Ilustrasi terowongan kereta cepat Jakarta - Bandung. | ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/YU

Nasional

18 Jan 2022, 03:18 WIB

Masalah di Terowongan Dua Buat Proyek Kereta Cepat Melambat

Jenis tanah yang ada di terowongan memang memerlukan kerja yang penuh kehati-hatian.

Presiden Joko Widodo pada Senin (17/1), meninjau perkembangan konstruksi terowongan dua Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Dalam keterangannya, Jokowi mengakui terdapat masalah di lapangan yang menyebabkan pembangunan menjadi terlambat.

"Utamanya di terowongan dua yang memang di sini ada masalah yang harus kita selesaikan, masalah teknis yang harus kita selesaikan,” kata Jokowi dalam keterangannya seusai peninjauan, yang disiarkan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Dari informasi yang diterimanya, pembangunan terowongan dua tersebut berjalan lambat karena kondisi jenis tanah yang akan dilalui, yakni dibangun di area yang sangat lunak dan rapuh. Karena itu, pembangunan yang dilakukan pun memerlukan kehati-hatian agar tak terjadi masalah.

"Dari keterangan di lapangan, Dirut KCIC, juga dari Pak Menko Marinves, juga dari Kementerian PU bahwa terowongan yang kedua ini memang berjalannya agak lambat karena jenis tanah yang ada di sini memang memerlukan kerja yang penuh kehati-hatian," katanya.

Sampai saat ini, secara keseluruhan pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung telah mencapai 79,9 persen. Ia pun berharap pada akhir 2022 sudah bisa melakukan uji coba dan pada Juni 2023 ditargetkan dapat beroperasi.

Presiden juga berharap proyek ini dapat mengurangi kemacetan yang ada serta dapat mempercepat mobilitas orang dan barang untuk meningkatkan daya saing.

"Harapan kita dengan selesainya Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini akan mengurangi kemacetan, baik yang ada di Jakarta maupun yang ada di Bandung, juga mempercepat mobilitas orang dan juga barang dan kita harapkan ini menjadi sebuah daya saing yang baik bagi negara kita," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Dwiyana Slamet Riyadi, mengatakan, pihaknya melakukan sejumlah penanganan khusus dalam pembangunan terowongan dua KCJB ini. Pihaknya juga mendatangkan sejumlah ahli dari Tiongkok yang bekerja sama dengan tim dari Institut Teknologi Bandung.

"Ahli grouting dari Cina dan tunnel dari Cina ini tentunya bekerja sama dengan tim dari ITB. Jadi, kolaborasi antara ahli tunnel dari Cina dan dari ITB ini yang bisa menyelesaikan proyek ini, termasuk tunnel dua," ujar Dwiyana, dikutip dari siaran resmi Istana.

Dwiyana berharap proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung bisa segera diselesaikan agar bisa dinikmati oleh masyarakat. Menurut dia, KCJB ini bisa menjadi alternatif transportasi yang ramah lingkungan.

"Kami mengharapkan masyarakat bisa menerima proyek kami ini tentunya dengan segala plus-minusnya, dan nanti setelah beroperasi kami bisa memberikan satu alternatif moda transportasi yang ramah lingkungan dan mengurangi kemacetan di jalan raya," katanya.

Saat peninjauan terowongan dua proyek KCJB, Presiden Jokowi turut didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, Direktur Utama PT KCIC Dwiyana Slamet Riyadi, dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Didiek Hartantyo. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by KCIC (@keretacepat_id)


×