Baliho menghujat anggota DPR Arteria Dahlan terpampang di Jalan Diponegoro Bandung, Rabu (19/01/2022). Baliho ini berada diseberang Gedung DPRD Jabar dan Kompleks Gedung Sate. Imbas komentar Arteria tentang bahasa Sunda menimbulkan kemarahan beberapa piha | Republika/Yogi Ardhi

Nasional

20 Jan 2022, 07:35 WIB

Arteria Harus Minta Maaf kepada Masyarakat Sunda

Koalisi Masyarakat Penutur Bahasa Sunda mengkaji proses hukum terhadap Arteria Dahlan.

BANDUNG -- Pernyataan Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP, Arteria Dahlan, terkait penggunaan Bahasa Sunda oleh seorang Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) dalam sebuah rapat kerja, menuai kecaman dari berbagai kalangan khususnya komunitas Sunda. Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar), Uu Ruzhanul Ulum, menuntut agar Arteria segera meminta maaf kepada warga Sunda.

"Saya sebagai orang Sunda merasa terusik ketenangannya dengan statement saudara Arteria Dahlan," kata dia, melalui keterangan resmi yang diterima Republika, Rabu (19/1).

Uu menjelaskan, hasil survei menyebutkan, Jabar merupakan satu-satunya provinsi sebagai miniaturnya Indonesia. Sebab, di Jabar terdapat kalangan masyarakat dari berbagai macam suku, ras, dan agama.

Karena itu, Uu mengimbau kepada para pejabat publik agar lebih berhati-hati dalam memberikan pernyataan. Khususnya kepada Arteria Dahlan, agar segera memberikan permyataan maaf secara publik kepada warga Sunda.

photo
Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan. - (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Ia menegaskan, pihaknya siap mengerahkan para santri dan kiai dari komunitas pesantren untuk menghadapi langsung Arteria Dahlan apabila yang bersangkutan tidak segera meminta maaf. Langkah tersebut siap diambil sebagai wujud bela warga Sunda.

"Saya ingin permohonan maaf. Saya siap datang ke DPR dengan komunitas saya, akan membawa para santri ke DPR untuk bertemu dengan Arteria Dahlan jika belum juga meminta maaf. Saya akan kerahkan para santri dan kiai sebagai komunitas pesantren, karena sudah mengusik kami warga Sunda," kata Uu.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Uu Ruzhanul Ulum (ruzhanul)

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun mengimbau kepada Arteria untuk segera meminta maaf kepada masyarakat Sunda. Ia khawatir, akan muncul eskalasi kemarahan jika Arteria tidak segera meminta maaf.

"Sebenarnya orang Sunda itu pemaaf ya, jadi saya berharap itu dilakukan," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, dalam siaran persnya, Selasa (18/1).

Menurut Emil, jika Arteria tidak nyaman dengan penggunaan Bahasa Sunda, tinggal disampaikan secara sederhana. Namun, jika bentuk ketidaknyamanannya adalah meminta pemberhentian jabatan, menurutnya terlalu berlebihan.

"Tidak ada dasar hukum yang jelas dan saya amati ini menyinggung banyak pihak warga Sunda di mana-mana. Saya sudah cek ke mana-mana. Saya kira tidak ada di rapat yang sifatnya formal dari A sampai Z nya Bahasa Sunda," katanya.

republikaonline Emil menilai pernyataan kader PDIP Arteria Dahlan telah menyinggung masyarakat Sunda. #Sunda #RidwanKamil #TiktokBerita [News coverage] Inorganic: Flat: 12(1011945) - 8.864

Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat, Saan Mustopa, menyesalkan pernyataan yang disampaikan Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan terkait usulan agar Kajati yang berbicara bahasa Sunda dalam rapat dipecat. Saan mendesak agar Arteria menyampaikan permohonan maaf secara terbuka ke publik.

"Ya, kalau menurut saya itu yang terbaik. Jadi, Pak Arteria tinggal bicara ke publik, saya khilaf, saya minta maaf, itu clear tidak ada maksud apa pun," kata Saan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (19/1).

Sejumlah budayawan, seniman, dan masyarakat Sunda yang tergabung pada Koalisi Masyarakat Penutur Bahasa Sunda pun kecewa dengan pernyataan Arteria Dahlan tentang Bahasa Sunda. Mereka menuntut PDI-P untuk memecat dan mahkamah kehormatan DPR RI untuk memeriksa yang bersangkutan.

"Kita menuntut pertama DPP PDI menarik Arteria Dahlan dari keanggotaannya di DPR RI PAW lah. Saya tidak tahu mekanisme seperti apa yang penting kalau PDI-P memikirkan masa depannya memikirkan partainya terutama di Jawa Barat dan tatar Sunda dia harus mencopot Arteria Dahlan," ujar Koordinator Koalisi Masyarakat Penutur Bahasa Sunda Cecep Burdansyah seusai rapat di Perpustakaan Ajip Rosidi, Jalan Garut, Rabu (19/1).

photo
Baliho menghujat anggota DPR RI Arteria Dahlan terpampang di Jalan Diponegoro Bandung, Rabu (19/01/2022). Baliho ini berada diseberang Gedung DPRD Jabar dan Kompleks Gedung Sate. - (Republika/Yogi Ardhi)

Pihaknya pun meminta mahkamah kehormatan DPR RI untuk memeriksa Arteria Dahlan sekaligus menanyakan motivasi pernyataannya. Selain itu, koalisi akan mengkaji apakah pernyataan Arteria Dahlan dikategorikan fitnah dan dapat diadukan ke aparat penegak hukum.

"Mengkaji di bidang hukum apakah kalau misal pernyataan Arteria fitnah ternyata tidak ada kejati berbahasa Sunda di raker, itu fitnah, itu mengganggu menimbulkan keonaran di masyarakat. Sebetulnya bisa dikenakan pasal 14 dan 15 tentang keonaran kami kaji dulu kalau bisa diadukan maka diadukan ke Polda Metro Jaya," katanya.

Cecep menambahkan, pihaknya kecewa dengan pernyataan Arteria Dahlan sebab mengesankan bahasa Sunda menakutkan dan buruk di masyarakat. Padahal, mengacu kepada konstitusi bahasa daerah dilindungi dan justru harus dikembangkan.

"Tuntutannya kita kan kecewa dengan pernyataan Arteria Dahlan anggota komisi III DPR bahwa bahasa Sunda itu seakan-akan bahasa yang menakutkan kalau ada pejabat yang memakai bahasa Sunda orang menjadi takut, nah ini akan menimbulkan persepsi buruk di masyarakat," katanya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (republikaonline)

Dalih Arteria cegah Sunda Empire

Politikus PDI Perjuangan Arteria Dahlan membantah bahwa dirinya telah mencitrakan buruk suku Sunda dengan meminta agar seorang kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) yang berbahasa Sunda saat rapat dipecat oleh Jaksa Agung. Arteria menegaskan, yang ia tekankan dalam pernyataannya tersebut agar jangan ada nepotisme kesukuan dalam sebuah instansi pemerintahan.

"Saya mau membantu institusi kejaksaan, termasuk Jaksa Agung agar tidak ada Sunda Empire di kejaksaan. Namun, mereka yang menjabat di posisi strategis tertentu karena kompetensi, kapasitas, dan kualitasnya," kata Arteria kepada wartawan, Rabu (19/1).

Karena itu, ia meminta publik khususnya masyarakat Sunda memahami situasi dan suasana rapat saat ia menyampaikan pernyataannya itu. Sebab, selama ini diakui dia, sudah ada isu yang menyebar terkait ada istilahnya Sunda Empire di institusi Adhiyaksa ini.

Di mana, ada pejabat di Kajati yang mempertontonkan nepotisme kedekatan suku dan kedekatannya dengan Jaksa Agung yang sekarang ST Burhanuddin. Sedangkan, lanjutnya, pemerintah saat ini menekankan sosok yang jadi pejabat adalah mereka yang bekerja profesional, memiliki kompetensi dan kapasitas yang memenuhi syarat, bukan karena faktor kedekatan.

 "Itu yang mau kita tekankan kepada publik selama ini. Saya ingin membantu Jaksa Agung agar mereka yang dari Sunda, memenuhi jabatan di Kejaksaan karena memang punya kompetensi tersebut," imbuhnya.

Sehingga, ia memastikan tidak ada lagi tuduhan hanya mementingkan suku tertentu, untuk menduduki posisi jabatan tertentu. Itu pesan yang ingin ia sampaikan terkait Kajati yang berbicara dengan Bahasa Sunda dalam sebuah rapat.

republikaonline Arteria Dahlan Minta Jaksa Agung Copot Kajati yang Bicara Bahasa Sunda. #jaksaagung #bahasa #sunda Metamorphosis - Danilo Stankovic

Arteria Dahlan sebelumnya melontarkan permintaan kontroversial setelah meminta Jaksa Agung mencopot salah satu Kajati karena menggunakan Bahasa Sunda dalam rapat. Permintaan itu disampaikan Arteria dalam rapat kerja Komisi III DPR dengan Jaksa Agung (JA) ST Burhanuddin pada Senin (17/1).

"Ada kritik sedikit Pak JA (Jaksa Agung), ada Kajati pak dalam rapat dalam raker itu ngomong pakai bahasa Sunda," kata Arteria di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Politikus PDIP itu mendesak Jaksa Agung untuk mencopot Kajati tersebut. Namun, Arteria tidak menyebut siapa Kajati yang ia dimaksud.

"Ganti Pak itu. Kita ini Indonesia Pak. Nanti orang takut, kalau pakai bahasa Sunda ini orang takut, ngomong apa, sebagainya. Kami mohon yang seperti ini dilakukan tindakan tegas," kata Arteria.

Seusai rapat, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Ardiansyah, enggan berkomentar saat dimintai tanggapan terkait permintaan Arteria itu. "Enggak lah, enggak," ujarnya.


×