Kesebelasan Barcelona merayakan kemenangan dalam sebuah pertandingan melawan Elche CF di BarcelonaDesember 2021. | EPA-EFE/Andreu Dalmau

Olahraga

20 Jan 2022, 03:13 WIB

Barcelona Siap Memupus Luka

Juara bertahan Barcelona akan berkunjung ke markas Bilbao di Stadion San Mames pada Jumat (21/1) dini hari WIB

BILBAO -- Barcelona memiliki ambisi untuk mengakhiri musim dengan meraih gelar juara. Pertandingan melawan Athletic Bilbao pada babak 16 besar Copa del Rey 2021/2022 merupakan salah satu fokus mereka untuk memenangkan pertandingan sekaligus menjaga harapan utama mereka tersebut.

Juara bertahan Barcelona akan berkunjung ke markas Bilbao di Stadion San Mames pada Jumat (21/1) dini hari WIB nanti. Partai tersebut jelas bakal menyita perhatian lantaran kedua tim sama-sama memiliki ambisi besar.

Kedua tim baru saja menelan pil pahit setelah gagal di ajang Piala Super Spanyol. Barca disingkirkan Real Madrid pada babak semifinal, sedangkan Bilbao menyerah di partai final atas Los Merengues. Alhasil, pertandingan Copa del Rey menjadi momen kedua tim untuk mencari obat penawar luka dan baik Barca serta Bilbao sama-sama berambisi memetik kemenangan.

Pada babak sebelumnya, Barcelona menjinakkan tim divisi 3 Linares Deportivo, 2-1, lewat gol Ousmane Dembele dan Ferran Jutgla. Sementara itu, Bilbao menaklukkan tim divisi 4 Atletico Mancha Real, 2-0, melalui dua gol Nico Williams.

"Kami akan menghadapi lawan yang sulit, lawan yang baru saja memainkan laga final (Super Spanyol). Ini bisa menjadi perhatian khusus bagi kami karena kami ingin melangkah lebih jauh pada kompetisi (Copa del Rey)," kata Xavi Hernandez, menjelaskan dilansir laman resmi klub, Rabu (19/1).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by FC Barcelona (fcbarcelona)

Adapun Barcelona dan Bilbao sudah bertemu sekali di La Liga musim 2021/2022 ini, yakni pada pekan kedua, di Stadion San Mames. Ketika itu, Los Cules masih dilatih Ronald Koeman, Barcelona meraih hasil seri 1-1. "Kami memiliki pelajaran pada partai sebelumnya dan terus berkembang untuk menjadi lebih baik. Tapi, saya percaya dan yakin dengan kualitas tim ini," sambung Xavi.

Kedua tim telah melewati jalan yang luar biasa 44 kali dalam kompetisi, termasuk delapan final, empat di antaranya telah terjadi sejak 2009. Faktanya, ketika Bilbao mengalahkan the Catalans dalam satu perempat final yang dipimpin langsung di San Mames pada 2019/2020, itu adalah pertama kalinya sejak 1960 mereka menjadi pemenang keseluruhan dalam pertandingan Copa del Rey melawan Barca.

Sementara itu, gelandang tengah Bilbao, Oihan Sancet, menegaskan bahwa timnya mampu menghadirkan mimpi buruk bagi Barca pada babak 16 besar Copa del Rey. Sancet sedang dalam performa bagus sejak pergantian tahun. Ia mencetak hat-trick pertamanya untuk Athletic dalam pertandingan pekan ke-19 melawan CA Osasuna di awal bulan.

"Kami mampu mengalahkan mereka, kami telah menunjukkan itu pada lebih dari satu kesempatan sebelumnya. Rencananya adalah untuk terus bergerak melalui putaran Copa, hanya itu yang ada di pikiran kami," kata Sancet menegaskan dilansir laman resmi klub.

Meski baru saja menelan kekalahan atas Madrid di partai final Super Spanyol, Sancet yakin rekan setimnya berada dalam kondisi terbaik menjelang bentrokan versus Barca. "Kalah di final memang tidak menyenangkan. Namun, kami harus berfokus ke partai berikutnya dan kami harus melakukan semuanya dengan baik, menjadi diri sendiri dan benar-benar mengejar mereka," sambung dia.

Bilbao memiliki ikatan emosional dengan kompetisi Copa del Rey. Mereka sukses memenangkan dua titel edisi perdana pada 1903 dan 1904. Akan tetapi, terakhir kali mereka memenangkan gelar tersebut terjadi pada 1983, dan sejak itu mereka telah memainkan enam final dengan semuanya berakhir kekalahan.

Sementara itu, Barca telah melampaui tim asal Basques sebagai tim dengan jumlah trofi Copa del Rey terbanyak, dan terutama setelah memenangkan lima dari tujuh edisi terakhir telah memberikan sedikit jarak di antara mereka.

';

×