Warga mengantre untuk membeli minyak goreng murah Rp 14 ribu per liter dalam operasi pasar yang digelar Dinas Perdagangan dan Perindustrian di Pasar Citra Niaga Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jumat (21/1/2022). | ANTARA FOTO/Syaiful Arif

Kabar Utama

24 Jan 2022, 03:22 WIB

Aprindo: Stok Minyak Goreng Menipis

Antusiasme masyarakat membeli minyak goreng program satu harga sangat tinggi, sedangkan pasokan tidak lancar.

 

 

JAKARTA -- Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengungkapkan, stok pasokan minyak goreng di toko ritel modern makin menipis. Stok terus berkurang karena antusiasme masyarakat membeli minyak goreng program satu harga sangat tinggi, sedangkan pasokan dari distributor tidak lancar. 

Sejak Rabu (19/1), pemerintah menjalankan program minyak goreng satu harga. Dalam program itu, minyak goreng kemasan sederhana dan premium dijual seharga Rp 14 ribu per liter. Pada tahap awal, minyak goreng murah tersebut hanya dijual di toko ritel modern sebelum diperluas ke pasar tradisional.

Ketua Umum Aprindo Roy Mandey mengatakan, pasokan minyak goreng dari produsen dan distributor tidak lancar. Menurut dia, stok yang ada di gerai ritel modern sudah hampir dikeluarkan semua. "Saat ini yang menjadi titik kritis adalah pasokan yang minim dari distributor," kata Roy kepada Republika, Ahad (23/1).

Roy memperkirakan, persediaan minyak goreng yang ada di gudang toko ritel modern hanya tersisa sekitar 10-15 persen. Jika distributor tidak segera menambah pasokan, Roy memastikan ketersediaan minyak goreng akan habis dalam waktu dekat.

photo
Warga mengantre untuk membeli minyak goreng murah Rp14 ribu per liter dalam operasi pasar yang digelar Dinas Perdagangan dan Perindustrian di Pasar Citra Niaga Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jumat (21/1/2022). Operasi pasar ini untuk memastikan ketersediaan bahan pangan, serta guna mengendalikan harga minyak goreng yang masih melambung sehingga mampu dijangkau masyarakat. - (ANTARA FOTO/Syaiful Arif)

Dibandingkan dengan total minyak goreng yang harus dipasok, menurut Roy, kebutuhan pasokan toko ritel modern terbilang sangat kecil. Dari 250 juta liter minyak goreng per bulan yang menjadi komitmen pemerintah, hanya sekitar 10 persen saja yang dialokasikan ke toko ritel modern. 

"Padahal, kebutuhan ritel modern hanya 25 juta liter per bulan, sisanya 90 persen untuk pasar tradisional, UMKM, operasi pasar. Yang 10 persen saja tidak komit, apalagi yang 90 persen,"  kata Roy.

Roy tidak dapat memastikan kendala yang dihadapi distributor hingga distribusi minyak goreng ke gudang-gudang toko ritel modern terhambat. Padahal, pemerintah sudah menyediakan dana subsidi untuk ongkos kirim, PPN, hingga biaya transaksi dari ritel atas selisih harga minyak goreng lama dan baru. 

Menurut dia, pemerintah juga sudah memastikan tidak ada pihak yang dirugikan dengan kebijakan minyak goreng satu harga. "Tapi, kenyataannya, kami tetap tidak menerima pasokan itu. Kami juga tidak bisa memaksa produsen atau distributor untuk mengeluarkan pasokan," ujar Roy.

Roy mengatakan, Aprindo terus berupaya melakukan komunikasi intensif dengan pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan. Roy berharap pemerintah bisa mengambil tindakan tegas untuk mengatasi kendala distribusi ini.

Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Kementerian Perdagangan Isy Karim menegaskan, pemerintah akan terus menjalankan program satu harga. "Terkait distribusi minyak goreng kemasan sederhana, sedang dilakukan pembahasan bersama BUMN pangan," kata Isy, kemarin. 

Pasar tradisional

Sesuai rencana, program minyak goreng satu harga akan diperluas ke pasar tradisional pada pekan ini. Induk Koperasi Pasar (Inkoppas) menyatakan, siap membantu pemerintah mengawal program tersebut. 

Sekretaris Jenderal Inkoppas Ngadiran mengatakan, pihaknya akan melibatkan koperasi pasar dan Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) untuk mengawal program minyak goreng satu harga. “Kami akan melibatkan koperasi pedagang pasar. Bisa juga dengan menjalankan pola operasi pasar yang di-handle aparatur sipil negara, PD pasar," kata Ngadiran ketika dihubungi Republika, Ahad (23/1). 

Sekretaris Jenderal Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Reynaldi, mengatakan, pemerintah semestinya sejak awal menjalankan program minyak goreng satu harga secara bersamaan antara toko ritel modern dan pasar tradisional. Sebab, jika distribusi hanya melalui toko ritel, harga secara nasional akan sulit untuk turun.

photo
Pekerja memompa minyak goreng curah dari drum ke jeriken di sebuah toko tradisional di Kota Madiun, Jawa Timur, Jumat (21/1/2022). Toko tersebut menjual minyak goreng curah dengan harga Rp 18.500 per kilogram dan minyak goreng kemasan Rp 19 ribu per liter meskipun pemerintah telah menetapkan harga minyak goreng Rp 14 ribu per liter karena toko tradisional ini belum mendapatkan subsidi seperti toko modern. - (ANTARA FOTO/Siswowidodo)

Mengenai perluasan program satu harga ke pasar tradisional, Ngadiran mengaku Ikappi belum berkoordinasi secara langsung dengan Kementerian Perdagangan. Meski begitu, Ikappi akan mencoba berkomunikasi dengan pemerintah agar program tersebut segera direalisasikan.

"Kami kira dari Ikappi akan siapkan beberapa format dan model untuk Kemendag. Misalnya, menyiapkan relawan-relawan di tiap pasar untuk mengontrol harga dan memastikan tepat sasaran ke masyarakat," kata Reynaldi. 

Para pedagang pasar mengaku masih menunggu pasokan minyak goreng satu harga. Usman, pedagang kebutuhan pokok di Pasar Lemabang, Palembang, mengatakan, dirinya hingga belum mendapatkan suplai dari distributor untuk minyak goreng kemasan dengan harga Rp 14 ribu per liter.

Saat ini, ia menjual stok minyak goreng yang dibeli dari distributor sekitar dua pekan lalu, yakni merek Sriwijaya MM seharga Rp 17 ribu per liter, Carmila Rp 17 ribu per liter, Fortune Rp 19 ribu per liter, dan Sunco Rp 42 ribu per 2 liter. “Kami belum dapat minyak goreng yang harganya Rp 14 ribu per liter,” kata dia.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumatra Selatan Ahmad Rizali mengatakan, pemerintah masih memberikan batas waktu hingga 26 Januari 2022 bagi pedagang pasar tradisional untuk menyesuaikan harga minyak goreng. Sementara itu, program minyak goreng seharga Rp 14 ribu per liter sudah berlaku di toko ritel modern. 

Sejauh ini, Pemprov Sumsel telah mendapatkan dukungan dari APPSI Sumsel dan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Sumsel untuk program minyak goreng satu harga.

Dalam pernyataan resmi kedua asosiasi ini yang ditandatangani oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah dari masing-masing asosiasi pada 20 Januari 2022, dinyatakan juga masa transisi yang diberikan pemerintah selama satu pekan hingga 26 Januari 2021 itu akan digunakan para pedagang untuk proses penyesuaian harga. 

photo
Sejumlah warga membeli minyak goreng kemasan saat operasi pasar minyak goreng di Rusunawa KS Tubun, Jakarta, Rabu (19/1/2022). Kegiatan operasi pasar minyak goreng murah ini digelar sebagai upaya menstabilkan lonjakan harga minyak goreng. - (Prayogi/Republika.)

Selain itu, para pedagang anggota asosiasi ini juga berkomitmen bahwa mulai 26 Januari sudah menerapkan harga Rp 14 ribu per liter untuk semua merek minyak goreng. “Artinya jika ada yang menjual di atas harga tersebut, akan disanksi oleh pemerintah. Mengenai teknisnya, bisa diberikan surat peringatan hingga sanksi yang lebih tegas lagi,” kata dia.

Berdasarkan pantauan di salah satu toko modern Palembang di kawasan Celentang, Alfamart, harga minyak goreng untuk semua merek dipatok Rp 14 ribu per liter. Karena tingginya minat pembeli, karyawan setempat memberikan kuota hanya 1 liter per orang.

“Stok kami bagi merata ke tiap toko (Alfamart), tapi pembeli hanya boleh beli 1 liter. Ini juga bentuk dukungan kami ke pemerintah agar semua kebagian,” kata Branch Corporate Communication PT Sumber Alfaria Trijaya Palembang Rendra Satria. n antara ed: satria kartika yudha


BUMN Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng

Operasi pasar ini untuk membantu warga mendapatkan minyak goreng murah

SELENGKAPNYA
×