Pasien Covid-19 berada di dalam bus sebelum memasuki Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Senin (10/1/2022). Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di RSDC Wisma Atlet terus bertambah. | Republika/Thoudy Badai

Kabar Utama

21 Jan 2022, 03:25 WIB

Wisma Atlet Siaga Lonjakan Kasus Omikron

Menkes memprediksi puncak kasus Covid-19 terjadi pada Februari akhir hingga awal Maret.

JAKARTA – Kenaikan kasus Covid-19 di Tanah Air perlu diwaspadai. Indikasi ini terlihat dari terus meningkatnya jumlah pasien yang dirawat di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Hanya dalam waktu satu bulan, terjadi penambahan 2.419 pasien dari semula 217 orang menjadi 2.636 orang yang harus menjalani perawatan.

Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I Kolonel Marinir Aris Mudian mengatakan, sebanyak 2.000-an tenaga kesehatan (nakes) yang ada di RSD Wisma saat ini memang masih mampu merawat pasien yang ada. Namun, bukan tidak mungkin jumlah nakes akan ditambah jika tren kenaikan kasus Covid-19 seperti saat ini terus terjadi.

“Penambahan tergantung pasien, kalau ada lonjakan drastis otomatis akan ada penambahan, kalau sekarang ini masih yang ada dulu,” kata dia saat dikonfirmasi, Kamis (20/1).

Menurutnya, saat ini penambahan tower untuk perawatan pasien masih belum dilakukan. Hanya saja, kata dia, memang ada perubahan pemanfaatan tower.

photo
Mobil ambulan memasuki area Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Senin (10/1). Jumlah pasien terkonfirmasi positif covid-19 di RSDC Wisma Atlet sebanyak 1.978 orang atau bertambah 140 orang dari sebelumnya 1.838 orang, sementara menurut Juru Biara Pemerintah untuk penanganan Covid-19, bed occupancy rate (BOR) mencapai 53,82 persen di tower 5 dan 6 RSDC Wisma Atlet Kemayoran. Republika/Thoudy Badai - (Republika/Thoudy Badai)

Kasus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan kenaikan signifikan. Pada Kamis (20/1), kasus harian bahkan mencapai 2.116 orang. Jumlah kasus aktif atau pasien yang saat ini masih berstatus positif Covid-19 mencapai 12.328 per Kamis (20/1). Berbagai indikator yang ada mengonfirmasi tren penularan Covid-19 di Indonesia harus diwaspadai.

Upaya antisipasi juga dilakukan Pemprov Banten. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, Pemprov Banten melakukan peningkatan jumlah tempat tidur dan tempat isolasi karantina, termasuk rumah sakit rujukan untuk antisipasi lonjakan kasus.

Pemprov Banten telah mempersiapkan sebanyak 107 rumah sakit dari total 116 rumah sakit yang ada di Banten untuk penanganan pasien Covid-19. Dari seratusan rumah sakit, total tempat tidur yang disiapkan mencapai 5.800 tempat tidur.

“Untuk tempat karantina dan isolasi yang terkonsentrasi di kabupaten dan kota. Seluruh rumah sakit yang ada di Banten akan diwajibkan menyediakan ruangan khusus untuk penanganan pasien Covid-19, termasuk juga nanti RSUD Banten akan kembali dijadikan sebagai RS rujukan utama penanganan pasien Covid-19,” ujar dia.

photo
Situasi Covid-19 di Indonesia update 21 Januari 2022 - (Satgas Penanganan Covid-19)

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan lonjakan kasus tidak dapat dihindari. Ia memprediksi puncak kasus akan terjadi pada Februari akhir hingga awal Maret. Saat ini sudah ada 882 kasus Covid-19 di Indonesia yang terkonfirmasi varian omikron. Sebanyak 381 orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh atau telah negatif dari Covid-19.

“Varian omikron masuk, ada transmisi lokal. Paling banyak DKI, Jabar, dan Banten, ini yang sudah ada transmisi lokal, naiknya cepat dan banyak,” kata Budi.

photo
Grafik kasus aktif Covid-19 update per 20 Januari 2022 - (Satgas Penanganan Covid-19)

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, 882 kasus varian omikron tersebut terdiri dari 710 orang pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dan 161 orang dari transmisi atau penularan lokal. Sementara 11 kasus belum diketahui apakah dari PPLN atau transmisi lokal.

Menurut Nadia, asal negara penyumbang kasus omikron oleh PPLN paling banyak dari Arab Saudi, yakni 128 kasus. “Kemudian Turki (109 kasus), Amerika Serikat (81 kasus), Malaysia (66 kasus) dan Uni Emirat Arab (54 kasus),” kata Nadia.

Merujuk pada laporan Kemenkes yang diterima Republika pada Kamis (20/1), pasien omikron dari DKI Jakarta menyebar ke beberapa wilayah. Sebaran omikron di DKI didominasi oleh warga Kecamatan Cilandak, Kalideres, Kebon Jeruk, Kebayoran Baru, Senen. Selain di DKI Jakarta, varian omikron juga menyebar di Jawa Barat hingga Jawa Timur. Termasuk di antaranya Depok, Tangerang Selatan, hingga Surabaya.

photo
Tenaga kesehatan memberi laporan kepada petugas yang berjaga sebelum memasuki Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Senin (10/1/2022). Republika/Thoudy Badai - (Republika/Thoudy Badai)

Dari data tersebut, hanya hanya 12 persen dari total kasus omikron yang dilaporkan mengalami gejala sedang. Sementara sisanya masih didominasi tanpa gejala dan gejala ringan.

Sekitar 90 persen dari seluruh pasien omikron sudah divaksinasi. Hal ini juga menunjukkan vaksin Covid-19 efektif lantaran membuat yang terpapar tak merasakan gejala atau tanpa gejala.

Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap varian omikron. Menurut Luhut, puncak penularan omikron diperkirakan terjadi pada pekan kedua atau pekan ketiga Februari. Pengendalian omikron pun tergantung pada kekompakan.

“Kita harus ikuti apa kata para ahli. Kita harus kompak. Pemerintah harus kompak. Rakyat harus kompak dan mau bekerja sama. Tidak perlu saling menyalahkan,” katanya.


×