Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (tengah) didampingi Gubernur Riau Syamsuar (ketiga kiri) dan Wali Kota Pekanbaru Firdaus (ketiga kanan) meninjau vaksinasi COVID-19 untuk anak di SDN 36 Pekanbaru, Riau, Jumat (21/1/2022). Vaksinasi anak usia 6-11 tahun | ANTARA FOTO/Rony Muharrman

Nasional

21 Jan 2022, 21:10 WIB

Soal Dugaan Bisnis Vaksin, Komisi IX Bakal Bahas dalam Panja

Vaksin yang sudah kadaluarsa hasil dari bantuan juga akan menjadi evaluasi penting.

JAKARTA -- Anggota DPR komisi IX fraksi PKB, Nur Nadlifah akan serius mengawasi vaksinasi yang tengah berlangsung ini khususnya terkait dengan adanya isu bisnis dalam vaksin.

Ia mengatakan bahwa jika memang vaksinasi ini kental dengan nuansa bisnis. Maka akan menjadi evaluasi bersama. "Kita akan mengawasi itu pasti, jika vaksin ini kental dengan bisnis ini akan menjadi evaluasi bagi kita. Kita akan kejar juga," ucapnya di Jakarta, Jumat (21/1).

Selain isu bisnis, Ia juga mengatakan bahwa vaksin yang sudah kadaluarsa hasil dari bantuan juga akan menjadi evaluasi penting.

"Vaksin yang sudah expired itu dari bantuan. Kami juga akan tetap memantau dan juga menanyakan kenapa harus expired," ungkapnya

Isu-isu tersebut, kata Nur, akan menjadi bahan pembahasan penting setelah terbentuknya Panitia Kerja (Panja) kemarin Kamis (20/1).

"Akan menjadi masukan (pembahasan) buat kami, kebetulan Panja baru terbentuk kemarin dan ini juga temen-temen fraksi belum menentukan anggota panjanya," ucapnya.

Vaksinasi di Yogyakarta

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 DIY sudah mencatatkan capaian vaksinasi Covid-19 secara keseluruhan hampir mencapai 100 persen untuk penyuntikan dosis pertama. Vaksinasi pun terus digencarkan, seiring dengan percepatan untuk vaksinasi anak usia 6-11 tahun dan booster untuk lansia di DIY.

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X mengatakan, capaian vaksinasi untuk dosis pertama setidaknya sudah mencapai 99,76 persen berdasarkan data per 20 Januari 2022.

"Dosis kedua mencapai 90,98 persen dari total target 2.879.699 orang," kata Paku Alam X di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta dalam rapat koordinasi penanganan Covid-19.

Sementara itu, vaksinasi anak usia 6-11 tahun di DIY sudah mencapai 81,56 persen. Percepatan vaksinasi anak ini terus dilakukan di sekolah-sekolah dalam rangka mendukung terlaksananya pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.

Untuk vaksinasi lansia, katanya, sudah mencapai 84,9 persen. Namun, capaian vaksinasi booster untuk lansia masih rendah mengingat pemberian booster ini baru dimulai pekan lalu.

"Vaksinasi booster secara keseluruhan mencapai 2,71 persen dengan cakupan 69.555 orang," ujarnya.

Pemerintah Daerah (Pemda) DIY sendiri menargetkan booster untuk lansia ini selesai setidaknya Februari 2022. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, total sasaran vaksinasi booster mencapai 1,2 juta orang.  

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melibatkan wilayah seperti kemantren hingga RT/RW untuk percepatan vaksinasi booster bagi lansia. Pemkot Yogyakarta juga menargetkan booster lansia ini selesai di Februari.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, percepatan booster lansia menjadi bagian dalam mengantisipasi potensi peningkatan Covid-19 khususnya Omicron. Layanan booster ini disediakan di 11 rumah sakit yang ada di Kota Yogyakarta.

"Harapan kami itu terus menerus diadakan, jadi vaksinasi booster untuk lansia harapannya paling tidak Februari sudah selesai," kata Heroe.


×