yang hilang atau rusak.

"Back up-nya gimana dalam perjalanan kita memastikan sampelnya tidak rusak, tidak hilang, tidak dicuri, juga tidak membahayakan lingkungan, karena contohnya di situ, misalnya ada satu sampel yang isinya virus. Satu tabung isinya virus, kemudian terjadi sesuatu di perjalanan, karena ya satu sebab kemudian freezer itu terbuka dan itu terhempas keluar," ujarnya.

photo
Suasana di Laboratorium LBMI Eijkman Jakarta (4/11/1993). Lembaga Biologi Molekuler Eijkman adalah lembaga penelitian pemerintah yang bergerak di bidang biologi molekuler dan bioteknologi kedokteran. Lembaga ini bernaung di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi.Republika/Junaedy - (DOKREP)

Dirinya mengaku sudah menyampaikan persoalan tersebut ke BRIN beberapa kali. Prinsipnya BRIN harus mengutamakan asas kehati-hatian dalam proses pemindahan laboratorium tersebut. Amin mengaku, sejak Eijkman diputuskan untuk dilebur ke BRIN, dirinya baru dua kali bertemu dengan Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko.

Pertemuan pertama terjadi ketika Amin diperkenalkan penggantinya oleh Handoko. Pertemuan kedua terjadi pada sebuah acara sarasehan. Dalam acara tersebut Amin menduga akan dilakukan sertijab, tapi hanya dilakukan penyerahan salinan keppres secara simbolis.

"Tentu ada masa peralihan ya, kenapa ditunjuk pelaksana harian, diminta pelaksana harian langsung bertugas saya dengar instruksi itu waktu apel pagi, itu buat saya oke saja artinya supaya transisinya itu bagus, tapi mungkin yang bisa diperbaiki adalah cara komunikasinya artinya perubahan itu ‘disosialisasikannya’ bukan dalam bentuk diskusi dan sebagainya, tapi one way saja, saya sudah punya keputusan seperti ini," jelasnya.

photo
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko memberikan keterangan pers usai menghadiri pelantikan Dewan Pengarah BRIN di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/10/2021). Presiden Joko Widodo melantik 10 pejabat Dewan Pengarah BRIN diantaranya Megawati Soekarnoputri menjadi Ketua Dewan Pengarah BRIN. - (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan, integrasi lembaga riset ke dalam BRIN diharapkan mampu memperbaiki ekosistem riset di Indonesia agar menjadi ideal. Menurut Handoko, secara umum ekosistem riset di Indonesia belum ideal. Salah satunya dapat dilihat dari kondisi masih banyaknya periset yang mengalami kesulitan yang disebabkan berbagai keterbatasan.

"Keterbatasan yang dirasakan para periset itu di antaranya kepakaran para periset, infrastruktur, seperti peralatan dan laboratorium yang belum memadai, dan penganggaran," kata Handoko.

Ia menuturkan, semua keterbatasan tersebut dapat diminimalisasi dengan pengintegrasian seluruh entitas penelitian di Indonesia. Integrasi yang diamanatkan Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2021 meliputi seluruh sumber daya riset, yakni sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, dan pendanaan. Integrasi itu diharapkan mampu menjadi solusi atas permasalahan fundamental yang selama ini dihadapi Indonesia di bidang riset.

"Masalah fundamental riset di Indonesia selama ini adalah critical mass yang rendah, maka dengan integrasi ini kita mempunyai SDM yang cukup, infrastruktur yang lengkap dan pendanaan yang besar," tuturnya.


×